[www.eramuslim.com]
IT,Ilmu-ilmu Alquran,Berita aktual,Penulisan,Pengalaman
Tuesday, September 6, 2011
Fakta Unik: Sebelum Turun Imam Khomeini, Di Iran Belum Wajib Shalat Jum'at
[www.eramuslim.com]
Posted by Muhamad Ali at 11:50 AM 0 comments
Monday, September 5, 2011
'Adalah Sahabat, Tanggapan Atas Artikel Jalaluddin Rakhmat: Sahabat dalam Timbangan Al-Qur’an (1)
Ditulis Oleh: Abdul Hayyie Al-Kattani
Pendahuluan
Salah Paham Tentang Konsep 'Adalah Sahabat.
Apakah ada alternatif selain itu untuk mengetahui riwayat otentik dari Nabi SAW?
قال الشيخ الصدوق 4242: وروى عبد الله بن ميمون عن أبي عبد الله ، عن أبيه عليهما الصلام قال : ":ان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وآله بتبوك يعبون الماء ، فقال رسول الله صلى الله عليه وآله : اشربوا في أيديكم فإنها من خير آنيتكم " . ( من لا يحضره الفقيه ج 3 ص 353)
Konsep 'Adalah Sahabat Menurut Ulama.
لا تلعنوه، فو الله ما علمت إنه يحب الله ورسوله
"Jangan kalian laknat dia, Karena demi Allah, aku tahu dia mencintai Allah dan Rasul-Nya."
Al-Alusi berkata dalam kitab Al-Ajwibah Al-'Iraqiyah, hal. 23-24:
Sedangkan Abu Hamid Al-Ghazali berkata dalam kitab Al-Mustashfa, hal. 189-190 sebagai berikut:
Posted by Muhamad Ali at 3:50 PM 0 comments
Friday, January 14, 2011
Cara mudah mendapat kan dollar
Posted by Muhamad Ali at 6:04 PM 0 comments
Wednesday, September 22, 2010
Tata Cara Shalat Jenazah
Niat, ketika mengucapkan takbir di niat dalam hati seperti "Sengajaku aku sholat atas mayat ini empat takbir fardhu kipayah mengikut imam karena Allah". Untuk Mayat laki-laki
Takbir kedua membaca shalawat atas nabi Muhammad saw.
Takbir keempat doa untuk si mayat dan orang yang menyalatinya, untuk mayat laki-laki :
Sedangkan untuk mayat wanita :
Setelah itu mengucapkan salam sambil menengok ke kanan dan ke kiri.
Posted by Muhamad Ali at 10:53 AM 3 comments
Monday, September 20, 2010
Menghapus Virus Folder menjadi Shorcut
Virus ini biasanya tidak berbahaya hanya menghidden (menyembunyikan) folder dan files. Cara penanganannya adalah sebagai berikut :
- Update segera anti virus anda sesegera mungkin.
- Setelah itu scan seluruh hard disk yang ada di komputer Anda termasuk systemnya.
- Setelah terdeteksi semua virusnya, hapus saja semuanya. Sayasendiri menggunakan anti virus Free Antivirus Avira.
- Pada langkah berikutnya yaitu menampilkan semua folder dan file dengan cara dari start -> run->ketik cmd dan akan muncul c promt (c>). Setelah itu ketik attrib -s -h f:*.* /D /S Selanjutnya akan muncul semua folder dan files yang tersembunyi tersebut di flask di drive F. Langkah berikutnya kita hapus semua shorcut -shorcut tadi yang ada di Flask disk kita. Selamat mencoba semoga berguna bagi yang memerlukannya.
Posted by Muhamad Ali at 10:38 AM 0 comments
Tuesday, September 7, 2010
Driver Sound P4P800 MX
- Download file SoundMAX.part1.rar, SoundMAX.part2.rar, SoundMAX.part3.rar dari websitenya asus langsung.
- Rename file SoundMAX.part1.rar menjadi SoundMAX.part1.zip. Caranya dari menu start->Run->ketik cmd dan akan masuk ke dos prompt (c>).Setelah itu masuk ke direktory file driver tersebut disimpan dalam contoh ini di c:/driver.Lalu lakukan perintah rename file ( c:/driver>rename SoundMAX.part1.rar SoundMAX.part1.zip. Setelah berhasil melakukan hal ini lalu keluar dari mode dos ini dengan mengetikkan perintah exit.
- Selanjutnya jalankan file yang tadi kita rename tersebut yakni file yang bernama SoundMAX.part1.zip dan menghasilkan sebuah folder yang bernama SoundMAX.Setelah selesai menjalankan file ini maka akan ditanyakan file lanjutannya yakni file SoundMAX.part2.zip.Disini harus diperhatikan bahwa file SoundMAX.part2.rar dan SoundMAX.part3 harus dijalankan lebih dahulu dan diextrak ke direktory yang kita kehendaki dalam contoh ini di c:/driver dan menghasilkan file SoundMAX.part2.zip dan SoundMAX.part3.zip.Ketika komputer meminta file lanjutannya file SoundMAX.part2.zip maka yang kita pilih file SoundMAX.part2.rar (harap diperhatikan) bukan file SoundMax.part2.zip walaupun yang diminta tersebut begitu juga berikutnya.
- Setelah selesai akan menghasilkan sebuah folder yang bernama SoundMAX yang terdiri dari 4 folder yaitu Linux, NT40,Windows,Windows2003.Lalu saya membuka folder windows dan saya jalankan file setup. Sehingga akhirnya saya berhasil bisa mendapatkan sound untuk mendengar musik dan sebagainya.
- Nah setelah saya berikan keterangan diatas dengan panjang lebar, inilah hasil file SoundMax yang pembaca bisa langsung download dan gunakan untuk install device sound Anda pada mainbaord Asus P4p800 MX. Bisa di download disini.
Posted by Muhamad Ali at 8:59 AM 3 comments
Tuesday, June 22, 2010
Dikubur 26 Tahun Jasad KH. Abdullah Masih Utuh
“Saya sudah beberapa kali melihat proses pemindahan kuburan di Karet Bivak, Jakarta Pusat. Persiapannya memang seperti itu,” kata Achmad Fathi, anak ketiga Kiai Abdullah.
Namun semua perlengkapan itu akhirnya tidak terpakai. Soalnya, ketika makam yang berusia 26 tahun digali, pemandangan aneh terjadi. Jasad Kiai Abdullah ternyata masih utuh. Begitu juga dengan kain kafan dan kayu penutup jenazah. Tidak ada tanda-tanda bekas gigitan rayap atau binatang tanah di kafan maupun di kayu kamper tersebut.
Sementara Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah, yang mengangkat jenazah ayahnya dari liang lahat mengaku sempat kaget. Soalnya kondisi jenazah hampir sama seperti saat dikuburkan, 22 Oktober 1983 silam. “Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu.
Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih” jelas Mukhtar.
Mukhtar dan keluarganya semakin kaget, jenazah juga beraroma harum yang menyerbak. Wanginya, kata Mukhtar, tidak seperti parfum-parfum yang ada di toko-toko minyak wangi. Teriakan takbir pun langsung terdengar dari orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut.
Yang juga dirasa aneh oleh keluarga, ribuan warga tiba-tiba berdatangan mengikuti prosesi pemindahan jenazah. Padahal keluarga tidak memberi pemberitahuan kepada warga maupun murid-murid Kiai Abdullah. Mereka tiba-tiba saja datang.
“Awalnya pemindahan jenazah itu hanya dilakukan keluarga. Paling hanya 20 orang. Tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba saat jenazah digali orang-orang sudah banyak berkumpul,” ujar Mukhtar.
Saking banyaknya orang yang datang, imbuh Mukhtar, mobil dan motor pelayat yang terparkir di sisi jalan Benda, panjangnya mencapai 5 kilometer sehingga membuat kemacetan yang luar biasa di jalan tersebut.
Beberapa warga yang ditemui detikcom menuturkan, sebelum proses pemindahan jenazah, sebenarnya tanda-tanda keanehan sudah muncul terkait rencana pemindahan makam tersebut. Sebab saat alat berat
ingin menghancurkan musala dan bangunan makam, tidak bisa berfungsi. Beberapa kali alat pengeruk dari mobil beko patah ujung kukunya.
Karena kejadian itu, pihak kontraktor pelebaran jalan menunda pembongkaran yang rencananya akan dilakukan pada Januari 2009 itu. Pembongkaran baru bisa dilanjutkan awal Agustus setelah ada kesepakatan dengan keluarga. Salah satunya soal cara pembongkaran musala dan makam itu, yakni dengan hanya menggunakan palu dan linggis. Bukan pakai alat berat.
Keluarga Kiai Abdullah sebenarnya menyayangkan kalau musala itu dibongkar. Sebab musala yang telah ada sejak puluhan tahun lalu itu sangat dibutuhkan warga setempat untuk beribadah.
Musala yang berdiri di atas tanah wakaf itu sejak dibangun Kiai Abdullah tahun 1950-an sudah mengalami beberapa pemugaran dan pelebaran. Hingga menjadi semakin luas dan bangunannya menjadi permanen.
Namun pada 2007, Pemkot Tangerang ternyata punya rencana melakukan pelebaran jalan Benda, Juru Mudi, Batu Ceper, yang berada di sepanjang Sungai Cianjane. Musala dan makam itu kebetulan berada di lokasi yang akan dijadikan akses jalan sehingga terpaksa harus digusur.
Tanah yang akan digusur dihargai Rp 500 ribu per meter. Harga itu belum termasuk bangunan yang akan dibongkar. Tapi keluarga Kiai Abdullah menolak pemberian uang pengganti. Pasalnya , tanah tempat musala dan makam itu merupakan tanah wakaf yang tidak boleh diperjualbelikan.
Pihak keluarga hanya meminta Pemkot membangun kembali musala di sekitar wilayah Juru
Mudi, supaya warga setempat mudah kalau ingin beribadah. “Sepeser pun kami tidak menerima uang penggantian. Biaya pemindahan jenazah saja kami tanggung sendiri, sekalipun Pemkot sudah menawarkan” jelas Mukhtar, anak sulung Kiai Abdullah.
Kini jenazah Kiai Abdullah dimakamkan di depan pekarangan rumah Achmad Fathi, yang berjarak hanya 15 meter dari lokasi pemakaman sebelumnya. Di areal pemakaman baru itu terdapat tiga makam, yakni makam KH Abudullah bin Mukmin, makam istri keduanya Maswani, serta makam putra keduanya yang bernama M Syurur.
Rencananya, areal makam itu akan diperluas lantaran setiap hari banyak orang yang datang untuk berziarah, terutama setelah tersiar kabar jasad Kiai Abdullah masih utuh meski dikubur selama 26 tahun. Bahkan untuk memudahkan para peziarah, keluarga bermaksud membangun musala di samping areal makam.
KH.Abdullah (paling kiri) saat menuntut ilmu di MekkahLahan seluas lapangan bulutangkis itu kini hanya tinggal puing-puing. Dulu di lahan tersebut berdiri sebuah musala yang diberi nama An-Najat. Di musala itu KH. Abdullah memberikan pengajian kepada murid-muridnya, sejak tahun 1950-an.
Nama Kiai Abdullah kini ramai menjadi perbincangan di Tangerang karena jasadnya yang sudah dikubur selama 26 tahun ternyata masih utuh bahkan bau wangi. Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih.
Sepanjang hidupnya, Kiai Abdullah banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan mengajar agama. Menurut Achmad Fathi, putra Kiai Abdullah, sewaktu muda Kiai Abdullah sempat dibimbing Kiai Mursan, seorang ulama yang tinggal di kampung Blenduk, Batu Ceper, Tangerang, yang letaknya sekitar 2 kilometer dari kediamannya.
Setelah 5 tahun menuntut ilmu di Kiai Mursan, pria kelahiran 16 Desember 1919 itu kemudian diperintah KH Marsan untuk menambah ilmu di Darul Ulum, Mekkah, Arab Saudi. Di sana ia belajar selama kurang lebih 7 tahun.
Kiai Abdullah akhirnya pulang ke tanah air setelah gurunya, Syekh Yasin, asal Padang, Sumatera Barat, memintanya pulang ke Indonesia, untuk menularkan ilmunya kepada masyarakat, khususnya di wilayah Batu Ceper, Tangerang.
“Ayah saya diperintahkan pulang untuk mengajar oleh Syekh Yasin, saat perang dunia ke II (1939-1945),” jelas Achmad Fathi saat ditemui detikcom.
Sesuai perintah gurunya, Kiai Abdullah kemudian mulai memberikan pengajian di sekitar rumahnya. Sistem pengajaran yang dilakukan Kiai Abdullah bukan model pesantren melainkan berbentuk majelis.
Lokasi pengajian dilakukan di Musala An-Najat sejak beduk Magrib hingga jam sembilan malam. Usai pengajian, biasanya murid-murid bermalam di musala dan pulang selepas
salat Subuh berjamaah.
Materi pengajian yang diajarkan Kiai Abdullah berupa ilmu Fiqih (hukum) maupun tafsir Al Quran. Adapun kitab-kitab yang diajarjakan, antara lain, Jurmiyah, Nahwu, Shorof, Fathul Qorib, Fathul Muin, maupun tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaludin As-Suyiti.
Saat mengajar, sang kiai dikenal sangat tegas. Namun meski dikenal galak dalam mengajar, murid-muridnya justru semakin hari semakin bertambah. Mereka umumnya datang dari daerah Batu Ceper dan wilayah Tanggerang.
Selain mengajarkan ilmu agama, Kiai Abdullah juga mengajarkan murid-muridnya cara bercocok tanam. Saat siang hari biasanya murid-muridnya bekerja di sawah maupun kebun pepaya milik Abdullah. “Murid-murid kalau siang hari ditugasi mengelola sawah dan kebun milik keluarga kami,” jelas Achmad Fathi.
Kesolehan dan ilmu yang mumpuni yang dimiliki Kiai Abdullah lama-lama tersiar ke seantero Tangerang. Itu sebabnya, Pemda Tangerang pada tahun 1973 memintanya untuk menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Tengerang.
Namun sekalipun telah bekerja di pemerintahan, sikap sederhana dan rendah hati tetap melekat dalam diri Kiai Abdullah. Setiap bekerja ia hanya menggunakan sepeda ontel. Jarak antara rumahnya ke Pengadilan Agama Tangerang berjarak sekitar 10 kilometer.
“Kata bapak hidup sederhana dan apa adanya merupakan perintah Nabi Muhammad SAW. Karena itu selama hidup bapak tidak mau hidup secara berlebih-lebihan,” jelas Abdul Zibaki, anak Kiai Abdullah Lainnya.
Selama hidup Kiai Abdullah memiliki tiga orang istri, yakni Rohani, Maswani, dan Romlah. Ia pertama menikah dengan Rohani, yang merupakan putri gurunya, KH Mursan, sekitar tahun 1945. Dari pernikahannya dengan Rohani, dikarunia dua orang anak. Namun tidak lama setelah melahirkan anak kedua, Rohani meninggal dunia.
Selang dua tahun kemudian Kiai Abdullah menikah lagi dengan Maswani, yang merupakan tetangga rumahnya. Dari Maswani, Kiai Abdullah dikaruniai 5 orang anak. Dan lagi-lagi istri keduanya ternyata pergi menghadap Sang Pencipta lebih dulu darinya. Maswani wafat tahun 1980.
Setelah kematian istri keduanya Kiai Abdullah sebenarnya tidak mau menikah lagi. Namun karena desakan anak-anaknya, ia akhirnya menikah dengan Romlah, warga tetangga Desa Juru Mudi. “Kami merasa kasian sama bapak karena tidak ada yang mengurusinya. Makanya kami mendesaknya untuk menikah lagi,” tutur Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah.
Namun dari pernikahannya dengan Romlah, Kiai Abdullah tidak dikaruniai anak hingga ia wafat pada 22 Oktober 1983. Kiai Abdullah meninggal dunia lantaran penyakit ginjal yang dideritanya. Sebelum meninggal ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Kiai Abdullah dimakamkan di belakang musala An-Najat berdasarkan wasiat yang disampaikannya kepada anaknya, Mukhtar sebelum meninggal. Sang kiai beralasan ingin dikubur di sana mengingat musala itu merupakan tempat perjuangannya pertama kali di dunia dakwah.
Musala tempatnya pertama kali mengajar seakan menjadi kenangan sendiri bagi Abdullah. Meskipun ia sebenarnya juga telah mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diberi nama Islahuddiniyah, sejak tahun 1970-an. Lokasi madrasah itu persis berada di depan rumah Kiai Abdullah.
Soal utuhnya jasad Kiai Abdulah setelah dikubur selama 26 tahun dikatakan salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Said Budairy sebagai karunia Allah. Menurutnya, jenazah itu dilindungi oleh Allah.
“Kejadian seperti itu sudah sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dan biasanya yang jasadnya seperti itu adalah orang-orang yang hafidz Alquran dan alim,” jelasnya.
Ditambahkannya, untuk melihat kealiman si jenazah bisa dilihat dari perjalanan hidup almarhum. “Dan kalau seperti yang saya dengar kiai itu sebagai orang yang ahli ilmu, itu sudah tidak salah lagi. Berarti kiai itu dilindungi Allah di dalam kuburnya,” imbuhnya.
Sementara Agus Hendratno, anggota Ikatan Ahli Geologi Yogyakarta mengatakan, dari teori geologi, memang bisa saja jasad manusia yang dikubur akan tetap utuh. Penyebabnya mungkin saja di dalam tanah itu tidak terdapat hewan organik yang bisa mengubah jasad manusia, seperti kulit dan daging menjadi tanah.
Menurut Agus, dalam peristiwa utuhnya jenazah Kiai Abdullah mungkin saja bisa disebabkan di liang lahat tidak terdapat hewan organik.
“Sebenarnya peristiwa utuhnya jenazah masuk lebih kepada urusan spiritual. Tapi kalau mau dikait-kaitkan ke dalam teori geologi, bisa saja di liang lahat itu tidak terdapat hewan organik,” urainya
Tapi, kata Agus, bila lokasi tanah yang berair dan lembab seperti di wilayah Batu Ceper, yang dikenal dahulunya merupakan daerah rawa-rawa, teori itu terbantahkan. Dengan kata lain Agus berpendapat jika peristiwa utuhnya jenazah Kiai Abdullah sangat unik dan di luar kebiasaan.
Sumber : Detik.Com
http://un2kmu.wordpress.com/2009/09/07/dikubur-26-tahun-jasad-masih-utuh/
Posted by Muhamad Ali at 12:38 PM 0 comments

