Wednesday, March 18, 2009

Laut Mati

Laut mati adalah lokasi hancurnya kaum Luth.Dalam Alquran banyak sekali cerita-ceita tentang umat-umat terdahulu.Seperti kisah Nabi Adam AS dan istrinya (Hawa),kisah Nabi Nuh dan umatnya yang ditenggelamkan,kisah Nabi Ibrahim dan hancurnya berhala-berhala yang menjadi sesembahan umatnya,hancurnya umat Nabi Hud (kaum 'ad),umat (penghuni gua), dan kisah Nabi Yunus yang dimakan ikan paus.

Kisah-kisah itu diceritakan kembali dalam Alquran tujuannya agar umat Islam bisa mengambil hikmah dan pelajaran. Dari berbagai peristiwa itu,hendaknya umat Islam tidak melakukan hal yang sama, yang membuat Allah SWT menjadi murka.

Salah satu kisah dalam Alquran yang harus menjadi pelajaran umat manusia adalah kisah umat Nabi Luth AS dihancurkan karena mereka melakukan perbuatan seksual dengan sesama jenis (homoseksual).Walaupun sudah diperingatkan oleh Nabi Luth,namun umatnya tak mau menuruti perintah tersebut,hingga Allah menimpakan azab terhadap mereka.

Kisah diazabnya umat Nabi Luth AS terdapat dalam surat Al Anbiya:74-75,Hud:82-83, dan Al Qamar:33-38.Kisah kehancuran umat Luth AS ini juga diceritakan dalam kitab Perjanjian Lama.

Laut Mati
Dalam berbagai penelitian yang dilakukan, peristiwa atau lokasi kejadian diazabnya umat Luth AS ini adalah di kota Sodom,di daerah yang sekarang dikenal Laut Mati atau danau Luth yang terletak di perbatasan antara Israel dan Yordania.

Berikut ini sekelumit cerita mengenai dihancurkannya umat Nabi Luth tersebut dalam Alquran."Mengapa kamu mendatangkan jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang melampaui batas"(QS Asy-Syu'araa[26]:165-166)

Ajakan Nabi Luth ini justru ditolak oleh umatnya. Bahkan tatkala Allah SWT mengutus dua malaikat dalam wujud manusia kepada Nabi Ibrahim dan Luth (QS Adz-Dzaariaat[51]:32, Hud[11]:62-81, mereka malah meminta Luth untuk menyerahkan kedua tamunya itu untuk dinikahkan kepada mereka. Lalu, Allah menghancurkan umat Luth ini akibat perbuataanya.

Dalam surat Hud ayat 82 dijelaskan,umat Nabi Luth ini dihancurkan dengan cara bumi mereka dijungkirbalikkan (yang atas ke bawah dan bawah ke atas) lalu dihujani dengan batu belerang yang terbakar secara bertubi-tubi.Selama ribuan tahun terkubur,kini jejak atau sisa-sisa kehancuran umat Nabi Luth ini berhasil ditemukan oleh para ahli akeologi si sekitar Laut Mati.

Awalnya,penelitian dilakukan oleh William Albright, seorang ahli purbakala pada 1924 di sekitar Laut Mati. Beberapa orang yang bersama William Albright mencari keberadaan sisa-sisa Kota Sodom dan Gomorah,hingga akhirnya mereka menemukan situs purbakala Bab-Edh-dhra (dibaca:Badhedra).

Bab-edh-dhira adalah makam terbesar khas zaman perunggu yang mereka gali,panjangnya 15 meter dan lebarnya 7 meter. Di sini juga mereka menemukan makam berisi perhiasan emas dan menggali lebih 700 tembikar yang merupakan hadiah penguburan, termasuk tempat parfum kecil dan banyak benda lain, seperti kain.Menurut William Albright, makam ini telah digunakan selama 1000 tahun lamanya, dari zaman Ibrahim hingga penghancuran kota Sodom,tempat kehidupan Nabi Luth dan umatnya.

Keberadaan umat Nabi Luth di sekitar laut mati ini diperkuat dengan ulasan Natonal Geographic edisi Desember 1957."Gunung Sodom,tanah gersang dan tandus muncul secara tajam di atas Laut Mati. Belum pernah seorangpun menemukan Kota Sodom dan Gomorah yang dihancurkan,namun para akademisi percaya bahwa mereka berada di Lembah Siddin yang melintang dari tebing terjal ini. Kemungkinan air bah dari Laut Mati menelan mereka sete lah gempa bumi.

Setelah sekian lama tak ada kabarnya tentang keberadaan umat Nabi Luth, ahli purbala lainnya,Paul Lapp dan Thomas Schaub,melakukan penggalian kembali di sekitar Laut Mati pada 1967.Dan kemudian, penggalian diteruskan oleh Werner Keller, seorang ahli arkeologi asal Jerman di sekitar Laut Mati.

Dengan merujuk pada keterangan Alquran mengenai dijungkirbalikkannya kota tempat kediaman umat Nabi Luth,Werner Keller menyatakan:"Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis melewati daerah ini,Lembah Siddim,termasuk Sodom dan Gomorah,dalam satu hari terjerumus ke kedalaman.Kehancuran mereka terjadi melalui sebuah peristiwa gempa bumi dasyat yang mungkin disertai dengan letusan petir,keluarnya gas alam serta lautan api".

Werner percaya bahwa umat Nabi Luth dihancurkan melaui sebuah gemapa bumi yang sangat hebat.Peristiwa tersebut dilukiskan dengan keterangan Alquran surah Asy-Syu'araaa ayat 173."Kami menghujani mereka dengan batu belerang sebagaimana tanah liat yang terbakar terbakar secara bertubi-tubi." Berkaitan dengan hali ini, Wernwer Keller menulis: "Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanik yang telah tertidur lama sepanjang patahan. Dilembah yang tinggi di Jordania dekat Bashan masih terdapat kawah yang menjulang dari gunung api yang sudah mati;bentangan lava yang luas dan lapisan basal yang dalam yang telah terdeposit pada permukaan batu kapur.

Tanda-tanda nyata yang disampaikan oleh Danau Luth tentu sangat menarik.Umumnya,kejadian yang diceritakan dalam Alquran terjadi di Jazirah Araba,dan Mesir. Tepat di tengah-tengah semua kawasan ini terletak Danau Luth,serta sebagian peristiwa yang terjadi di sekitarnya,patut mendapat perhatian secara geologis.Danau tersebut diperkirakan berada 400 meter di bawah permukaan Laut Tengah. Karena lokasi terdalam dari danau tersebut adalah 400 meter, dasarnya berada di kedalaman 800 meter di bawah Laut Tengah.Inilah titik yang terendah di seluruh permukaaan bumi.Di daerah lain yang lebih rendah dari permukaan laut,paling dalam adalah 100 meter.

Sifat lain dari Danau Luth adalah kandungan garamnya yang sangat tinggi,kepekatannya mencapai 30 persen.Oleh karena itu, tidak ada organisme semacam ikan atau lumut yang hidup di danau ini.Hal inilah yang menyebabkan Danau Luth dalam literatur-literatur barat lebih sering disebut sebagai "Laut Mati".

Kejadian yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam Alquran berdasarkan perkiraaan terjadi sekitar 1800 SM, Berdasarkan pada penelitian arkelogis dan geologis,peneliti Jerman,Werner Keller mancatat bahwa Kota Sodom dan Gomorah benar-benar berada di Lembah Siddim yang merupakan daerah terjauh dan terendah dari Danau Luth, dan bahwa pernah terdapat situs yang besar dan dihuni di daerah itu.

Konon,jika seseorang bersampan (mendayaung) melintasi Danau Luth ke titik paling utara dan matahari sedang bersinar pada arah yang tepat,ia akan melihat suatu yang sangat menakjubkan.Pada jarak tertentu dari pantai dan jelas terlihat di bawah permukaaan air, maka akan
tampaklah gambaran bentuk hutan yang diawetkan oleh kandungan garam Laut Mati yang sangat tinggi.Batang dan akar di bawah air yang berwarna hijau berkilauan tampak sangat kuno.Lembah Siddim, di mana pepohonan ini dahulu kala bermekaran daunnya menutupi batang dan ranting merupakan salah satu tempat terindah di daerah ini.Keindahan Laut Mati ini dilukiskan seperti "like the garden of God".

Republika(Ahad,15 Maret 2009)

Monday, March 16, 2009

Software Bajakan

Menginstall ulang windows xx,xp mungkin sebagian dari kita sudah menjadi hal biasa,terutama sekali para teknisi komputer. Lihat saja, kalau kita berkunjung ke Glodok atau Dusit Mangga Dua maupun Harco yang merupakan pusat penjualan komputer terbesar di Jakarta. Di sana para teknisi sedang merakit dan menginstall OS Windows dan program-program lainnya yang dibutuhkan para pembeli dan bahkan sebagian dari para teknisi tsersebut telah hafal SN (serial number) windows maupun microsoft Office yang panjangnya kurang lebih dari 25 karakter.

Saya punya pengalaman dengan software bajakan, ketika saya selesai menginstall windows xp danbeberapa device yang dibutuhkan berjalan normal. Namun ada satu device yang tidak berjalan yakni sound card. Seperti biasa kita analisa satu demi satu dari mulai melihat apakah device tersebut sudah dikenal atau belum, apakah speaker berfungsi atau tidak, apakah colokan dari speaker sudah dimasukan ke lobang sound card yang tepat.

Setelah dicek semua ternyata semua itu tidak ada masalah.Yang menjadi pertanyaan mengapa speaker tidak bisa berbunyi. Setelah itu saya putuskan untuk mendownload driver sound card terbaru dan menginstall driver tersebut tersebut ternyata speaker tetap tidak berbunyi.Pensaran dengan hal itu, saya langsung tanyakan pada pemilik komputer,apakah sebelumnya speaker ini aktif dan dijawab ya, sebelumnya spekear tersebut berbunyi.Maklum
pemiliknya suka sekali mendengarkan lagu MP3 nostagia.

Karena masih diliputi rasa penasaran akhirnya saya putuskan untuk menginstall ulang windows xp yg bukan milik sendiri dan meminjam windows xp milik teman dengan spesifik sama windows xp SP2 dengan sn berbeda. Setelah selesai instal kemudian mengecek semua device termasuk sound card yang tidak berbunyi tadi dan ternyata bisa berjalan normal alias speaker bisa berbunyi.

Jadi inilah salah satu kelemahan software bajakan yang saya beli dengan harga Rp 20.000. Tapi apa daya kalau beli yang asli harganya sangat mahal. Mungkin saran saya kalau kita mulai beralih berangsur-angsur pindah ke software-software yang free seperti Linux dengan turunannya. Selain gratis software tersebut juga tangguh dan bebas dari virus.




Monday, March 2, 2009

Driver EVO D380MX

Beberapa waktu yang lalu saya terpaksa menginstall ulang komputer compaq EVO D380MX. Seperti biasa karena system dari komputer tersebut banyak terinfeksi virus. Sudah di usahakan dengan beberapa cara, tapi virus tersebut tidak bisa dibersihkan lagi. Jadi jalan satu-satunya di install ulang.Setelah membackup datanya,barulah ritual install ulang dimulai.Install ulang OS Windows XP berjalan dengan mulus tanpa ada halangan apapun. Dan masalah baru muncul setelah selesai install XP,VGA, Ethernet,Audio tidak dikenal.

Dengan masih percaya, saya mencoba bertanya pada paman Google. Dan setelah hilir mudik dengan kata kunci driver EVO D380MX ternyata saya temukan di websitenya compaq. Setelah itu saya coba untuk mendownloadnya dan menginstallnya ternyata tak berhasil dan justru banyak orang bertanya pada admin compaq.Akhirnya saya istirahat sejenak untuk mencari jalan agar masalah saya terselesaikan.

Setelah saya selesai beristirahat dan berpikir sejenak, tiba-tiba muncul pikiran bahwa cd driver EVO D380MX sepertinya pernah saya miliki sebelumnya,entah dimana. Lalu sambil mendengar lagu MP3 bung Rhoma Irama, saya berusaha mencari cd tsb.Maklum banyak cd-cd jadul seperti foxpro for dos, windows 98,ME dan cd-cd program lainnya.

Setelah cukup lama mencari akhirnya saya temukan driver tersebut tanpa pembungkus CD.Akhirnya saya putuskan untuk membagikan driver tersebut kepada siapa saja yang memerlukannya.

1. Untuk mendownload driver VGA klik disini.
2. Untuk mendownload driver LAN klik disini.
3. Untuk mendownload driver Sound klik disini.




Tuesday, January 6, 2009

Imam Muslim
Ahli Hadits dari Belakang Sungai Jihun

Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Nasabur. Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada 202 H atau 817 M. Naisabur, saat ini termasuk wilayah Rusia. Dalam sejarah Islam, Naisabur dikenal dengan sebutan Maa Wara'a an Nahr, daerah-daerah yang terletak di belakang Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah.

Naisabur pernah menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan tidak kurang 150 tahun pada masa Dinasti Samanid.Tak hanya sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, kota Naisabur dikenal juga saat itu sebagai salah satu kota ilmu, bermukimnya ulama besar dan pusat peradaban di kawasan Asia Tengah.

Kecendrungan Imam Muslim kepada ilmu hadits tergolong luar biasa.Keunggulannya dari sisi kecerdasan dan ketajaman hapalan, ia manfaatkan sebaik mungkin. Di usia 10 tahun, Muslim kecil sering datang berguru pada Imam ad-Dakhili, seorang ahli hadits di kotanya.Setahun kemudian, Muslim mulai menghapal hadits dan berani mengkoreksi kekeliruan gurunya ketika salah dalam periwayatan hadits.

Dalam berbagai sumber, Muslim tercatat pernah ke Khurasan. Di kota ini Muslim bertemu dan berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih. Di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu Ansan. Pada rihlahnya ke Makkah untuk menunaikan haji 220 H, Muslim bertemu dengan Qa’nabi muhaddist kota ini untuk belajar hadist padanya.

Selain itu Muslim juga menyempatkan diri ke Hijaz. Di kota inilah ia belajar kepada Said bin Mansur dan Abu Mas Abuzar. Di Irak Muslim belajar hadits kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Muslamah. Kemudian di Mesir, Muslim berguru kepada Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya. Termasuk ke Syam, Muslim banyak belajar pada ulama hadits kota itu.

Tidak seperti kota-kota lainnya, bagi Muslim.Bagdad memiliki arti tersendiri. Di kota inilah Imam Muhaddist ini berkali-kali berkunjung untuk belajar kepada ulama hadits. Terakhir Imam Muslim berkunjung Naisabur. Oleh Imam Muslim kesempatan ini digunakannya untuk berdiskusi sekaligus berguru pada Imam Bukhari.

Berikut kegigihan dan kecintaannya pada hadits, Imam Muslim tercatat sebagai orang yang dikenal telah meriwayatkan puluhan ribu hadits. Muhammad Ajaj al-Khatib, guru besar hadits pada Universitas Damaskus, Syria, menyebutkan hadits yang tercantum dalam karya besar Imam Muslim,Shahih Muslim berjumlah 3030 hadits tanpa pengulangan.

Bila dihitung dengan pengulangan lanjutnya, berjumlah sekitar 10.000 hadits. Sedang menurut Imam al-Khuli, ulama besar asal Mesir,hadist yang terdapat dalam karya Muslim berjumlah 4000 hadits tanpa pengulangan. Jumlah hadits yang ditulis dalam Shahih Muslim merupakan hasil saringan sekitar 300.000 hadits. Untuk menyelesaikan kitab Sahihnya, Muslim membutuhkan tidak kurang dari 15 tahun.

Imam Muslim dalam menetapkan kesahihan hadist yang diriwayatkannya selalu mengedepankan ilmu jarh dan ta’dil. Metode ini ia gunakan untuk menilai cacat tidaknya suatu hadist. Selain itu, Imam Muslim menggunakan metode sighat at tahammul (metode-metode penemaan riwayat). Dalam kitabnya, dijumpai istilah haddasani (menyampaikan riwayat), akhbarani (mengabarkan kepada saya), akhbarana (mengabarkan kepada kami), maupun qaala (ia berkata). Dengan metode ini menjadikan Imam Muslim sebagai orang kedua terbaik dalam masalah hadits dan seluk beluknya setelah Imam Bukhari.

Selain itu, Imam Muslim dikenal sebagai tokoh yang sangat ramah. Keramahan yang dimilikinya tidak jauh beda dengan gurunya, Imam Bukhari. Dengan reputasi ini Imam Muslim oleh Adz-Dzahabi disebutkan sebagai Muhsin min Naisabur (orang baik dari Naisabur).

Maslamah bin Qasim menegaskan,”Muslim adalah tsiqqat, agung derajatnya dan merupakan salah seorang pemuka (Imam).” Senada dengan Maslamah bin Qasim, Imam An-Nawawi juga memberikan sanjungan:” Para ulama sepakat atas kebesarannya, keimanan, ketinggian martabat, kecerdasan dan kepeloporannya dalam dunia hadits.

Seperti halnya Imam Bukhari dengan Al-Jami ash-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari, Imam Muslim juga memiliki kitab monumental, kitab Shahih Muslim. Dibanding kitab-kitab hadits shahih karya Imam Muslim lainnya, Shahih Muslim yang memuat 3.033 hadits memiliki karakteristik tersendiri. Imam Muslim bahkan tidak mencantumkan judul-judul pada setiap akhir dari sebuah pokok bahasan.

Sebenarnya kitab Shahih Muslim dipublikasikan untuk Abu Zur’ah, salah seorang kritikus hadits terbesar, yang biasanya memberikan sejumlah catatan mengenai cacatnya hadits. Lantas, Imam Muslim kemudian mengoreksi cacat tersebut dengan membuangnya tanpa argumentasi. Karena Imam Muslim tidak pernah mau membukukan hadits-hadits yang hanya berdasarkan kriteria pribadi semata, dan hanya meriwayatkan hadits yang diterima oleh kalangan ulama. Sehingga hadits-hadits Muslim terasa sangat populis.

Sebenarnya para ulama berbeda pendapat mana yang lebih unggul antara Shahih Muslim dengan Shahih Bukhari. Jumhur Muhadditsun berpendapat, Shahih Bukhari lebih unggul, sedangkan sejumlah ulama Maroko dan yang lain lebih mengunggulkan Shahih Muslim. Perbedaan ini terjadi bila dilihat dari sisi pada sistimatika penulisannya serta perbandingan antara tema dan isinya.

Al-Hafizh Ibnu Hajr mengulas kelebihan Shahih Bukhari atas Shahih Muslim, antara lain, karena Al-Bukhari mensyaratkan kepastian bertemunya dua perawi secara struktural sebagai guru dan murid dalam hadits Mu’an’an agar dapat dipastikan sanadnya bersambung. Sementara Imam Muslim mengangap cukup dengan ”kemungkinan” bertemunya kedua rawi dengan tidak adanya tadlis.

Al-Bukhari mentakhrij hadits yang diterima para perawi tsiqqat derajat utama dari segi hafalan dan keteguhannya. Walaupun juga mengeluarkan hadits dari rawi derajat berikutnya dengan sangat selektif . Sementara Muslim, lebih banyak pada rawu derajat kedua dibanding Bukhari. Selain itu, kritik yang ditujukan kepada perawi jalur Muslim lebih banyak dibanding Bukhari.

Sementara pendapat yang berpihak pada keunggulan Shahih Muslim beralasan, seperti yang dijelaskan Ibnu Hajar, Muslim lebih berhati-hati dalam menyusun kata-kata dan redaksinya. Muslim juga tidak membuat kesimpulan dengan memberi judul bab seperti yang dilakukan Bukhari. Imam Muslim wafat pada Ahad sore, pada tanggal 24 Rajab 261 H dengan mewariskan sejumlah karyanya yang sangat berharga bagi kaum Muslim dan dunia Islam.

Karya-karya Imam Muslim
Sepanjang hidup Imam Muslim, karya-karya yang berhasil ia tulis antara lain:
• Al-Asma’ wal-Kuna
• Irfadus Syamiyyin
• Al-Arqaam
• Al-Intiba bi Juludis Siba’
• Auhamul Muhadditsin
• At-Tarikh
• At-Tamyiz
• Al-Jami
• Hadits Amr Bin Syu’aib
• Rijalul ’Urwah
• Sawalatuh Ahmad nin Hanbal
• Thabaqat
• Al-I’lal
• Al-Mukhadhramin
• Al-Musnad al-Kabir
• Masyayikh ats-Tsawri
• Masyayikh Syu’bah
• Masyayikh Malik
• Al-Wuhdan
• As-Shahih al-Masnad.

Sumber : Majalah Al-Mujtama

Thursday, December 11, 2008

Faithfreedom Indonesia akhirnya ditutup

Wabsite faithfreedom pada tanggal 19 November 2008 akhirnya ditutup. Ini berkat laporan dari blogger ternama Enda Nasution. Saya mengikuti website ini secara serius mulai Juni 2002 hingga Agustus 2006. Setelah itu saya kurang aktif lagi karena banyak kesibukan lain yang tidak bisa tinggalkan.

Faithfreedom Indonesia adalah salah satu website berbentuk forum yang anggotanya cukup banyak.Isi dari website ini ini terdiri dari banyak topik diantaranya topik pengakuan para murtadin yang menceritakan bagaimana mereka bisa keluar dari agama Islam.Yang lucu dari topik ini banyak cerita yang menurut saya tidak logis sepertinya dikarang-karang oleh mereka sendiri alias cerita bohong.Dan topik lainnya yaitu tentang Al-Quran yang mengulas berbagai hal tentang Al-Quran mulai tentang sejarah Al-Quran,kontradisksi ayat-ayat Al-Quran dan masih banyak lagi yang dibahas mengenai Al-quran.Begitu juga dengan topik tentang Nabi Muhammad,di topik ini banyak sekali hujatan terhadap nabi seperti Nabi Muhammad dikatakan sebagai Nabi palsu, juga topik tentang pernikahan Nabi Muhammad dengan Siti Aisyah dan tuduhan-tuduhan lain lagi terhadap Nabi Muhammad.

Website ini menurut penilian saya tidak jujur,karena begitu kita masuk ke halaman pertama tidak akan tampil topik tentang agama Kristen tetapi yang muncul topik=topik tentang Islam. Jadi kalau pengunjung ingin melihat topik tentang Kristen harus menjadi member terlebih dahulu setelah itu login maka topik tentang agama Kristen bisa muncul.Bagi pengunjung biasa bukan member hanya bisa melihat-lihat tentang topik-topik keislaman saja.Begitu juga dengan admin den Moderatornya bersifat tidak jujur dan tidak adil. Saya punya pengalaman sebagai member dan dua kali keanggotaan saya di-ban, dan sewaktu saya tanyakan penyebabnya jawaban si Admin dan Moderator sangat kompak katanya saya selalu OOT (Out of Topic).Padahal saya menjawab mereka yang OOT dari kalangan mereka sendiri.

Website ini merupakan bagian dari website faithfreedom.org yang isinya banyak menghina islam. Jadi untuk mengcounter tulisan-tulisan mereka umat Islam harus memiliki pengetahuan tentang keislaman mulai dari tafsir Al-quran, Hadits,sejarah dan bahkan Kristologi.Karena dengan demikian kita mampu memperbandingkan dengan keyakinan mereka.

Saran saya buat umat Islam yang tidak menguasai bahasa Arab bisa memiliki buku-buku tafsir yang berbahasa indonesia seperti tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir Al-Misbah karya Prof Dr. Quraish Shihab dan masih banyak lagi karya karya orang Indoensia.Begitu juga dengan tafsir Hadist seperti Fathul Bari yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Juga perlu dimiliki buku-buku kristologi karya Ahmad Deedat, KH. Abdullah Wasian dan masih lagi buku-buku yang membahas kristologi.



Wednesday, November 26, 2008

Mengenal Tafsir at-Tahrir wat-Tanwir

Kitab yang terdiri dari tiga puluh juz dan terbagi kepada dua belas jilid ini merupakan sebuah tafsir kontemporer. Tampilan unik dan berbeda dengan kitab lain secara kasat mata.

Dari sederetan buku tafsir yang ada dalam khazanah penafsiran Al-Quran, termasuk dalam daftar tafsir terkemuka adalah karangan Ibnu 'Asyur yang satu ini. Muhammad at-Thahir ibn 'Asyur adalah seorang ulama kontemporer, wafat pada sepuluh tahun terakhir ini tepatnya sekitar tahun 2001. Memulai petualangannya menuntut ilmu pengetahuan Islam dengan bergabung dalam lembaga pendidikan az-Zaitunah, Tunis. Azzaitunah ini setaraf dengan al-Azhar di Mesir, dari model pendidikannya yang berpusat pada sebuah masjid dan begitu pula usia berdiri atau eksisnya lembaga pendidikan tersebut.

Beliau hidup sezaman dengan ulama ternama di Mesir, Muhammad al-Khadhar Husain at-Tunisy. Keduanya adalah teman seperjuangan, ulama yang sangat luar biasa, memiliki tingkat keimanan yang tinggi, sama-sama pernah dijobloskan ke dalam bui lantaran mempertahankan pemahaman dan ideologinya serta menanggung penderitaan yang sangat berat demi memperjuangkan negara dan agama. Pada akhirnya Muhammad al-Khadhar ditakdirkan oleh Allah menjadi mufti Mesir, beliau pun mendapat kepercayaan menjadi Qadhi di Tunis yang kemudian diangkat menjadi seorang penentu fatwa keagamaan di Tunis.

Dalam muqaddimah tafsir "at-Tahrir wat-Tanwir" beliau menuturkan, satu angan-angan terbesar dalam hidup beliau yang ingin dicapai adalah menafsirkan kitab Allah Swt. sebagai mu'jizat terbesar Nabi Muhammad Saw. Bercita-cita membuat sebuah tafsir yang lengkap dari segi kebahasaan dan maknanya, yang belum pernah ada sebelumnya. Tafsir yang mencakup kemaslahatan dunia dan akhirat. Bukan hanya sekedar mengumpulkan perkataan ulama sebelumnya, melainkan memiliki penjelasan-penjelasan yang berasal dari hasil pengetahuan sendiri yang lebih detail dan menyeluruh dalam penafsiran ayat-ayat Al-Quran. Beliau melihat beberapa tafsir yang ada hanya mengambil pendapat ulama sebelumnya. Seakan-akan sang pengarang tidak memiliki kontribusi pendapat sedikit pun kecuali hanya merunut pendapat ulama lain. Cuma berbeda dari porsi yang diambil, ada yang memaparkannya secara singkat sebaliknya ada yang panjang lebar. Berkat rahmat Allah Swt., angan-angan ini bisa tercapai. Karya beliau bisa rampung tersusun dan ikut meramaikan khazanah ilmu pengetahuan Islam.

Menilik tafsir karangan Ibnu 'Asyur dari segi materi, kitab ini terdiri dari tiga puluh juz dan terbagi kepada dua belas jilid. Masih diterbitkan oleh penerbit tunggal yang masih cukup sulit kita dapati. Sebuah tafsir kontemporer yang memiliki ciri khas tersendiri dalam paparannya menafsirkan ayat-ayat Al-Quran. Memiliki tampilan unik dan berbeda dengan kitab lain secara kasat mata. Memiliki metode penyusunan unik, yang tidak menghususkan satu jilid untuk satu juz saja melainkan secara acak. Kadang memuat dua juz bahkan sampai lima juz perjilidnya.

Beliau memulai tafsirnya dengan sekelumit materi tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengetahuan dasar memahami seluk beluk gaya bahasa Al-Quran secara singkat. Memaparkan muqaddimahnya sampai kepada sepuluh bagian pembukaan, mulai dari penjelasan tafsir dan ta'wil, penjelasan fenomena tafsir bil ma'tsur dan bir-ra'yi, asbâbunnuzûl, sampai kepada i'jâzuI Qurân. Itupun sampai menghabiskan seratus halaman pertama untuk penjelasan sesingkat ini. Mirip dengan uraian singkat Ulumul Quran yang sudah mencapai tingkat yang cukup rumit.

Mendeskripsikan cakupan bahasan dalam tafsir ini, beliau mengungkapkan dalam pendahuluan tafsirnya, “Saya benar-benar berusaha menampilkan dalam tafsir Al-Quran hal-hal langka yang belum digarap oleh ulama tafsir sebelumnya. Menempatkan diri sebagai penengah perbedaan pendapat ulama yang pada satu waktu sepaham dengan salah satunya dan pada waktu lain berseberangan pendapat dengan alasan tersendiri. Dalam tafsir ini, saya berusaha mengungkap setiap i'jazul Quran, nilai-nilai balaghah yang terkandung dalam sebuah kalimat Al-Quran serta menjelaskan uslub-uslub penggunaannya”.

Menjelaskan hubungan antara satu ayat dengan ayat lainnya, terutama antara satu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Al-Quran telah didesain dengan sangat luar biasa, memiliki susunan yang unik namun tetap memiliki ketersambungan antara satu ayat dengan ayat lain. Tidak melewatkan satu surat pun dalam Al-Quran kecuali berusaha menjelaskan secara lengkap setiap maksud yang terkandung di dalamnya secara utuh. Tidak sebatas menjelaskan makna setiap kata dan kalimatnya saja secara parsial, melainkan merangkai kembali makna tiap kata dan kalimat yang telah diurai terpisah menjadi satu tujuan atau maksud yang diusung oleh setiap ayat maupun surah Al-Quran.

Dalam metode pemaparan tafsir ini, tidak terlewatkan penjelasan secara gamblang tinjauan bahasa setiap kata dalam Al-Quran, menyimak hikmah dari pemilihan kata yang digunakan sampai kepada sisi gramatikal setiap kalimat. Secara spesifik menilik setiap Al-Quran dari kacamata ilmu nahwu dan tashrif, turut melengkapi posisi i'rab dari penggalan kata-kata Al-Quran.

Muhammad Amri, Mahasiswa Indonesia jurusan Tafsir Universitas al-Azhar, Mesir. Diterbitkan oleh www.hidayatullah.com

Tuesday, November 11, 2008

Ibnu Hajar Al-Asqalani
Berguru Kepada 500 Ulama

Jika dihitung jumlah guru Ibnu Hajar mencapai 500 orang dalam berbagai cabang ilmu, terutama di bidang fiqih dan hadist.

Ibnu Hajar Al-Asqalani, bernama lengkap Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Mahmud bin Hajar Al-Kinani Al-Asqalani Asy-Syafi’i Al-Mishri. Kemudian dikenal dengan nama Ibnu Hajar. Sedangkan sebutan Al-Asqalani diambil dari ‘Asqalan’, sebuah kota dekat Gaza, Palestina.

Ibnu Hajar lahir di Mesir bulan Sya’ban 773 H. Sejak kecil, Ibnu Hajar sudah menjadi yatim piatu. Ibunya wafat ketika Ibnu Hajar masih bayi, kemudian ayahnya menyusul wafat ketika ia berumur 4 tahun. Sebelum wafat ayahnya berwasit kepada Zakiyudin Al-Kharrubi dan Syamsudin Ibnu Qathan Al-Misri untuk mengasuh Ibnu Hajar.

Meski terlahir Yatim piatu sejak kecil Ibnu Hajar memiliki semangat belajar yang tinggi.
Pada umur 5 tahun Ibnu Hajar kuttab (semacam TPA), saat menginjak usia sembilan tahun Ibnu Hajar mampu menghapal al-Qur’an. Selain itu, di umurnya yang masih berbau kencur Ibnu Hajar juga menghapal buku-buku kecil, diantaranya al-’Umdah, al-Hawi, ash-Shagir, Muhtashar Ibnu Hajib dan Milhatul I’rab.

Setelah belajar kepada dua tokoh ini, Ibnu Hajar melakukan perjalanan ke banyak negeri Ibnu Hajar tercatat pernah mengunjungi Makkah dan Madinah. Bahkan, di usia 12 tahun, di Makkah, Ibnu Hajar mendengarkan Shahih Bukhari dari ahli hadits Afifuddin An-Naisaburi.

Di Damaskus, Ibnu Hajar bertemu dengan ahli sejarah sekelas Ibnu Asakir, Ibnu Malaqin dan al-Bulqini. Ketika berada di Palestina, Ibnu Hajar menyempatkan berkeliling Nablus, Khalil, Ramlah dan Ghuzzah untuk bertemu ulama setempat. Seperti di Damaskus, Ibnu Hajar berkeliling ke beberapa kota di Yaman.

Sepanjang hidupnya, Ibnu Hajar belajar kepada banyak guru. Antara lain, Afifudin an-Naisaburi, Muhammad bin Abdullah bin Zhahirah, Abu Hasan al-Haitsami, Ibnul Malaqqin, Sirajuddin Al-Bulqini. Selain itu, Ibnu Hajar juga pernah berguru kepada Abul-Fadhl Al-Iraqi, Abdurahhim bin Razin, Al-Izz bin Jama’ah, serta al-Hummam Al-Khawarizmi.

Untuk ilmu Bahasa Arab, Ibnu Hajar belajar kepada al-Fairuz Abadi, Ahmad bin Abdurrahman. Pada ilmu Qira’ah Ibnu Hajar belajar kepada al-Burhan at-Tanukhi. Jika dihitung, jumlah guru Ibnu Hajar mencapai 500 orang dalam berbagai cabang ilmu, terutama di bidang fiqih dan hadits.

Sebagai orang kaya ilmu, yang tercermin dalam sikap tawadhunya, sabar dan penuh kehati-hatian dalam bersikap, justru membawa Ibnu Hajar berada dalam tawaran jabatan dari pemerintah di zamannya. Seorang hakim bernama Ashadr al-Munawi, pernah menawarkan Ibnu Hajar menjadi wakilnya, tapi ditolaknya, bahkan ia sempat bertekad untuk tidak menjabat di kehakiman.

Di era Sultan al-Muayyad, Ibnu Hajar pernah diserahkan jabatan serupa untuk menangani perkara yang khusus. Demikian di saat Jalaludin a-Bulqani menjabat sebagai hakim, Ibnu Hajar didesak untuk menjadi wakilnya.

Pada 827 H, pemerintah Mesir mengamanahkan Ibnu Hajar untuk memangku jabatan Hakim Agung. Ibnu Hajar sempat menerima namun belakangan ia merasa kecewa dengan sikap para pejabat. Ibnu Hajar tidak suka melihat ulah pejabat negara juga yang suka mangecam hakim apabila keinginan mereka ditolak. Padahal pejabat bersangkutan jelas bersalah. Tidak kuat dengan fitnah ini, Ibnu hajar akhirnya mengundurkan diri dari jabatan hakim agung Mesir.

Namun, pada tahun yang sama, pemerintah Mesir kembali memintanya menjabat sebagai hakim agung. Karena dipandang wajib di posisi ini, Ibnu Hajar menerima jabatan ini. Bahkan, tidak hanya di Mesir wilayah hukumnya, namun Ibnu Hajar juga diamanahi untuk membawahi kehakiman kota Syam.

Jabatan sebagai hakim dijalaninya dengan pasang surut. Pasalnya, di wilayah yang sebagian orang menginginkannya ini terlalu banyak fitnah, perpecahan, kepura-puraan, hingga mengedepankan hawa nafsu. Ibnu Hajar tercatat menjabat 21 tahun selama hidupnya.

Sebagai orang yang dirindukan banyak orang, Ibnu Hajar juga tetap menjalankan tugasnya sebagai khotib di Masjid Jami’ al Azhar , Masjid Jami’ Amr Ash. Namun sebagai sebagai ilmuwan, Ibnu Hajar tetap konsen dalam mengkaji dan meneliti hadits-hadits. Selain itu, Ibnu Hajar tetap mengajar ilmu tafsir, hadits, fiqih dan ceramah di berbagai tempat.

Sebelum wafat pada 28 Dzhulhijjah 852 H di Mesir, Ibnu Hajar banyak melahirkan tokoh dan ulama besar. Sederet nama besar pernah menjadi muridnya.Sebut misalnya, Imam As-Shakhawi (902 H), Al-Biqa’i (885 H), Zakaria al-Anshari (926 H), Ibnu Qadhi Syubhah (874 H), Ibnu Taghri Bardi (874 H), dan Ibnu Fahd al-Makki (871 H).

Selain mewariskan banyak ilmu kepada para muridnya, Ibnu Hajar juga meninggalkan banyak karya tulis. Dan, yang paling fenomenal dan masyhur adalah Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari.

Karya-karya Ibnu Hajar

Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari
Dalam kitab ini, Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan masalah bahasa dan i’rab dan menguraikan masalah penting yang tidak ditemukan di kitab lainnya. Kitab ini juga menjelaskan dari segi balaghah dan sastranya, mengambil hukum, serta memarkan berbagai masalah yang diperdebatkan oleh para ulama, baik menyangkut fiqih maupun ilmu kalam secara terperinci dan tidak memihak. Di samping itu, Ibnu Hajar mengumpulkan seluruh sanad hadits dan menelitinya, serta menerangkan tingkat keshahihan dan kedha’ifannya.

Bulughul Maram min Adilatil Ahkam
Kitab ini merupakan kumpulan hadits yang membahas seputar ibadah,muamalah,munakahah maupun seputar jinayah.Bobot dan kualitas kitab telah diakui para ulama setelah Ibnu Hajar. Sekalipun ringkas dan hanya memuat pokok-pokok hadits hukum namun kitab ini telah menjadi salah satu rujukan penting di zaman ini, kitab sangat populer di seluruh lapisan para penuntut ilmu, terutama bagi yang konsen di bidang ilmu hadits maupun di kalangan yang mendalami madzhab-madzhab fiqih.

Al-Ishabah fi Tamyizish Shahabah
Kitab ini berisi tentang biografi sahabat yang bisa dijangkau oleh Ibnu Hajar.Biografi ini seperti Usdul Ghabah yang ditulis Ibnu Atsiir. Namun yang membedakan, Ibnu Hajar berpengalaman dalam penulisan biografi sejarah para sahabat. Kitab ini sangat baik menjadi rujukan untuk mengetahui sahabat yang terkenal maupun yang belum dikenal banyak orang.

Tahzibut Tahdzib
Kitab ini ada karena munculnya kitab Al-Kamal. Lalu muncul lagi Tazhibul Kamal yang ditulis az Zahabi. Kemudian muncullah Tahzibut Tahzib, karena kitab-kitab sebelumnya dianggap cukup panjang oleh Ibnu Hajar. Kitab ini sebenarnya semacam biografi para periwat hadits, tapi lebih tepat membahas tentang ilmu rijak hadits yang berisi tentang jarah wa ta’dil terhadap para perawi hadits.

Taghliqut Ta’liq
Di kitab ini, Ibnu Hajar mencoba mengkaji Ta’liqot Bukhari.Ta’liqot Bukhari ini berisi hadits-hadits muallaq yang sebenarnya tidak dhaif tapi tidak memenuhi kreteria shahih oleh Bukhari sendiri. Di Taghliqut Ta’liq ini Ibnu Hajar mencoba menyelesaikan kedudukan Ta’liqot Bukhari supaya tidak ada hadits muaalaq pada Bukhari.

Ad-Durarul Kaminah
Kitab ini berisi biografi tokoh-tokoh yang ada pada abad delapan, sekitar tahun 700-an. Satu abad sebelum Ibnu Hajar wafat.

Inbaul Ghumr bi Anbail Umr
Kitab ini justru berbicara tentang tokoh-tokoh yang seabad dengan Ibnu Hajar. Isinya juga sama dengan Ad Durarul Kaminah,tentang biogarfi berbagai tokoh, para perawi baik yang dijumpainya langsung maupun yang dinukil dari gurunya.

(Al-Mujtama Edisi 5 Th I/12 Syaban 1429 H )

 

Design by Amanda @ Blogger Buster