IT,Ilmu-ilmu Alquran,Berita aktual,Penulisan,Pengalaman
Thursday, January 28, 2010
Driver NEC Versa E2000
Posted by Muhamad Ali at 12:06 PM 21 comments
Wednesday, January 6, 2010
Setting Modem Siera 885 pada Simpati
- Masukan USB Modem dan ikutilah ketika diminta untuk instalasi modem tersebut hingga selesai.
- Install software 3G Wather (waktu Anda membeli modem sierra 885 software ini tidak diberikan) dan mengenai software tsb bisa didownload di websitenya atau disini
- Pada kartu simpati prabayar harus diaktifkan lebih dahulu 3G dan GPRS.Caranya dengan menelpon layanan pelanggan dengan nomor *116# dan setelah itu pilihlah atau jawablah no.4 (permintaan) setelah itu pilihlah GPRS untuk diaktifkan selanjutnya ulangi langkah ini untuk mengaktifkan 3G.
- Setelah langkah 3 ini selesai lepaskan kartu simpati Anda dari handpone dan masukkan kartu simpati tersebut ke USB modem sierra 885. Setelah itu tancapkan USB modem tersebut ke port USB laptop/dekstop Anda.
- Maka secara otomatis USB modem tersebut akan dideteksi dan akan mengenali profile default Anda. Jika Anda belum membuat profile tersebut maka lakukan hal sbb: klik connection pilih profile dan klik add profile.
- Plug-in Sierra dan buka software Sierra Wather
- Pilih : Tools > Option > profiles
- Pilih Profiles yang sedang aktif dipakai
- Masuk ke Menu Advanced
- Pada TCP/IP setting rubah autentication menjadi Chap.
- Ubah Win menjadi Yes kemudian klik Apply.
- Masuk ke DNS Setting isi Primary dan Secondary dengan 0.0.0.0
- Klik Apply, lalu ok. Kemudian tutup Sierra Wather dan Restart komputer Anda
- Plug-in Modem Sierra dan Connect lagi.
No. Price Volume Masa Aktif
1. Rp.1000 500 KB 1 hari
2. Rp. 2000 1 MB 2 hari
3. Rp. 5000 5 MB 1 minggu
4. Rp. 10000 15 MB 1 minggu
5. Rp. 20000 35 MB 1 bulan
6. Rp. 50000 125 MB 1 bulan
7. Rp.100000 300 MB 1 bulan
8. Rp.125000 400 MB 1 bulan
9. Rp.225000 800 MB 1 bulan
10. Rp.400000 1,5 GB 1bulan
Posted by Muhamad Ali at 5:09 PM 2 comments
Thursday, September 24, 2009
Ebook Fathul Bari
1. Fathul-Bari-01 -> download disini
2. Fathul-Bari-02 -> download disini
3. Fathul-Bari-03 -> download disini
4. Fathul-Bari-04 -> download disini
5. Fathul-Bari-05 -> download disini
6. Fathul-Bari-06 -> download disini
7. Fathul-Bari-07 -> download disini
8. Fathul-Bari-08 -> download disini
9. Fathul-Bari-09 -> download disini
10.Fathul-Bari-10 -> download disini
11.Fathul-Bari-11 -> download disini
12.Fathul-Bari-12 -> download disini
13.Fathul-Bari-13 -> download disini
Posted by Muhamad Ali at 9:38 AM 1 comments
Thursday, July 16, 2009
Maurice Bucaile
Tak Ragu dengan Kebenaran Alquran
Suatu hari di pertengahan tahun 1975,sebuah tawaran dari pemerintah Prancis datang kepada pemerintah Mesir.Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan untuk meneliti,mempelajari,dan menganalisa mumi Fir'aun.Tawaran tersebut disambut baik oleh Mesir.Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir,mumi Firaun dibawa ke Perancis.Bahkan,pihak Perancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang sangat meriah.
Mumi itu pun dibawa ke ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis,yang selanjutnya dilakukan penelitian sekaligus mengungkap rahasia di baliknya oleh ilmuwan terkemuka dan para pakar dokter bedah dan otopsi di Prancis.Pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab jawab utama dalam penelitian mumi ini adalah Prof Dr Maurice Bucaille.
Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L'Eveque,Prancis pada 19 Juli 1920.Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada tahun 1945 sebagai ahli gastroenterology. Dan,pada 1973,ia ditunjuk menjadi dokter keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi.
Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya.Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La Bible, le Coran et la Science di tahun 1976.
Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun,ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja Mesir kuno tersebut.
Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.
Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?
Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya.Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern,dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.
Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya.Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern,dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.
Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui kecuali dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang mutakhir dan akurat.Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian diselamatkannya mayatnya.Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan bertanya-tanya.Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.
Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal tersebut. Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa Alquran--kitab suci umat Islam telah membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari kehancuran sejak ribuan tahun lalu.
Ia berkata pada dirinya sendiri. "Apakah masuk akal mumi di depanku ini adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?".Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat (Perjanjian Lama).Diapun membaca Taurat yang menceritakan: ''Airpun kembali (seperti semula), menutupi kereta,pasukan berkuda, dan seluruh tentara Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak tertinggal satu pun di antara mereka''.Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. Karena itu, ia semakin bingung.
Berikrar Islam
Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan yang mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak ia mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.
Dia pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum Muslimin.Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwanMuslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.
Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: "Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami."(QS Yunus: 92).
Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: "Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini".
Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada saat dia pergi dulu.Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk meneliti tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan Alquran.
Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia.
Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains,sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya diragukan.
Republika,12 Juli 2009
Posted by Muhamad Ali at 11:11 AM 3 comments
Wednesday, April 29, 2009
Ignaz Goldziher
Orientalis Penolak
Kebenaran Hadits
Setelah menyelesaikan studinya di Budapest, Goldziher melanjutkan studinya di Universitas Leipzig, Jerman. Ia meraih gelar doktor dari universitas tersebut ketika berusia 19 tahun. Gelar itu diperolehnya setelah dibimbing selama dua tahun oleh Heinrich Fleisher, orientalis Jerman terkemuka. Setelah dari Leipzig, Goldziher melanjutkan penelitiannya di Universitas Leiden, Belanda, selama setahun. Selanjutnya, pada usianya yang ke-21, ia pulang ke kampung halamannya dan menjadi dosen privat (Privatdozent) di Universitas Budapest, Hunagria. Dosen privat pada saat itu adalah sebuah jabatan yang dianugerahkan kepada para intelektual muda sebagai sebuah keistimewaan untuk mengajar di universitas, namun tanpa gaji. Saat yang sama, Goldziher juga dipilih sebagai anggota " Akademi Sains Hungaria," sebuah penghargaan yang diberikan pada dirinya.
Sebagai "adat" para orientalis untuk mengunjungi dan menetap di negara-negara Muslim supaya secara langsung dapat berinteraksi dengan para ulama, Goldziher juga berkunjung ke Syria dan Mesir pada 1873-1874. Di Mesir, ia dikenalkan oleh Dor Bey,seorang pejebat keturunan Swiss yang bekerja di Kementrian Pendidikan Mesir. Melalui Dor Bey,Goldziher diperkenalkan kepada Riyad Pasha, Menteri Pendidikan Mesir. Setelah berkenalan beberapa lama dengan menteri pendidikan Mesir, Goldziher mengemukakan hasratnya untuk belajar di Universitas al-Azhar. Atas rekomendasi Riyad Pasha lah, Syakhul al-Azhar, 'Abbasi,Mufti Masjid al-azhar terbujuk. Setelah bertemu dengan Goldziher yang saat itu mengaku bernama Ignaz al-Majari(Ignaz dari Hungaria) dan mengaku dirinya "Muslim" (namun dalam makna percaya kepada Tuhan yang satu, bukan seorang musyrik) , serta dengan kelihaiannya berdiplomasi, maka Goldziher bisa "menembus" al-Azhar. Ia menjadi murid beberapa masyayikh al-Azhar,seperti Syaikh al-Asmawi, Syaikh Mahfudz al-Maghribi, Syaikh Sakka dan beberapa syaikh al-Azhar lainnya.
Setelah sukses "bersandiwara," Goldziher kembali ke Budapest. Ia menjabat sebagai Sekretaris Zionis Hungaria. Bagaimanapun, kajian tentang Islam lebih mewarnai kehidupannya dibanding keterlibatannya di bidang politik. Goldziher menulis banyak karya tentang studi Islam. Ia menulis misalnya, Muhammedanisnche Studien (Studi Pengikut Muhammad, 2 jilid,1889-1890); Die Riechtungen der islamischen Koranauslegung (Mazhab-Mazhab Tafsir dalam Islam,Leiden,1920) dan masih banyak lagi karya lainnya.
Goldziher adalah orientalis yang mempunyai pemikiran di antaranya menolak kebenaran Hadits. Baginya hadits itu tidak ada yang otentik. Sebabnya, tidak ada bukti empiris yang menunjukan bahwa hadits yang beredar memang pada awalnya berasal dari Muhammad. Dalam pandangan Goldziher, yang telah terjadi adalah "back Projection." Maksudnya, para perawi hadits meriwatkan haditsnya dengan mengatas namakan Muhammad, padahal Muhammad sendiri tidak mengatakan itu.
Selain itu juga, Goldziher juga menegaskan, hadits itu palsu karena diriwayatkan untuk kepentingan politis dan ideologis dari kaum Muslimin yang sudah terpecah-pecah. Ia juga menyatakan, keliru kalau hukum Islam bersumber dari al-Qur'an dan hadits. Kekeliruan tersebut terletak karena mengandaikan sebelumnya pada zaman Muhammad, kedua-duanya sudah tersedia. Bagaimanapun, kondisi sebenarnya, dalam pandangan Goldziher, sama sekali tidak tersedia. Bagi Goldziher, hadits baru mulai dihimpun pada abad ke-3 Hijriah, 200-300 tahun setelah kematian Muhammad, baru hadits itu ada dalam bentuk tulisan.
Pendapat Goldziher sangat naif. Bukti empiris menunjukkan, hadits telah dihimpun dan tertulis sejak awal abad pertama Hijriah. Dalam kajiannya yang intensif, almarhum Muhammad Hamidullah, seorang sarjana Muslim terkemuka, telah menunjukkan bahwa Abu Hurairah, (m 677/58 H) misalnya telah menghimpun hadits-hadits dari Rasullah saw.
Muhammad hamidullah telah megkaji hadits-hadits yang ditulis oleh murid Abu Hurairah, yaitu Hammam bin al-Munabbih (m. 719/101 H). Manuskrip-manuskrip Hammam bin al-Munabbih ada di Damaskus dan Berlin. Menurut Muhammad Hamidullah, tulisan (koleksi) tentang hadits sudah tersebar sejak awal abad pertama Hijriah. Bukhari mendapat hadits dari buku yang memuat koleksi hadits gurunya 'Abd al-Razzaq, yaitu al-Musannaf. Abd al-Razzaq mendapatkan hadits-hadits tersebut dari yang memuat koleksi hadits gurunya, yaitu Ma'mar bin Rashid (m. 87/212 H), yang dikenal dengan al- Jami. Ma'mar adalah murid Hammam bin Munabbih. Jadi, jika bukti empiris yang dituntut, maka bukti tersebut sudah tersedia pada abad pertama Hijriah, yaitu himpunan tulisan hadits yang ada pada buku Hammam bin Munabbih. Oleh sebab itu, pendapat Goldziher telah terbantahkan.
Selain itu, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in dan seterusnya juga sangat hati-hati dalam meriwayatkan hadits. Para ulama telah mengklasifikasikan hadits dan menggolongkan dengan kategori dhaif,mawdhu',mudallas, munqati' dan seterusnya. Para ulama dalam bidang hadits juga telah mengembangkan ilmu-ilmu yang berpangkal pada sanad seperti rijal al-hadits, ilmu tabaqat al-ruwat, ilmu Tarikh Rijal al-Hadits, Ilmu Jarh wa al-Ta'dil dan ilmu-ilmu yang berpangkal pada matan seperti Ilmu Gharaib al-Hadits, Ilmu Asbab Wurud al-Hadits, Ilmu Tawarikh al-Mutun, Ilmu Talfiq al-Hadits dan ilmu yang berpangkal pada sanad dan matan seperti Ilmu 'Ilali al-Hadits.
Jadi pengingkaran terhadap hadits jelas naif. Selain bukti-bukti empiris yang menunjukkan, tulisan hadits telah dihimpun pada abad pertama hijriah, para perawi hadits juga telah disaring untuk diterima riwayatnya. Bahkan metodologi hadits yang telah dirangkum oleh para pakar hadits merupakan metodologi yang unik. Sebuah hadits diterima jika rawinya bersifat 'adil , sempurna ingatannya, sanadnya tidak terputus, hadits itu tidak cacat ('ilat) dan tidak janggal. Keadilan seorang rawi, dalam pandangan Ibn al-Sam'ani adalah selalu memelihara perbuatan taat dan menjauhi maksiat, menjauhi dosa-dosa kecil yang dapat menodai agama dan sopan santun, tidak melakukan perkara-perkara mubah yang dapat menggugurkan iman dan kepada qadar dan mengakibatkan penyesalan serta tidak mengikuti pendapat salah-satu mazhab yang bertentangan dengan dasar syara'.
Jadi,kriteria yang ditetapkan oleh para ulama hadits begitu ketat. Kebenaran suatu hadits bukan saja ditentukan oleh isi namun juga oleh ahlak. Biarpun isinya benar, namun jika buruk ahlaknya, maka periwatan hadits tersebut akan ditolak. Memasukkan moralitas ke dalam struktur ilmu merupakan keunikan tersendiri dalam bangunan struktur keilmuan Islam.
Kajian mereka tidak akan terkait dengan moralitas mereka sendiri apalagi dengan keimanan. Pengetahuan mereka kepada Islam seharusnya menyadarkan mereka kepada kebenaran Islam. Namun para orientalis justru dengan pengetahuan kepada Islam, semakin menjauhkan diri mereka kepada kebenaran. Dengan perkataan lain, kritikan Goldziher terhadap Islam merupakan upaya untuk "menghibur diri" bahwa agama Yahudi adalah lebih banar. Padahal jika Islam dikritik, maka kritikan sama bahkan lebih tajam terlebih dahulu harus ditujukan kepada Yahudi dan Kristen
Oleh : Adnin Armas,MA
Al-Mujtama edisi 11 Th1/9 Rabiul Awwal 1430H
Posted by Muhamad Ali at 5:23 PM 3 comments
Tuesday, April 14, 2009
Ebook Membuat Theme Blogspot
1. Ebook Template Blogger download disini
2. Ebook A Cheat's Guide To Customizing Blogger Template disini
Posted by Muhamad Ali at 1:24 PM 6 comments
Wednesday, April 1, 2009
Jahe Minuman Surga
Para ulama, sudah mengenal sejak lama bahwa jahe bisa digunakan sebagai obat beberapa penyakit. Dalam Al Adab As Syar'iyah (3/28),Ibnu Muflih Al hanbali (763H) menjelaskan bahwa rempah-rempah yang popule di dunia Arab dengan sebutan zanjabil ini bisa menghilangkan gangguan pencernaan yang disebabkan jumlah udara gas yang berlebihan di dalam perut.Selain itu,juga mengurangi resiko yang disebabkan oleh makanan yang beku dan kenyal,serta membantu memudahkan proses pencernaan.
Pandangan para ulama itu juga diakui oleh dunia farmasi modern.Dalam British Journal of Anaesthesia vol.84 (2006) disebutkan bahwa untuk mengatasi mual dan muntah,jahe bisa dihandalkan. Karena jahe mampu memblok serotonim, yakni senyawa yang menyebabkan perut berkontraksi.Juga kandungan gingeros yang ada dalam jahe bisa digunakan sebagai peringan rasa sakit.
Bahkan dalam British journal of Nutrition vol.96 (2006),beberapa ahli biologi Universitas Kuwait menjelaskan hasil percobaan mereka.Hasilnya,rempah-rempah yang memiliki nama latin Zingiber offcinale ini amat bermanfaat bagi penderita penyakit diabetes militus,karena bisa menurunkan glukosa,kolesterol, dan kadar protein dalam air seni secara signifikan.
Secara ilmiah juga,jahe terbukti mampu melawan bakteri escherichia coli,penyebab penyakit diare, yang telah dibuktikan beberapa ilmuwan dari Departemen Mikrobiologi Cina,yang dimuat dalam Jurnal Agricultural and Food Chemistri, vol 55 (2007).
Dalam tradisi pengobatan herbal di negeri ini,jahe yang dilumatkan sering digunakan sebagai pertolongan pertama terhadap luka akibat gigitan ular berbisa.Walhasil, Allah SWT telah memberikan banyak nikmat dan manfaat kepada manusia lewat rempah ini.
(Hidayatullah:Edisi 12 April 2009/ Rabiul Tsani 1430 H)
Posted by Muhamad Ali at 9:46 AM 1 comments

