Monday, September 5, 2011

'Adalah Sahabat, Tanggapan Atas Artikel Jalaluddin Rakhmat: Sahabat dalam Timbangan Al-Qur’an (1)

Ditulis Oleh: Abdul Hayyie Al-Kattani

Apakah konsep tentang 'Adalah (kejujuran dan sifat keadilan serta dipercaya) Sahabat bermakna mensakralkan mereka? Dan menganggap mereka manusia-manusia suci yang tidak mungkin melakukan kesalahan? Atau memuja mereka seperti sesembahan?

Pendahuluan

Di Facebook, Dr. Jalaluddin Rakhmat mengundang saya untuk mengomentari tulisannya, sebagai berikut: "Posts another article about "Sahabat dalam Timbangan Al-Quran" and invite people who sacralize sahabat to comment, including Abdul Hayyi Al-Kattani and others."

Membaca kalimat di atas, saya tertegun sejenak: apakah konsep tentang 'Adalah Sahabat bermakna mensakralkan mereka? Dan menganggap mereka manusia-manusia suci yang tidak mungkin melakukan kesalahan? Atau memuja mereka seperti sesembahan?

Salah Paham Tentang Konsep 'Adalah Sahabat.

Di sini, saya melihat ada kesalah-pahaman tentang konsep 'adalah para sahabat. Sebenarnya konsep "'adalah sahabat" sederhana saja. Yaitu menilai diri para sahabat Nabi SAW. sebagai jalur penyampai yang bisa dipercayai bagi Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi SAW, serta seluk beluk kehidupan Nabi SAW, selama beliau hidup, bagi generasi berikutnya.

Hal tersebut tidak berarti memberikan penilaian mereka sebagai sosok yang ma’shum yang tak mungkin berbuat salah, tidak mungkin lupa, tidak mungkin berbuat dosa, atau melakukan suatu kemaksiatan. Mereka bisa saja melakukan semua itu. Karena sifat ma’shum atau terhindar dari dosa hanya dimiliki oleh Nabi SAW saja.

Secara logika, ini sangat diterima. Mengapa? Karena di mana pun di dunia ini, ketika orang ingin mengetahui sejarah dan catatan-catatan tentang kejadian sebelum kelahirannya, pasti memerlukan info dari orang yang hidup sebelumnya. Kita bisa saja lebih berpendidikan dari orang tua kita. Tapi kejadian-kejadian di tengah keluarga kita, sebelum kita lahir, atau ketika kita masih balita, pastilah mereka yang tahu. Sepintar dan sesuci apa pun kita melihat diri kita, tidak mungkin kita lebih tahu dari orang tua kita tentang semua kejadian sebelum kita lahir. Di sini, keinginan kita untuk mengetahui sejarah otentik keluarga kita atau masa-masa balita kita, harus meletakkan orang tua kita sebagai sumber informasi yang terpercaya. Kecuali jika mereka terbukti senang berdusta. Karena jika tidak, kemana lagi kita mesti mencari informasi tersebut?

Membatasi sumber informasi, membuat kita menghasilkan gambaran yang tidak otentik terhadap objek yang ingin kita ketahui.

Demikian juga dengan keinginan kita untuk mengetahui riwayat otentik Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Nabi SAW. Melalui siapa kita mengetahui semua itu? Tentu jawabnya adalah melalui para sahabat, isteri-isteri beliau dan anak-anak serta menantu beliau yang pernah mengalami hidup bersama beliau atau mendengar suatu riwayat dari beliau.

Di sini kita mesti meletakkan para sahabat sebagai sumber informasi atau riwayat otentik dari Nabi SAW. Kecuali jika orang tersebut terbukti pernah berdusta terhadap Nabi SAW, atau Nabi SAW sudah memberikan kata pasti bahwa si A adalah sosok yang tidak bisa dipercayai/munafik.

Apakah ada alternatif selain itu untuk mengetahui riwayat otentik dari Nabi SAW?

Orang bisa mengatakan: "Ada, yaitu lewat anak dan menantu serta keturunannya. Yaitu anak beliau, Fathimah Radhiyallahu ‘anha dan menantu beliau, Ali bin Abi Thalib serta kedua anak mereka, Hasan dan Husein. Karena merekalah Ahlu Bait yang masuk dalam hadits Kisaa’.”

Tapi nyatanya untuk mengetahui keutamaan (fadhail) diri mereka saja kita harus mengandalkan riwayat-riwayat dari para sahabat. Bayangkan jika kita mencampakkan para sahabat atau isteri Rasulullah SAW sebagai sumber riwayat dari Nabi SAW, dari mana lagi kita mengetahui keutamaan atau fadhaail Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya yang disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW? Bukankah hadits Kisaa’ yang diagung-agungkan Syi’ah sebagai keutamaan Ali bin Abi Thalib dan keluarganya itu diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘anha, isteri Nabi SAW?

Orang bisa meneliti, kitab-kitab ulama Syi’ah Imamiyah Ja'fariyah yang mengklaim hanya mengandalkan riwayat dari Ahlu Bait, nyatanya mereka hampir tidak memiliki riwayat-riwayat yang bersambung dengan sanad sahih hingga Rasulullah SAW melalui jalur Ahlu Bait. Apakah seperti itu bisa dianggap otentik?

Kalau orang menisbahkan riwayat Ahlul Bait kepada Ja'far As-Shadiq, namun hingga saat ini kita tidak pernah tahu Ja'far As-Shadiq mempunyai kumpulan hadits atau karya tulis yang bisa dijadikan rujukan. Jadi dari mana kita tahu ajaran Nabi SAW yang otentik melalui Ahlul Bait?

Dan Al-Qur’an yang sampai kepada kita saat ini juga tidak diriwayatkan melalui Ahlu Bait. Tapi melalui jalur periwayatan para sahabat. Bagaimana jadinya jika kita menolak para sahabat sebagai jalur periwayatan Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi SAW? Dari mana kita mengetahui teks dan bacaan Al-Qur’an yang benar?

Oleh karena itu, tidak aneh jika para Imam dari kalangan keluarga Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu mengambil riwayat-riwayat Sunnah dari kalangan sahabat serta berdalil dengan perbuatan mereka. Seperti diriwayatkan dalam salah satu dari empat kitab terpenting Syi’ah Imamiyah Ja'fariyah, yaitu kitab Man La Yahdhuruhul Faqih sebagai berikut:


قال الشيخ الصدوق 4242: وروى عبد الله بن ميمون عن أبي عبد الله ، عن أبيه عليهما الصلام قال : ":ان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وآله بتبوك يعبون الماء ، فقال رسول الله صلى الله عليه وآله : اشربوا في أيديكم فإنها من خير آنيتكم " . ( من لا يحضره الفقيه ج 3 ص 353)

Syekh Shaduq berkata: (4242) Abdullah bin Maimun meriwayatkan dari Abi Abdillah (Ja'far As-Shadiq) dari ayahnya ‘Alaihis salam, ia berkata: "Para sahabat Rasulullah SAW saat di Tabuk minum dengan secara langsung ke tempat air. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Minumlah dengan tapak tangan kalian, karena ia adalah gelas yang paling baik bagi kalian." (Man La Yahdhuruhu Al-Faqih, jilid. 3, hal. 353).

Konsep 'Adalah Sahabat Menurut Ulama.

Ibn Taimiah berkata dalam Minhaj As-Sunnah (1/306-307): "Dari kalangan sahabat bisa saja seseorang dari mereka melakukan kesalahan, dan berbuat dosa. Karena mereka bukan orang-orang yang ma’shum. Namun mereka tidak mungkin sengaja berdusta. Karena siapa yang sengaja berdusta atas nama Nabi SAW niscaya Allah SWT akan membongkar dustanya." Dalil tentang hal itu terdapat dalam kitab Sahih Bukhari (6780) yang berisi tentang seorang laki-laki yang berulang kali dihadapkan ke pengadilan Rasul SAW untuk dihukum dera karena meminum-minuman keras. Kemudian ketika salah seorang sahabat melaknatnya, maka Nabi SAW mencegahnya sambil bersabda:


لا تلعنوه، فو الله ما علمت إنه يحب الله ورسوله

"Jangan kalian laknat dia, Karena demi Allah, aku tahu dia mencintai Allah dan Rasul-Nya."
Ibnu Hajar berkomentar: "Dalam hadits tersebut terdapat bantahan bagi orang yang menyangka bahwa pelaku dosa besar otomatis kafir. Karena Rasulullah SAW melarang orang melaknatnya. Sambil memerintahkan untuk mendoakan orang itu. Dari situ juga dipahami bahwa tidak ada unsur saling menafikan antara melanggar larangan dengan keberadaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dalam hati pelaku dosa itu. Karena Rasul SAW memberitakan bahwa orang itu mencintai Allah dan Rasul-Nya, meskipun orang itu melakukan tindakan yang diharamkan." (Lihat: Fathul Bari: 12/78).

Kasus serupa pernah terjadi pada Hathib bin Abi Balta'ah, dalam hadits yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari (4890) dan Muslim (2494). Ia saat itu dituduh melakukan tindakan memata-matai kaum Muslimin. Namun demikian Nabi SAW tetap tidak memvonis dia sebagai kafir.

Orang yang mempelajari sirah para sahabat Radhiyallahu ‘anhum niscaya akan mendapati sahabat yang diberitakan pernah melakukan dosa sangatlah sedikit jumlahnya. Dan diantara yang sedikit itupun tidak dapat dibuktikan kesalahannya.

Jika kita melihat dengan pandangan jujur, niscaya kita dapati para sahabat yang meriwayatkan sunnah tidak didapati melakukan dosa seperti itu. Sedangkan jika pun ada, ternyata yang melakukannya orang yang statusnya sebagai sahabat masih diperdebatkan, seperti Walid bin Uqbah. Dan begitu pun, Walid bin Uqbah tidak pernah meriwayatkan hadits, setelah meninggalnya Rasulullah SAW. Sedangkan namanya disebut pada masa hidup Rasulullah SAW semata untuk kepentingan penjelasan hukum atas kasus yang terjadi, sesuai syari'ah.

Al-Alusi berkata dalam kitab Al-Ajwibah Al-'Iraqiyah, hal. 23-24:

"Bukanlah maksud perkataan kami: Seluruh sahabat 'uduul (dipercaya dan jujur), berarti mereka tidak melakukan kesalahan atau dosa sama sekali. Mereka bisa saja melakukan dosa… kemudian yang patut diingat bahwa dari kalangan sahabat yang melakukan dosa, hingga akhirnya dijatuhui hukuman, mereka sangat sedikit jumlahnya, dibandingkan ribuan sahabat yang mulia yang terbukti memegang teguh jalan hidup yang lurus. Dan Allah SWT menjaga mereka dari dosa dan maksiat, yang besar maupun kecil dan yang lahir maupun yang bathin. Sejarah yang jujur menjadi bukti atas fakta tersebut."

Sedangkan Abu Hamid Al-Ghazali berkata dalam kitab Al-Mustashfa, hal. 189-190 sebagai berikut:
“Yang dijadikan pegangan oleh para sahabat dan jumhur: bahwa 'adalah Sahabat diketahui sesuai dengan pemberian sifat 'adalah itu oleh Allah SWT kepada mereka. Serta pujian-Nya bagi mereka dalam Al-Qur’an. Ini adalah keyakinan kami tentang mereka. Kecuali jika terbukti secara nyata salah seorang dari mereka melakukan dosa dengan sengaja. Dan hal seperti itu ternyata tidak terjadi. Sehingga terhadap mereka tidak perlu lagi dilakukan screening ke-'adalah-an.” [www.syiahindonesia.com].

Friday, January 14, 2011

Cara mudah mendapat kan dollar

Kemarin saya jalan-jalan mengunjungi web seorang teman dan saya menemukan suatu artikel yang sangat menggelitik hati saya. Artikel tersebut adalah bagaimana caranya mendapatkan dollar tanpa melakukan kerja apapun hanya dengan join saja kita akan mendapatkan dollar sebanyak $25 dan akan mendapatkan $10 jika kita mampu menarik seorang pengunjung untuk bergabung dengan web site tersebut.Jika anda penasaran dengan web site tersebut silahkan Klik di sini

Wednesday, September 22, 2010

Tata Cara Shalat Jenazah

Pada tanggal 10 syawal 1431 H atau bertetapan dengan 19 September 2010, saya bertakziah ke rumah salah seorang paman di daerah Bekasi. Karena paman saya tersebut wafat pada hari itu dalam usia lebih kurang 60 tahun. Setelah segala sesuatunya telah selesai dilaksanakan seperti menyiapkan makamnya, dimandikan mayatnya dan dikafaninya, setelah itu lalu dishalati.

Karena shalat ini jarang saya lakukan, seingat saya terakhir kali melakukannya 3 bulan yang lalu ketika saya ikut menyolati salah seorang saudara juga. Ketika saya akan melakukan sholat jenazah ini rasa bingung merambat hati saya. Sebab semua urutan bacaan sholat yang saya hafal hilang begitu saja. Tapi dengan ketenangan, saya bisa memanggil kembali hafalan yang sempat hilang sejanak.Agar hafalan saya tidak mudah lupa maka saya tuliskan kembali mengenai tata cara sholat jenazah berikut :

Niat, ketika mengucapkan takbir di niat dalam hati seperti "Sengajaku aku sholat atas mayat ini empat takbir fardhu kipayah mengikut imam karena Allah". Untuk Mayat laki-laki

Sedangkan untuk mayat wanita sebagai berikut :

Takbir pertama membaca surat al-fatihah yang didahului dengan ta'awudz.
Takbir kedua membaca shalawat atas nabi Muhammad saw.

Takbir ketiga mendoakan mayat, untuk mayat laki-laki doanya seperti ini :

Sedangkan untuk mayat perempuan doanya seperti ini :


Takbir keempat doa untuk si mayat dan orang yang menyalatinya, untuk mayat laki-laki :


Sedangkan untuk mayat wanita :


Setelah itu mengucapkan salam sambil menengok ke kanan dan ke kiri.

Monday, September 20, 2010

Menghapus Virus Folder menjadi Shorcut

Beberapa hari yang lalu saya menangani virus folder menjadi shorcut. Kalau kita lihat menggunakan explorer yang terlihat hanya shorcut saja sedangkan folder-folder nya telah merubah. Kalau kita klik shorcut yang tadinya bernama suatu folder yang terdiri dari beberapa file. Mungkin bagi orang awam hal tersebut bisa membingungkan dan merasa gusar karena file-file yang sangat penting dan diperlukan tidak tampak.Tapi bagi kita yang sering berkutat dengan virus hal tersebut menjadi hal yang biasa.

Virus ini biasanya tidak berbahaya hanya menghidden (menyembunyikan) folder dan files. Cara penanganannya adalah sebagai berikut :
  1. Update segera anti virus anda sesegera mungkin.
  2. Setelah itu scan seluruh hard disk yang ada di komputer Anda termasuk systemnya.
  3. Setelah terdeteksi semua virusnya, hapus saja semuanya. Sayasendiri menggunakan anti virus Free Antivirus Avira.
  4. Pada langkah berikutnya yaitu menampilkan semua folder dan file dengan cara dari start -> run->ketik cmd dan akan muncul c promt (c>). Setelah itu ketik attrib -s -h f:*.* /D /S Selanjutnya akan muncul semua folder dan files yang tersembunyi tersebut di flask di drive F. Langkah berikutnya kita hapus semua shorcut -shorcut tadi yang ada di Flask disk kita. Selamat mencoba semoga berguna bagi yang memerlukannya.

Tuesday, September 7, 2010

Driver Sound P4P800 MX

Menginstall driver Sound pada motherboard Asus P4P800 MX di Windows XP Sp2 terasa cukup menyebalkan dan sulit, padahal driver tersebut saya download langsung dari websitenya Asus yakni www.asus.com.Saya pribadi sudah cukup sering dalam menginstall berbagai driver dan di berbagai OS seperti Netware,Linux,Dos,Windows.Tapi kali ini terasa cukup rumit. Seperti biasanya kalau hendak menginstall suatu driver,kita akan membaca petunjuknya yang diikut sertakan dalam driver tersebut.Petunjuk itu berupa file readme.txt atau install.txt. Jadi dengan membaca file tersebut kita mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus kita lakukan.

Setelah membaca dan mencoba mengikutinya petunjuk tersebut ternyata langkah pertama mengalami kegagalan. File pertama yang bernama SoundMax.part1.rar gagal dijalankan yang seolah-olah file tersebut corrupt atau rusak. Saya pun penasaran untuk mencoba lagi mengikuti petunjuk tersebut dan ternyata mengalami hal sama.Rasa penasaran saya pun bangkit untuk bisa mendapatkan jawabannya.Setelah itu saya putuskan untuk bertanya pada Google dengan mengetikkan kata kunci driver Sound P4P800 MX. Akhirnya google menampilkan kata kaunci tersebut halaman demi halaman.Setelah itu saya membaca satu persatu halaman-halaman tersebut yang sesuai dengan harapan saya dan dengan susah payah akhirnya saya mendapatkan jawabannya pada salah satu artikel namun artikel tersebut tidak lengkap memberikan solusinya.Dengan semangat pantang mundur akhirnya saya mencoba sendiri untuk menemukan solusinya,alhasil dengan beberapa kali percobaan akhirnya mendapatkan solusinya.Berikut ini saya tuliskan kembali percobaaan yang membuahkan hasil berupa driver Sound P4P800 MX :
  1. Download file SoundMAX.part1.rar, SoundMAX.part2.rar, SoundMAX.part3.rar dari websitenya asus langsung.
  2. Rename file SoundMAX.part1.rar menjadi SoundMAX.part1.zip. Caranya dari menu start->Run->ketik cmd dan akan masuk ke dos prompt (c>).Setelah itu masuk ke direktory file driver tersebut disimpan dalam contoh ini di c:/driver.Lalu lakukan perintah rename file ( c:/driver>rename SoundMAX.part1.rar SoundMAX.part1.zip. Setelah berhasil melakukan hal ini lalu keluar dari mode dos ini dengan mengetikkan perintah exit.
  3. Selanjutnya jalankan file yang tadi kita rename tersebut yakni file yang bernama SoundMAX.part1.zip dan menghasilkan sebuah folder yang bernama SoundMAX.Setelah selesai menjalankan file ini maka akan ditanyakan file lanjutannya yakni file SoundMAX.part2.zip.Disini harus diperhatikan bahwa file SoundMAX.part2.rar dan SoundMAX.part3 harus dijalankan lebih dahulu dan diextrak ke direktory yang kita kehendaki dalam contoh ini di c:/driver dan menghasilkan file SoundMAX.part2.zip dan SoundMAX.part3.zip.Ketika komputer meminta file lanjutannya file SoundMAX.part2.zip maka yang kita pilih file SoundMAX.part2.rar (harap diperhatikan) bukan file SoundMax.part2.zip walaupun yang diminta tersebut begitu juga berikutnya.
  4. Setelah selesai akan menghasilkan sebuah folder yang bernama SoundMAX yang terdiri dari 4 folder yaitu Linux, NT40,Windows,Windows2003.Lalu saya membuka folder windows dan saya jalankan file setup. Sehingga akhirnya saya berhasil bisa mendapatkan sound untuk mendengar musik dan sebagainya.
  5. Nah setelah saya berikan keterangan diatas dengan panjang lebar, inilah hasil file SoundMax yang pembaca bisa langsung download dan gunakan untuk install device sound Anda pada mainbaord Asus P4p800 MX. Bisa di download disini.
Demikianlah semoga tulisan ini berguna bagi yang memerlukannya.

Tuesday, June 22, 2010

Dikubur 26 Tahun Jasad KH. Abdullah Masih Utuh


Jakarta – Tiga bak berisi air dan potongan kayu ukuran 70 cm x 30 cm telah disiapkan anak-anak almarhum KH. Abdullah. Saat itu, Minggu 2 Agustus 2009, makam Kiai Abdullah akan dipindahkan lantaran di lokasi itu terkena proyek pelebaran Jalan Benda, Batu Ceper, Tangerang, yang mengarah ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

Air yang ada di dalam bak itu rencananya akan digunakan untuk mencuci tulang belulang sebelum dipindahkan ke lokasi pemakaman yang baru. Sementara potongan kayu sengon sebanyak 9 potong diperuntukkan sebagai dinding pembatas jenazah di dalam liang lahat.

“Saya sudah beberapa kali melihat proses pemindahan kuburan di Karet Bivak, Jakarta Pusat. Persiapannya memang seperti itu,” kata Achmad Fathi, anak ketiga Kiai Abdullah.

Namun semua perlengkapan itu akhirnya tidak terpakai. Soalnya, ketika makam yang berusia 26 tahun digali, pemandangan aneh terjadi. Jasad Kiai Abdullah ternyata masih utuh. Begitu juga dengan kain kafan dan kayu penutup jenazah. Tidak ada tanda-tanda bekas gigitan rayap atau binatang tanah di kafan maupun di kayu kamper tersebut.

Sementara Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah, yang mengangkat jenazah ayahnya dari liang lahat mengaku sempat kaget. Soalnya kondisi jenazah hampir sama seperti saat dikuburkan, 22 Oktober 1983 silam. “Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu.
Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih” jelas Mukhtar.

Mukhtar dan keluarganya semakin kaget, jenazah juga beraroma harum yang menyerbak. Wanginya, kata Mukhtar, tidak seperti parfum-parfum yang ada di toko-toko minyak wangi. Teriakan takbir pun langsung terdengar dari orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut.

Yang juga dirasa aneh oleh keluarga, ribuan warga tiba-tiba berdatangan mengikuti prosesi pemindahan jenazah. Padahal keluarga tidak memberi pemberitahuan kepada warga maupun murid-murid Kiai Abdullah. Mereka tiba-tiba saja datang.

“Awalnya pemindahan jenazah itu hanya dilakukan keluarga. Paling hanya 20 orang. Tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba saat jenazah digali orang-orang sudah banyak berkumpul,” ujar Mukhtar.

Saking banyaknya orang yang datang, imbuh Mukhtar, mobil dan motor pelayat yang terparkir di sisi jalan Benda, panjangnya mencapai 5 kilometer sehingga membuat kemacetan yang luar biasa di jalan tersebut.

Beberapa warga yang ditemui detikcom menuturkan, sebelum proses pemindahan jenazah, sebenarnya tanda-tanda keanehan sudah muncul terkait rencana pemindahan makam tersebut. Sebab saat alat berat

ingin menghancurkan musala dan bangunan makam, tidak bisa berfungsi. Beberapa kali alat pengeruk dari mobil beko patah ujung kukunya.

Karena kejadian itu, pihak kontraktor pelebaran jalan menunda pembongkaran yang rencananya akan dilakukan pada Januari 2009 itu. Pembongkaran baru bisa dilanjutkan awal Agustus setelah ada kesepakatan dengan keluarga. Salah satunya soal cara pembongkaran musala dan makam itu, yakni dengan hanya menggunakan palu dan linggis. Bukan pakai alat berat.

Keluarga Kiai Abdullah sebenarnya menyayangkan kalau musala itu dibongkar. Sebab musala yang telah ada sejak puluhan tahun lalu itu sangat dibutuhkan warga setempat untuk beribadah.

Musala yang berdiri di atas tanah wakaf itu sejak dibangun Kiai Abdullah tahun 1950-an sudah mengalami beberapa pemugaran dan pelebaran. Hingga menjadi semakin luas dan bangunannya menjadi permanen.

Namun pada 2007, Pemkot Tangerang ternyata punya rencana melakukan pelebaran jalan Benda, Juru Mudi, Batu Ceper, yang berada di sepanjang Sungai Cianjane. Musala dan makam itu kebetulan berada di lokasi yang akan dijadikan akses jalan sehingga terpaksa harus digusur.

Tanah yang akan digusur dihargai Rp 500 ribu per meter. Harga itu belum termasuk bangunan yang akan dibongkar. Tapi keluarga Kiai Abdullah menolak pemberian uang pengganti. Pasalnya , tanah tempat musala dan makam itu merupakan tanah wakaf yang tidak boleh diperjualbelikan.

Pihak keluarga hanya meminta Pemkot membangun kembali musala di sekitar wilayah Juru
Mudi, supaya warga setempat mudah kalau ingin beribadah. “Sepeser pun kami tidak menerima uang penggantian. Biaya pemindahan jenazah saja kami tanggung sendiri, sekalipun Pemkot sudah menawarkan” jelas Mukhtar, anak sulung Kiai Abdullah.

Kini jenazah Kiai Abdullah dimakamkan di depan pekarangan rumah Achmad Fathi, yang berjarak hanya 15 meter dari lokasi pemakaman sebelumnya. Di areal pemakaman baru itu terdapat tiga makam, yakni makam KH Abudullah bin Mukmin, makam istri keduanya Maswani, serta makam putra keduanya yang bernama M Syurur.

Rencananya, areal makam itu akan diperluas lantaran setiap hari banyak orang yang datang untuk berziarah, terutama setelah tersiar kabar jasad Kiai Abdullah masih utuh meski dikubur selama 26 tahun. Bahkan untuk memudahkan para peziarah, keluarga bermaksud membangun musala di samping areal makam.

KH.Abdullah (paling kiri) saat menuntut ilmu di Mekkah

Lahan seluas lapangan bulutangkis itu kini hanya tinggal puing-puing. Dulu di lahan tersebut berdiri sebuah musala yang diberi nama An-Najat. Di musala itu KH. Abdullah memberikan pengajian kepada murid-muridnya, sejak tahun 1950-an.

Nama Kiai Abdullah kini ramai menjadi perbincangan di Tangerang karena jasadnya yang sudah dikubur selama 26 tahun ternyata masih utuh bahkan bau wangi. Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih.
Sepanjang hidupnya, Kiai Abdullah banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan mengajar agama. Menurut Achmad Fathi, putra Kiai Abdullah, sewaktu muda Kiai Abdullah sempat dibimbing Kiai Mursan, seorang ulama yang tinggal di kampung Blenduk, Batu Ceper, Tangerang, yang letaknya sekitar 2 kilometer dari kediamannya.

Setelah 5 tahun menuntut ilmu di Kiai Mursan, pria kelahiran 16 Desember 1919 itu kemudian diperintah KH Marsan untuk menambah ilmu di Darul Ulum, Mekkah, Arab Saudi. Di sana ia belajar selama kurang lebih 7 tahun.

Kiai Abdullah akhirnya pulang ke tanah air setelah gurunya, Syekh Yasin, asal Padang, Sumatera Barat, memintanya pulang ke Indonesia, untuk menularkan ilmunya kepada masyarakat, khususnya di wilayah Batu Ceper, Tangerang.

“Ayah saya diperintahkan pulang untuk mengajar oleh Syekh Yasin, saat perang dunia ke II (1939-1945),” jelas Achmad Fathi saat ditemui detikcom.

Sesuai perintah gurunya, Kiai Abdullah kemudian mulai memberikan pengajian di sekitar rumahnya. Sistem pengajaran yang dilakukan Kiai Abdullah bukan model pesantren melainkan berbentuk majelis.

Lokasi pengajian dilakukan di Musala An-Najat sejak beduk Magrib hingga jam sembilan malam. Usai pengajian, biasanya murid-murid bermalam di musala dan pulang selepas
salat Subuh berjamaah.

Materi pengajian yang diajarkan Kiai Abdullah berupa ilmu Fiqih (hukum) maupun tafsir Al Quran. Adapun kitab-kitab yang diajarjakan, antara lain, Jurmiyah, Nahwu, Shorof, Fathul Qorib, Fathul Muin, maupun tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaludin As-Suyiti.

Saat mengajar, sang kiai dikenal sangat tegas. Namun meski dikenal galak dalam mengajar, murid-muridnya justru semakin hari semakin bertambah. Mereka umumnya datang dari daerah Batu Ceper dan wilayah Tanggerang.

Selain mengajarkan ilmu agama, Kiai Abdullah juga mengajarkan murid-muridnya cara bercocok tanam. Saat siang hari biasanya murid-muridnya bekerja di sawah maupun kebun pepaya milik Abdullah. “Murid-murid kalau siang hari ditugasi mengelola sawah dan kebun milik keluarga kami,” jelas Achmad Fathi.

Kesolehan dan ilmu yang mumpuni yang dimiliki Kiai Abdullah lama-lama tersiar ke seantero Tangerang. Itu sebabnya, Pemda Tangerang pada tahun 1973 memintanya untuk menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Tengerang.

Namun sekalipun telah bekerja di pemerintahan, sikap sederhana dan rendah hati tetap melekat dalam diri Kiai Abdullah. Setiap bekerja ia hanya menggunakan sepeda ontel. Jarak antara rumahnya ke Pengadilan Agama Tangerang berjarak sekitar 10 kilometer.

“Kata bapak hidup sederhana dan apa adanya merupakan perintah Nabi Muhammad SAW. Karena itu selama hidup bapak tidak mau hidup secara berlebih-lebihan,” jelas Abdul Zibaki, anak Kiai Abdullah Lainnya.

Selama hidup Kiai Abdullah memiliki tiga orang istri, yakni Rohani, Maswani, dan Romlah. Ia pertama menikah dengan Rohani, yang merupakan putri gurunya, KH Mursan, sekitar tahun 1945. Dari pernikahannya dengan Rohani, dikarunia dua orang anak. Namun tidak lama setelah melahirkan anak kedua, Rohani meninggal dunia.

Selang dua tahun kemudian Kiai Abdullah menikah lagi dengan Maswani, yang merupakan tetangga rumahnya. Dari Maswani, Kiai Abdullah dikaruniai 5 orang anak. Dan lagi-lagi istri keduanya ternyata pergi menghadap Sang Pencipta lebih dulu darinya. Maswani wafat tahun 1980.

Setelah kematian istri keduanya Kiai Abdullah sebenarnya tidak mau menikah lagi. Namun karena desakan anak-anaknya, ia akhirnya menikah dengan Romlah, warga tetangga Desa Juru Mudi. “Kami merasa kasian sama bapak karena tidak ada yang mengurusinya. Makanya kami mendesaknya untuk menikah lagi,” tutur Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah.

Namun dari pernikahannya dengan Romlah, Kiai Abdullah tidak dikaruniai anak hingga ia wafat pada 22 Oktober 1983. Kiai Abdullah meninggal dunia lantaran penyakit ginjal yang dideritanya. Sebelum meninggal ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Kiai Abdullah dimakamkan di belakang musala An-Najat berdasarkan wasiat yang disampaikannya kepada anaknya, Mukhtar sebelum meninggal. Sang kiai beralasan ingin dikubur di sana mengingat musala itu merupakan tempat perjuangannya pertama kali di dunia dakwah.

Musala tempatnya pertama kali mengajar seakan menjadi kenangan sendiri bagi Abdullah. Meskipun ia sebenarnya juga telah mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diberi nama Islahuddiniyah, sejak tahun 1970-an. Lokasi madrasah itu persis berada di depan rumah Kiai Abdullah.

Soal utuhnya jasad Kiai Abdulah setelah dikubur selama 26 tahun dikatakan salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Said Budairy sebagai karunia Allah. Menurutnya, jenazah itu dilindungi oleh Allah.

“Kejadian seperti itu sudah sering terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dan biasanya yang jasadnya seperti itu adalah orang-orang yang hafidz Alquran dan alim,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk melihat kealiman si jenazah bisa dilihat dari perjalanan hidup almarhum. “Dan kalau seperti yang saya dengar kiai itu sebagai orang yang ahli ilmu, itu sudah tidak salah lagi. Berarti kiai itu dilindungi Allah di dalam kuburnya,” imbuhnya.

Sementara Agus Hendratno, anggota Ikatan Ahli Geologi Yogyakarta mengatakan, dari teori geologi, memang bisa saja jasad manusia yang dikubur akan tetap utuh. Penyebabnya mungkin saja di dalam tanah itu tidak terdapat hewan organik yang bisa mengubah jasad manusia, seperti kulit dan daging menjadi tanah.

Menurut Agus, dalam peristiwa utuhnya jenazah Kiai Abdullah mungkin saja bisa disebabkan di liang lahat tidak terdapat hewan organik.

“Sebenarnya peristiwa utuhnya jenazah masuk lebih kepada urusan spiritual. Tapi kalau mau dikait-kaitkan ke dalam teori geologi, bisa saja di liang lahat itu tidak terdapat hewan organik,” urainya

Tapi, kata Agus, bila lokasi tanah yang berair dan lembab seperti di wilayah Batu Ceper, yang dikenal dahulunya merupakan daerah rawa-rawa, teori itu terbantahkan. Dengan kata lain Agus berpendapat jika peristiwa utuhnya jenazah Kiai Abdullah sangat unik dan di luar kebiasaan.

Sumber : Detik.Com

http://un2kmu.wordpress.com/2009/09/07/dikubur-26-tahun-jasad-masih-utuh/


Tuesday, April 13, 2010

Driver Portege M900

Sebenarnya saya sudah cukup lama ingin mengupload driver portege M900 buat pembaca yang membutuhkannya. Tapi karena ada beberapa hal lain maka tertunda pekerjaan tersebut. Di pasaran ada beberapa model dari type ini. Yang membedakannya yaitu dari sisi VGA saja. Yang saya akan upload disini adalah type yang menggunakan VGA Nvidia.

Driver Portege M900 ini yang saya akan saya berikan pada pembaca adalah untuk windows XP sedangkan untuk Windows 7 langsung terdeteksi dan untuk Windwos Vistapun demikian.

Berikut ini Driver Portege M900 yang bisa pembaca download disini sebagai berikut :
1. Donwload VGA NVIDIA disini
2. Donwload Lan disini
3. Download Wireless Lan disini
4. Download Audio disini

Demikian ini saja dulu, jika pembaca ingin driver lain seperti web cam untuk type ini silahkan tinggalkan pesan saja, Insya Allah saya akan membantunya.

 

Design by Amanda @ Blogger Buster