Thursday, September 24, 2009

Ebook Fathul Bari


Fathul Bari salah satu kitab syarah hadist Bukhari yang cukup terkenal, ditulis oleh Ibnu Hajar Asqalani. Kitab ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Pustaka Azzam. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya disini tentang beberapa kitab syarah Bukhari yang cukup monumental tersebut.

Ebook yang saya berikan pada pembaca adalah hasil dari DVD Shamela yang pernah saya ceritakan sebelumnya juga disini.Ebook ini murni berbahasa Arab dalam bentuk file.doc(word). Jadi bagi pembaca yang belum mengerti bahasa Arab marilah mulai dari sekarang mempelajarinya agar bisa memahami ajaran agama Islam diantaranya membaca Syarah Hadits Bukhari. Inilah ebook Syarah Bukhari yang dikenal dengan Fathul Bari.

1. Fathul-Bari-01 -> download disini
2. Fathul-Bari-02 -> download disini
3. Fathul-Bari-03 -> download disini
4. Fathul-Bari-04 -> download disini
5. Fathul-Bari-05 -> download disini
6. Fathul-Bari-06 -> download disini
7. Fathul-Bari-07 -> download disini
8. Fathul-Bari-08 -> download disini
9. Fathul-Bari-09 -> download disini
10.Fathul-Bari-10 -> download disini
11.Fathul-Bari-11 -> download disini
12.Fathul-Bari-12 -> download disini
13.Fathul-Bari-13 -> download disini

Thursday, July 16, 2009

Maurice Bucaile
Tak Ragu dengan Kebenaran Alquran

Suatu hari di pertengahan tahun 1975,sebuah tawaran dari pemerintah Prancis datang kepada pemerintah Mesir.Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan untuk meneliti,mempelajari,dan menganalisa mumi Fir'aun.Tawaran tersebut disambut baik oleh Mesir.Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir,mumi Firaun dibawa ke Perancis.Bahkan,pihak Perancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang sangat meriah.

Mumi itu pun dibawa ke ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis,yang selanjutnya dilakukan penelitian sekaligus mengungkap rahasia di baliknya oleh ilmuwan terkemuka dan para pakar dokter bedah dan otopsi di Prancis.Pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab jawab utama dalam penelitian mumi ini adalah Prof Dr Maurice Bucaille.

Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L'Eveque,Prancis pada 19 Juli 1920.Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada tahun 1945 sebagai ahli gastroenterology. Dan,pada 1973,ia ditunjuk menjadi dokter keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi.

Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya.Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La Bible, le Coran et la Science di tahun 1976.

Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun,ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja Mesir kuno tersebut.

Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.

Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?

Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya.Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern,dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.

Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya.Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern,dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.

Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui kecuali dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang mutakhir dan akurat.Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian diselamatkannya mayatnya.Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan bertanya-tanya.Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.

Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal tersebut. Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa Alquran--kitab suci umat Islam telah membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari kehancuran sejak ribuan tahun lalu.

Ia berkata pada dirinya sendiri. "Apakah masuk akal mumi di depanku ini adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?".Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat (Perjanjian Lama).Diapun membaca Taurat yang menceritakan: ''Airpun kembali (seperti semula), menutupi kereta,pasukan berkuda, dan seluruh tentara Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak tertinggal satu pun di antara mereka''.Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. Karena itu, ia semakin bingung.

Berikrar Islam

Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan yang mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak ia mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.

Dia pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum Muslimin.Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwanMuslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: "Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami."(QS Yunus: 92).

Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: "Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini".

Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada saat dia pergi dulu.Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk meneliti tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan Alquran.

Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia.

Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains,sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya diragukan.


Republika,12 Juli 2009

Wednesday, April 29, 2009

Ignaz Goldziher
Orientalis Penolak

Kebenaran Hadits

Ignaz Goldziher (1850-1921) adalah satu-satunya orientalis yang sempat belajar secara resmi di Universitas al-Azhar,Mesir.Ia bukan saja aktif menghadiri 'tallaqi' dengan beberapa masyayikh di Al-Azhar, bahkan ia pernah ikut shalat Jumat di sebuah mesjid di Mesir.

Ignaz Goldziher seorang Yahudi yang lahir di Hungaria 1850. Ia terlatih dalam bidang pemikiran sejak usia dini. Dalam usia lima tahun, ia mampu membaca teks Bibel "asli" dalam bahasa Ibrani. Pendidikan S1-nya bermula pada usia 15 tahun di Universitas Budapest, Hungaria. Ia sangat terpengaruh oleh pemikiran dosennya, yaitu Arminius Vambery (1803-1913),seorang pakar tentang Turki. Arminius Vambery lah yang banyak mewarnai kehidupan intelektual awal Goldziher. Arminius Vambery adalah keturunan Yahudi yang mengenalkan Theodor Herz (1860-1904) pendiri Zionisme, untuk melobi Sultan Hamid II terkait pendirian Negara Israel di Palestina.

Setelah menyelesaikan studinya di Budapest, Goldziher melanjutkan studinya di Universitas Leipzig, Jerman. Ia meraih gelar doktor dari universitas tersebut ketika berusia 19 tahun. Gelar itu diperolehnya setelah dibimbing selama dua tahun oleh Heinrich Fleisher, orientalis Jerman terkemuka. Setelah dari Leipzig, Goldziher melanjutkan penelitiannya di Universitas Leiden, Belanda, selama setahun. Selanjutnya, pada usianya yang ke-21, ia pulang ke kampung halamannya dan menjadi dosen privat (Privatdozent) di Universitas Budapest, Hunagria. Dosen privat pada saat itu adalah sebuah jabatan yang dianugerahkan kepada para intelektual muda sebagai sebuah keistimewaan untuk mengajar di universitas, namun tanpa gaji. Saat yang sama, Goldziher juga dipilih sebagai anggota " Akademi Sains Hungaria," sebuah penghargaan yang diberikan pada dirinya.

Sebagai "adat" para orientalis untuk mengunjungi dan menetap di negara-negara Muslim supaya secara langsung dapat berinteraksi dengan para ulama, Goldziher juga berkunjung ke Syria dan Mesir pada 1873-1874. Di Mesir, ia dikenalkan oleh Dor Bey,seorang pejebat keturunan Swiss yang bekerja di Kementrian Pendidikan Mesir. Melalui Dor Bey,Goldziher diperkenalkan kepada Riyad Pasha, Menteri Pendidikan Mesir. Setelah berkenalan beberapa lama dengan menteri pendidikan Mesir, Goldziher mengemukakan hasratnya untuk belajar di Universitas al-Azhar. Atas rekomendasi Riyad Pasha lah, Syakhul al-Azhar, 'Abbasi,Mufti Masjid al-azhar terbujuk. Setelah bertemu dengan Goldziher yang saat itu mengaku bernama Ignaz al-Majari(Ignaz dari Hungaria) dan mengaku dirinya "Muslim" (namun dalam makna percaya kepada Tuhan yang satu, bukan seorang musyrik) , serta dengan kelihaiannya berdiplomasi, maka Goldziher bisa "menembus" al-Azhar. Ia menjadi murid beberapa masyayikh al-Azhar,seperti Syaikh al-Asmawi, Syaikh Mahfudz al-Maghribi, Syaikh Sakka dan beberapa syaikh al-Azhar lainnya.

Setelah sukses "bersandiwara," Goldziher kembali ke Budapest. Ia menjabat sebagai Sekretaris Zionis Hungaria. Bagaimanapun, kajian tentang Islam lebih mewarnai kehidupannya dibanding keterlibatannya di bidang politik. Goldziher menulis banyak karya tentang studi Islam. Ia menulis misalnya, Muhammedanisnche Studien (Studi Pengikut Muhammad, 2 jilid,1889-1890); Die Riechtungen der islamischen Koranauslegung (Mazhab-Mazhab Tafsir dalam Islam,Leiden,1920) dan masih banyak lagi karya lainnya.

Goldziher adalah orientalis yang mempunyai pemikiran di antaranya menolak kebenaran Hadits. Baginya hadits itu tidak ada yang otentik. Sebabnya, tidak ada bukti empiris yang menunjukan bahwa hadits yang beredar memang pada awalnya berasal dari Muhammad. Dalam pandangan Goldziher, yang telah terjadi adalah "back Projection." Maksudnya, para perawi hadits meriwatkan haditsnya dengan mengatas namakan Muhammad, padahal Muhammad sendiri tidak mengatakan itu.

Selain itu juga, Goldziher juga menegaskan, hadits itu palsu karena diriwayatkan untuk kepentingan politis dan ideologis dari kaum Muslimin yang sudah terpecah-pecah. Ia juga menyatakan, keliru kalau hukum Islam bersumber dari al-Qur'an dan hadits. Kekeliruan tersebut terletak karena mengandaikan sebelumnya pada zaman Muhammad, kedua-duanya sudah tersedia. Bagaimanapun, kondisi sebenarnya, dalam pandangan Goldziher, sama sekali tidak tersedia. Bagi Goldziher, hadits baru mulai dihimpun pada abad ke-3 Hijriah, 200-300 tahun setelah kematian Muhammad, baru hadits itu ada dalam bentuk tulisan.

Pendapat Goldziher sangat naif. Bukti empiris menunjukkan, hadits telah dihimpun dan tertulis sejak awal abad pertama Hijriah. Dalam kajiannya yang intensif, almarhum Muhammad Hamidullah, seorang sarjana Muslim terkemuka, telah menunjukkan bahwa Abu Hurairah, (m 677/58 H) misalnya telah menghimpun hadits-hadits dari Rasullah saw.

Muhammad hamidullah telah megkaji hadits-hadits yang ditulis oleh murid Abu Hurairah, yaitu Hammam bin al-Munabbih (m. 719/101 H). Manuskrip-manuskrip Hammam bin al-Munabbih ada di Damaskus dan Berlin. Menurut Muhammad Hamidullah, tulisan (koleksi) tentang hadits sudah tersebar sejak awal abad pertama Hijriah. Bukhari mendapat hadits dari buku yang memuat koleksi hadits gurunya 'Abd al-Razzaq, yaitu al-Musannaf. Abd al-Razzaq mendapatkan hadits-hadits tersebut dari yang memuat koleksi hadits gurunya, yaitu Ma'mar bin Rashid (m. 87/212 H), yang dikenal dengan al- Jami. Ma'mar adalah murid Hammam bin Munabbih. Jadi, jika bukti empiris yang dituntut, maka bukti tersebut sudah tersedia pada abad pertama Hijriah, yaitu himpunan tulisan hadits yang ada pada buku Hammam bin Munabbih. Oleh sebab itu, pendapat Goldziher telah terbantahkan.

Selain itu, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in dan seterusnya juga sangat hati-hati dalam meriwayatkan hadits. Para ulama telah mengklasifikasikan hadits dan menggolongkan dengan kategori dhaif,mawdhu',mudallas, munqati' dan seterusnya. Para ulama dalam bidang hadits juga telah mengembangkan ilmu-ilmu yang berpangkal pada sanad seperti rijal al-hadits, ilmu tabaqat al-ruwat, ilmu Tarikh Rijal al-Hadits, Ilmu Jarh wa al-Ta'dil dan ilmu-ilmu yang berpangkal pada matan seperti Ilmu Gharaib al-Hadits, Ilmu Asbab Wurud al-Hadits, Ilmu Tawarikh al-Mutun, Ilmu Talfiq al-Hadits dan ilmu yang berpangkal pada sanad dan matan seperti Ilmu 'Ilali al-Hadits.

Jadi pengingkaran terhadap hadits jelas naif. Selain bukti-bukti empiris yang menunjukkan, tulisan hadits telah dihimpun pada abad pertama hijriah, para perawi hadits juga telah disaring untuk diterima riwayatnya. Bahkan metodologi hadits yang telah dirangkum oleh para pakar hadits merupakan metodologi yang unik. Sebuah hadits diterima jika rawinya bersifat 'adil , sempurna ingatannya, sanadnya tidak terputus, hadits itu tidak cacat ('ilat) dan tidak janggal. Keadilan seorang rawi, dalam pandangan Ibn al-Sam'ani adalah selalu memelihara perbuatan taat dan menjauhi maksiat, menjauhi dosa-dosa kecil yang dapat menodai agama dan sopan santun, tidak melakukan perkara-perkara mubah yang dapat menggugurkan iman dan kepada qadar dan mengakibatkan penyesalan serta tidak mengikuti pendapat salah-satu mazhab yang bertentangan dengan dasar syara'.

Jadi,kriteria yang ditetapkan oleh para ulama hadits begitu ketat. Kebenaran suatu hadits bukan saja ditentukan oleh isi namun juga oleh ahlak. Biarpun isinya benar, namun jika buruk ahlaknya, maka periwatan hadits tersebut akan ditolak. Memasukkan moralitas ke dalam struktur ilmu merupakan keunikan tersendiri dalam bangunan struktur keilmuan Islam.

Kajian mereka tidak akan terkait dengan moralitas mereka sendiri apalagi dengan keimanan. Pengetahuan mereka kepada Islam seharusnya menyadarkan mereka kepada kebenaran Islam. Namun para orientalis justru dengan pengetahuan kepada Islam, semakin menjauhkan diri mereka kepada kebenaran. Dengan perkataan lain, kritikan Goldziher terhadap Islam merupakan upaya untuk "menghibur diri" bahwa agama Yahudi adalah lebih banar. Padahal jika Islam dikritik, maka kritikan sama bahkan lebih tajam terlebih dahulu harus ditujukan kepada Yahudi dan Kristen


Oleh : Adnin Armas,MA
Al-Mujtama edisi 11 Th1/9 Rabiul Awwal 1430H


Tuesday, April 14, 2009

Ebook Membuat Theme Blogspot

Saat ini membuat website atau situs sangat mudah sekali,tidak perlu lagi mengetahui PHP,HTML, CSS maupun Mysql. Hanya dalam hitungan beberapa menit saja website yang kita inginkan langsung jadi, karena banyak sekali software yang beredar telah menyediakan buat kita untuk menggunakannya. Salah satu software CMS yang cukup terkenal yaitu wordpress. Disamping wordpress saingan terberatnya yaitu blogspot.

Dengan blogspotpun Anda dapat membuat website dalam hitungan beberapa menit langsung jadi. Yang jadi permasalahan buat kita yang ingin menampilkan website yang bagus dan rapih untuk dilihat banyak orang. Karena kalau kita menggunakan theme yang standart yang ada di blogspotpun kurang memenuhi keinginan kita. Mungkin salah satu jalan kita mendownload theme-theme yang bagus dan free untuk kita gunakan pada website kita. Walaupun demikian pasti kita ingin bisa mengubah theme-theme tersebut yang sesuai dengan keinginan kita. Apalagi website yang akan kita tampilkan untuk mencari dollar, pastilah menampilkannya sebaik mungkin.

Nah bagi pembaca yang ingin mengetahui cara membuat theme dan bagaimana merubah template-template yang ada bisa mendownloadnya di www.bloggerbuster.com milik Mrs. Amanda atau juga bisa mendownloadnya di blog ini:

1. Ebook Template Blogger download disini
2. Ebook A Cheat's Guide To Customizing Blogger Template disini

Wednesday, April 1, 2009

Jahe Minuman Surga

"Di dalam surga,mereka diberi segelas minuman yang campurannya jahe" (Al-Insan[76]:17).Bagi kita yang hidup di Indonesia,rempah-rempah yang disebut jahe ini tentu tidak asing lagi. Disamping lazim digunakan sebgai bumbu masak,sari jahe jika diseduh dengan air panas dan di tambah sedikit pemanis,maka jadilah minuman yang sedap dan menghangatkan.

Tentu,akar rimpang tercatat dalam Al-Qur'an dan disebut "minuman surga" ini,diminati bukan hanya karena kelezatannya. Lebih dari itu, Allah Subhanahu wa Ta'ala (SWT) telah menciptakan jahe sebgai rempah kaya akan kandungan kimia yang bermanfaat bagi nutrisi dan obat-obatan.

Para ulama, sudah mengenal sejak lama bahwa jahe bisa digunakan sebagai obat beberapa penyakit. Dalam Al Adab As Syar'iyah (3/28),Ibnu Muflih Al hanbali (763H) menjelaskan bahwa rempah-rempah yang popule di dunia Arab dengan sebutan zanjabil ini bisa menghilangkan gangguan pencernaan yang disebabkan jumlah udara gas yang berlebihan di dalam perut.Selain itu,juga mengurangi resiko yang disebabkan oleh makanan yang beku dan kenyal,serta membantu memudahkan proses pencernaan.

Pandangan para ulama itu juga diakui oleh dunia farmasi modern.Dalam British Journal of Anaesthesia vol.84 (2006) disebutkan bahwa untuk mengatasi mual dan muntah,jahe bisa dihandalkan. Karena jahe mampu memblok serotonim, yakni senyawa yang menyebabkan perut berkontraksi.Juga kandungan gingeros yang ada dalam jahe bisa digunakan sebagai peringan rasa sakit.

Bahkan dalam British journal of Nutrition vol.96 (2006),beberapa ahli biologi Universitas Kuwait menjelaskan hasil percobaan mereka.Hasilnya,rempah-rempah yang memiliki nama latin Zingiber offcinale ini amat bermanfaat bagi penderita penyakit diabetes militus,karena bisa menurunkan glukosa,kolesterol, dan kadar protein dalam air seni secara signifikan.

Secara ilmiah juga,jahe terbukti mampu melawan bakteri escherichia coli,penyebab penyakit diare, yang telah dibuktikan beberapa ilmuwan dari Departemen Mikrobiologi Cina,yang dimuat dalam Jurnal Agricultural and Food Chemistri, vol 55 (2007).

Dalam tradisi pengobatan herbal di negeri ini,jahe yang dilumatkan sering digunakan sebagai pertolongan pertama terhadap luka akibat gigitan ular berbisa.Walhasil, Allah SWT telah memberikan banyak nikmat dan manfaat kepada manusia lewat rempah ini.

(Hidayatullah:Edisi 12 April 2009/ Rabiul Tsani 1430 H)




Monday, March 30, 2009

Belajar Bahasa Arab

Mempelajari bahasa Arab pada saat ini cukup mudah sekali kalau dibandingkan dengan keadaan masa-masa sebleumnya. Coba saja Anda bayangkan bagaimana sulitnya menghapal Ad-jurumiyah dan matan-matannya. Tapi berbeda sekali dengan masa sekarang, banyak buku-buku yang membahas gramatika bahasa Arab (Nahwu/Shorof) seperti buku "Belajar Cepat Tata Bahasa Arab" yang ditulis oleh Akhmad Munawari. Dengan pengalaman mengajarkan bahasa Arab, si penulis memberikan petunjuk dan contoh yang mudah dipahami oleh pembaca yang awam sekalipun bahkan untuk mereka yang hendak belajar sendiri (otodidak).

Dan untuk Anda yang ingin belajar melalui internet pun pada saat ini sumbernya cukup banyak diantaranya yaitu www.badar.muslim.or.id. Situs ini mengkhususkan belajar bahasa Arab langkah per langkah yang memudahkan bagi siapa saja yang ingin belajar bahasa Arab.Di samping itu penjelasan dari setiap materi pelajaran dijelaskan juga dengan audio (suara) yangberbentuk mp3 dan juga penjelasan tersebut bisa kita download. Bagi pembaca yang tidak jelas dalam setiap materi yang dipaparkan bisa bertanya langsung dengan menuliskan pertanyaan di kolom komentar.

Nah, dengan menguasai bahasa Arab, Insya Allah kita bisa memahami ajaran Islam secara menyeluruh mulai dari Akidah, Alquran, Hadist Fiqih,Tasauf dan ilmu-ilmu lainnya yang berhubungan dengan ilmu-ilmu keIslaman. Dan untuk bisa menguasai bahasa Arab,kita harus berusaha keras untuk terus belajar dan fokus serta semangat dan kesabaran juga pantang putus asa. Insya Allah dalam beberapa tahun kedepan kalau kita istiqomah,kita akan bisa membaca kitab-kitab kuning yang merupakan sumber ilmu keislaman dan warisan para ulama. Dan sebagai penutup dari tulisan ini, saya mendapatkan ebook pelajaran bahasa arab yang bisa didowload oleh siapa saja silahkan donwoad di sini.

Wednesday, March 18, 2009

Laut Mati

Laut mati adalah lokasi hancurnya kaum Luth.Dalam Alquran banyak sekali cerita-ceita tentang umat-umat terdahulu.Seperti kisah Nabi Adam AS dan istrinya (Hawa),kisah Nabi Nuh dan umatnya yang ditenggelamkan,kisah Nabi Ibrahim dan hancurnya berhala-berhala yang menjadi sesembahan umatnya,hancurnya umat Nabi Hud (kaum 'ad),umat (penghuni gua), dan kisah Nabi Yunus yang dimakan ikan paus.

Kisah-kisah itu diceritakan kembali dalam Alquran tujuannya agar umat Islam bisa mengambil hikmah dan pelajaran. Dari berbagai peristiwa itu,hendaknya umat Islam tidak melakukan hal yang sama, yang membuat Allah SWT menjadi murka.

Salah satu kisah dalam Alquran yang harus menjadi pelajaran umat manusia adalah kisah umat Nabi Luth AS dihancurkan karena mereka melakukan perbuatan seksual dengan sesama jenis (homoseksual).Walaupun sudah diperingatkan oleh Nabi Luth,namun umatnya tak mau menuruti perintah tersebut,hingga Allah menimpakan azab terhadap mereka.

Kisah diazabnya umat Nabi Luth AS terdapat dalam surat Al Anbiya:74-75,Hud:82-83, dan Al Qamar:33-38.Kisah kehancuran umat Luth AS ini juga diceritakan dalam kitab Perjanjian Lama.

Laut Mati
Dalam berbagai penelitian yang dilakukan, peristiwa atau lokasi kejadian diazabnya umat Luth AS ini adalah di kota Sodom,di daerah yang sekarang dikenal Laut Mati atau danau Luth yang terletak di perbatasan antara Israel dan Yordania.

Berikut ini sekelumit cerita mengenai dihancurkannya umat Nabi Luth tersebut dalam Alquran."Mengapa kamu mendatangkan jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang melampaui batas"(QS Asy-Syu'araa[26]:165-166)

Ajakan Nabi Luth ini justru ditolak oleh umatnya. Bahkan tatkala Allah SWT mengutus dua malaikat dalam wujud manusia kepada Nabi Ibrahim dan Luth (QS Adz-Dzaariaat[51]:32, Hud[11]:62-81, mereka malah meminta Luth untuk menyerahkan kedua tamunya itu untuk dinikahkan kepada mereka. Lalu, Allah menghancurkan umat Luth ini akibat perbuataanya.

Dalam surat Hud ayat 82 dijelaskan,umat Nabi Luth ini dihancurkan dengan cara bumi mereka dijungkirbalikkan (yang atas ke bawah dan bawah ke atas) lalu dihujani dengan batu belerang yang terbakar secara bertubi-tubi.Selama ribuan tahun terkubur,kini jejak atau sisa-sisa kehancuran umat Nabi Luth ini berhasil ditemukan oleh para ahli akeologi si sekitar Laut Mati.

Awalnya,penelitian dilakukan oleh William Albright, seorang ahli purbakala pada 1924 di sekitar Laut Mati. Beberapa orang yang bersama William Albright mencari keberadaan sisa-sisa Kota Sodom dan Gomorah,hingga akhirnya mereka menemukan situs purbakala Bab-Edh-dhra (dibaca:Badhedra).

Bab-edh-dhira adalah makam terbesar khas zaman perunggu yang mereka gali,panjangnya 15 meter dan lebarnya 7 meter. Di sini juga mereka menemukan makam berisi perhiasan emas dan menggali lebih 700 tembikar yang merupakan hadiah penguburan, termasuk tempat parfum kecil dan banyak benda lain, seperti kain.Menurut William Albright, makam ini telah digunakan selama 1000 tahun lamanya, dari zaman Ibrahim hingga penghancuran kota Sodom,tempat kehidupan Nabi Luth dan umatnya.

Keberadaan umat Nabi Luth di sekitar laut mati ini diperkuat dengan ulasan Natonal Geographic edisi Desember 1957."Gunung Sodom,tanah gersang dan tandus muncul secara tajam di atas Laut Mati. Belum pernah seorangpun menemukan Kota Sodom dan Gomorah yang dihancurkan,namun para akademisi percaya bahwa mereka berada di Lembah Siddin yang melintang dari tebing terjal ini. Kemungkinan air bah dari Laut Mati menelan mereka sete lah gempa bumi.

Setelah sekian lama tak ada kabarnya tentang keberadaan umat Nabi Luth, ahli purbala lainnya,Paul Lapp dan Thomas Schaub,melakukan penggalian kembali di sekitar Laut Mati pada 1967.Dan kemudian, penggalian diteruskan oleh Werner Keller, seorang ahli arkeologi asal Jerman di sekitar Laut Mati.

Dengan merujuk pada keterangan Alquran mengenai dijungkirbalikkannya kota tempat kediaman umat Nabi Luth,Werner Keller menyatakan:"Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis melewati daerah ini,Lembah Siddim,termasuk Sodom dan Gomorah,dalam satu hari terjerumus ke kedalaman.Kehancuran mereka terjadi melalui sebuah peristiwa gempa bumi dasyat yang mungkin disertai dengan letusan petir,keluarnya gas alam serta lautan api".

Werner percaya bahwa umat Nabi Luth dihancurkan melaui sebuah gemapa bumi yang sangat hebat.Peristiwa tersebut dilukiskan dengan keterangan Alquran surah Asy-Syu'araaa ayat 173."Kami menghujani mereka dengan batu belerang sebagaimana tanah liat yang terbakar terbakar secara bertubi-tubi." Berkaitan dengan hali ini, Wernwer Keller menulis: "Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanik yang telah tertidur lama sepanjang patahan. Dilembah yang tinggi di Jordania dekat Bashan masih terdapat kawah yang menjulang dari gunung api yang sudah mati;bentangan lava yang luas dan lapisan basal yang dalam yang telah terdeposit pada permukaan batu kapur.

Tanda-tanda nyata yang disampaikan oleh Danau Luth tentu sangat menarik.Umumnya,kejadian yang diceritakan dalam Alquran terjadi di Jazirah Araba,dan Mesir. Tepat di tengah-tengah semua kawasan ini terletak Danau Luth,serta sebagian peristiwa yang terjadi di sekitarnya,patut mendapat perhatian secara geologis.Danau tersebut diperkirakan berada 400 meter di bawah permukaan Laut Tengah. Karena lokasi terdalam dari danau tersebut adalah 400 meter, dasarnya berada di kedalaman 800 meter di bawah Laut Tengah.Inilah titik yang terendah di seluruh permukaaan bumi.Di daerah lain yang lebih rendah dari permukaan laut,paling dalam adalah 100 meter.

Sifat lain dari Danau Luth adalah kandungan garamnya yang sangat tinggi,kepekatannya mencapai 30 persen.Oleh karena itu, tidak ada organisme semacam ikan atau lumut yang hidup di danau ini.Hal inilah yang menyebabkan Danau Luth dalam literatur-literatur barat lebih sering disebut sebagai "Laut Mati".

Kejadian yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam Alquran berdasarkan perkiraaan terjadi sekitar 1800 SM, Berdasarkan pada penelitian arkelogis dan geologis,peneliti Jerman,Werner Keller mancatat bahwa Kota Sodom dan Gomorah benar-benar berada di Lembah Siddim yang merupakan daerah terjauh dan terendah dari Danau Luth, dan bahwa pernah terdapat situs yang besar dan dihuni di daerah itu.

Konon,jika seseorang bersampan (mendayaung) melintasi Danau Luth ke titik paling utara dan matahari sedang bersinar pada arah yang tepat,ia akan melihat suatu yang sangat menakjubkan.Pada jarak tertentu dari pantai dan jelas terlihat di bawah permukaaan air, maka akan
tampaklah gambaran bentuk hutan yang diawetkan oleh kandungan garam Laut Mati yang sangat tinggi.Batang dan akar di bawah air yang berwarna hijau berkilauan tampak sangat kuno.Lembah Siddim, di mana pepohonan ini dahulu kala bermekaran daunnya menutupi batang dan ranting merupakan salah satu tempat terindah di daerah ini.Keindahan Laut Mati ini dilukiskan seperti "like the garden of God".

Republika(Ahad,15 Maret 2009)

















 

Design by Amanda @ Blogger Buster