<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918</id><updated>2011-12-12T21:26:27.440+07:00</updated><title type='text'>Web Blog Muhamad  Ali</title><subtitle type='html'>IT,Ilmu-ilmu Alquran,Berita aktual,Penulisan,Pengalaman</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-1539383105089518234</id><published>2011-11-07T14:48:00.003+07:00</published><updated>2011-11-07T15:08:43.743+07:00</updated><title type='text'>Barat Tidak Senang Pemberitaan Astronot AS Itu Masuk Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-vb-OnNaloz8/TreR8pCcmrI/AAAAAAAAAE0/8PEXIZMCdgM/s1600/sunita.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 173px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-vb-OnNaloz8/TreR8pCcmrI/AAAAAAAAAE0/8PEXIZMCdgM/s200/sunita.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672162726690724530" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-LUftvYr7tCc/TreRV-I1D7I/AAAAAAAAAEo/7-CXw-6ZQic/s1600/bumi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-LUftvYr7tCc/TreRV-I1D7I/AAAAAAAAAEo/7-CXw-6ZQic/s200/bumi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5672162062339739570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Sebuah pesan pendek tersebar tentang kabar masuk Islamnya Sunita Williams, astronot wanita India pertama yang pergi kebulan pada 2 Juli 2007 lalu.  Berita menghebohkan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya astronot asal Amerika Serikat Neil Armstrong juga menyatakan dirinya masuk Islam sekembali dari bulan. Apakah ini berita bohong? Yang pasti pihak Kristiani tidak suka dengan pemberitaan ini. Lalu disebarlah kabar, bahwa ini berita bohong. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Perlu diketahui, Sunita Williams adalah seorang astronot kelahiran Ohio 19 September 1965 dari orang tua berketurunan India-Slovenia. Menikah dengan Michael J. William, seorang Polisi Federal di Oregon, USA. Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekor perjalanan luar angkasa untuk wanita: berada diluar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan diluar angkasa (29 jam, 17 menit).&lt;/P&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Dalam perjalanannya ke bulan, Sunita William melihat fenomena yang aneh saat pandangannya menuju ke bumi. Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebagian kecil bumi yang nampak terang yaitu Makkah dan Madinah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Sunita  mengatakan, dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop ada dua tempat yang sangat berbeda, yaitu Makkah dan Madinah. Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masya Allah, Allah Maha Besar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah ketika gelombang suara dari bumi tidak mampu merambah luar angkasa, dia ternyata bisa menangkap suara Adzan. Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepada sang Astronout? Dikabarkan setelah peristiwa ini, Sunita Williams memeluk agama Islam.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menjadi Polemik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Menengok kebelakang, pada tahun 1870, Neil Amstrong mendarat di bulan. Dikabarkan, saat mendarat di bulan, dia mendengar suara yang dia tidak mengerti suara apakah itu. Setelah 12 tahun kemudian, Neil diundang seminar di Universitas Kairo, Mesir.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Di saat dia menyampaikan makalahnya, saat adzan berkumandang menunjukkan waktu shalat, moderator menghentikan presentasinya untuk mendengarkan adzan. Dan Neil berseru, “Ini dia suara yang pertama kali aku dengar saat mendarat di bulan.” Setelah itu, Neil Amstrong menemui salah satu profesor di universitas itu. Dia ingin tahu banyak tentang Islam. Dan setelah itu, dia menjadi muallaf.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Pemberitaan masuk Islamnya Neil Armstrong dan Sunita William belakangan menjadi polemik di kalangan masyarakat. Seorang muallaf asal Australia Gene Netto dalam sebuah blog pribadinya mengatakan, “Teman-teman, saudara sesama muslim, saya mohon jangan di bahas tentang Neil Amrstrong ke bulan lalu mendengar Adzan. Karena dalam beberapa situs berbahasa Inggris (yang mereview dunia Islam), kita dianggap bodoh, mereka mengangap kebodohan dunia Islam karena tidak mau menerima kenyataan ‘American Kafir’ yang pertama menginjakan kakinya di bulan pertama kali, bukan orang muslim.”&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Situs atau blog yang membahas Neil Armstrong menjadi muslim adalah situs-situs di Asia Tenggara (Maroko, Filipina, Indonesia, Malaysia).  Barat menganggap, negara-negara disini memiliki pendidikan yang rendah. Pernah kejadian saat Neil Armstrong ke Malaysia dan ditanyakan hal itu. Ia heran, apakah hal seperti ini perlu dikonfirmasikan ke Neil Armstrong sendiri, karena Neil sendiri tidak pernah ke Makkah untuk melaksanakan ibadah Haji. Dan jika dijawab, ia tidak pernah mendengar adzan, maka si penanya muslim yang kecewa dan tidak percaya  dianggap kebodohan. Neil memang pernah ke Mesir, tapi tidak untuk naik haji ke Makkah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Dikatakan Gene Netto, umat muslim tidak perlu seorang Neil Armstrong untuk meyakinkan dirinya bahwa agama Islam yang dianutnya adalah benar. Jika anda menyakini agama benar, maka yakinilah bahwa hal itu benar. Muslim dianggap menggunakan nama besar Neil Armstrong untuk membenarkan agamanya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;“Masa kita dikatakan kurang meyakini agama kita sendiri sehingga perlu nama-nama besar dari dunia barat. Percayalah, nama Rasullullah sudah cukup besar buat kita dan dunia. Umat kita sendiri yang akhirnya menjadi bahan tertawaan, cukup sudah,” kata Gene yang telah memeluk Islam dan tinggal di Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Dikatakan Gene Netto, Neil Armstrong merasa terganggu, bahkan ia menyatakan ia tidak masuk Islam dan ketika ia diundang sebagai pembicara dalam kegiatan Islam ia juga tidak mau (ia menolak secara halus karena tidak ingin menyinggung perasaan umat muslim), tetapi ia menyatakan tidak ingin berpartisipasi dalam kegiatan Islam. Dalam web Islam malah dikatakan Neil Armstrong tidak mau mengakui, karena ia telah dicuci otaknya di Assylum (RSJ).&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Satu hal lagi yang menjadi bahan tertawaan dunia barat adalah pemberitaan Neil Armstrong menyusuri retakan di bulan yang cocok dengan cerita bahwa suatu saat nanti bulan akan terbelah dua, ditertawakan juga, karena diameter bulan itu sangatlah besar, mana mungkin ia punya waktu untuk menyusurinya. Mendengar adzan juga dikatakan ilmuwan Barat tidak mungkin karena tidak ada udara di bulan sana.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Dalam beberapa jurnal barat dikatakan, umat muslim memerlukan nama-nama besar atau cerita palsu untuk menambah keyakinannya diantaranya: Jaques Cousteau, Michael Jackson, Maurice Bucaille, King Offa of England.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align=justify&gt;Terlepas benar atau tidaknya Sunita William atau Neil Armstrong masuk Islam sepulang dari bulan, kita berharap Allah Swt memberi hidayah kepadanya. Bagaimanapun para missionaris (Nasrani) tidak suka dengan pemberitaan ini. Padahal jika Allah menghendaki, ihwal terdengarnya suara azan di bulan, hal itu bukanlah mustahil. Bisa saja terjadi. Satu hal, media Barat tidak akan pernah memberitakan hal-hal yang dianggap bisa mengguncangkan iman umat Kristiani, bukan hanya di AS, tapi juga d dunia. Karena itu mereka meredamnya. Wallohu'alam.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Sumber :http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2011/10/28/16508/barat-tidak-senang-pemberitaan-astronot-as-itu-masuk-islam/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-1539383105089518234?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/1539383105089518234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2011/11/barat-tidak-senang-pemberitaan-astronot.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/1539383105089518234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/1539383105089518234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2011/11/barat-tidak-senang-pemberitaan-astronot.html' title='Barat Tidak Senang Pemberitaan Astronot AS Itu Masuk Islam'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-vb-OnNaloz8/TreR8pCcmrI/AAAAAAAAAE0/8PEXIZMCdgM/s72-c/sunita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-8539670585789655466</id><published>2011-09-06T11:50:00.003+07:00</published><updated>2011-09-06T11:58:41.511+07:00</updated><title type='text'>Fakta Unik: Sebelum Turun Imam Khomeini, Di Iran Belum Wajib Shalat Jum'at</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rupanya banyak fakta unik tentang Syi’ah yang jarang diketahui umat muslim pada umumnya. Hal ini terungkap saat KH. Kholil Ridwan yang tampil sebagai Keynote Speaker dalam seminar tentang kesesatan Syiah, kemarin, Jum’at/10/06/2011, mengeluarkan sebuah cerita yang unik tentang kehidupan Syiah di Iran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau mengaku mendapatkan kisah ini langsung dari almarhum KH. Irfan Zidny, mantan pengurus PBNU yang sempat 11 tahun di Irak dan bergaul dengan orang Syi’i.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Beliau (KH Irfan Zidny, red) cerita banyak yang lucu-lucu dari Syiah di Iran. Syiah itu tidak ada shalat jumat sebelum kedatangan Khomeini. Karena Imam ke 12 masih gaib."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Jadi gimana mau shalat, Imamnya aja masih gaib. jadi gambar-gambar kubah di Iran itu pun bukan mesjid, tapi kuburan.” cerita KH. Kholil mengagetkan para pengunjung seminar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lalu kapankah Iran baru mendirikan Shalat Jum'at secara bersama-sama? KH. Kholil menyebutkan bahwa shalat jum’at di Iran baru dapat terlaksana ketika revolusi Iran meletus dan melambungkan nama Imam Khomeini. “Nah setelah revolusi Iran baru diadakan Shalat Jum’at karena Imamnya sudah muncul yakni Khomeini yang tampil sebagai pemimpin spiritual Iran."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun uniknya, berbeda dengan shalat jum’at yang dilakukan kaum muslim, shalat Jum’at yang dilaksanakan kaum Syiah hanya didirikan di satu tempat, yakni Teheran. Semua kaum Syiah pun melaksanakannya berbondong-bondong di satu tempat itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Beda dengan di kita, Shalat juma’at di Iran waktu itu cuma ada satu, yaitu di Teheran dan semua warga Iran shalat jum’at disana dan imamnya harus Presiden Banisadr atas petunjuk Khomeini. Bayangkan segitu banyaknya kaum Syiah di Iran tempat shalat jum’atnya hanya satu dan imammnya harus Presiden Banisadr.” papar KH. Kholil Ridwan memancing tawa para jama’ah yang memadati areal Mesjid Al Furqon DDII.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menariknya, suatu ketika Shalat Jum’at di Iran terpaksa diliburkan ketika Kanselir Jerman datang ke Iran bertepatan dengan waktu Shalat Jum’at. Bannisadr yang memiliki kewajiban sebagai Presiden dan sekaligus Imam Shalat Jum’at tentu bimbang. Dan dengan terpaksa ia lebih memilih menyambut Kanselir Jerman tersebut, dan mengontak perwakilan Mesjid.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Shalat Jum’at dibatalkan dulu, karena Presiden dapat kunjungan tamu negara dari Jerman,” tambah KH Kholil, lagi disambut tawa riuh dari jama’ah.&lt;br /&gt;[www.eramuslim.com]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-8539670585789655466?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/8539670585789655466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2011/09/fakta-unik-sebelum-turun-imam-khomeini.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8539670585789655466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8539670585789655466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2011/09/fakta-unik-sebelum-turun-imam-khomeini.html' title='Fakta Unik: Sebelum Turun Imam Khomeini, Di Iran Belum Wajib Shalat Jum&apos;at'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-8100858465291207916</id><published>2011-09-05T15:50:00.006+07:00</published><updated>2011-09-06T08:47:24.231+07:00</updated><title type='text'>'Adalah Sahabat, Tanggapan Atas Artikel Jalaluddin Rakhmat: Sahabat dalam Timbangan Al-Qur’an (1)</title><content type='html'>Ditulis Oleh: Abdul Hayyie Al-Kattani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apakah konsep tentang 'Adalah (kejujuran dan sifat keadilan serta dipercaya) Sahabat bermakna mensakralkan mereka? Dan menganggap mereka manusia-manusia suci yang tidak mungkin melakukan kesalahan? Atau memuja mereka seperti sesembahan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Facebook, Dr. Jalaluddin Rakhmat mengundang saya untuk mengomentari tulisannya, sebagai berikut: "Posts another article about "Sahabat dalam Timbangan Al-Quran" and invite people who sacralize sahabat to comment, including Abdul Hayyi Al-Kattani and others."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca kalimat di atas, saya tertegun sejenak: apakah konsep tentang 'Adalah Sahabat bermakna mensakralkan mereka? Dan menganggap mereka manusia-manusia suci yang tidak mungkin melakukan kesalahan? Atau memuja mereka seperti sesembahan?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Salah Paham Tentang Konsep 'Adalah Sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sini, saya melihat ada kesalah-pahaman tentang konsep 'adalah para sahabat. Sebenarnya konsep "'adalah sahabat" sederhana saja. Yaitu menilai diri para sahabat Nabi SAW. sebagai jalur penyampai yang bisa dipercayai bagi Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi SAW, serta seluk beluk kehidupan Nabi SAW, selama beliau hidup, bagi generasi berikutnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal tersebut tidak berarti memberikan penilaian mereka sebagai sosok yang ma’shum yang tak mungkin berbuat salah, tidak mungkin lupa, tidak mungkin berbuat dosa, atau melakukan suatu kemaksiatan. Mereka bisa saja melakukan semua itu. Karena sifat ma’shum atau terhindar dari dosa hanya dimiliki oleh Nabi SAW saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara logika, ini sangat diterima. Mengapa? Karena di mana pun di dunia ini, ketika orang ingin mengetahui sejarah dan catatan-catatan tentang kejadian sebelum kelahirannya, pasti memerlukan info dari orang yang hidup sebelumnya. Kita bisa saja lebih berpendidikan dari orang tua kita. Tapi kejadian-kejadian di tengah keluarga kita, sebelum kita lahir, atau ketika kita masih balita, pastilah mereka yang tahu. Sepintar dan sesuci apa pun kita melihat diri kita, tidak mungkin kita lebih tahu dari orang tua kita tentang semua kejadian sebelum kita lahir. Di sini, keinginan kita untuk mengetahui sejarah otentik keluarga kita atau masa-masa balita kita, harus meletakkan orang tua kita sebagai sumber informasi yang terpercaya. Kecuali jika mereka terbukti senang berdusta. Karena jika tidak, kemana lagi kita mesti mencari informasi tersebut?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membatasi sumber informasi, membuat kita menghasilkan gambaran yang tidak otentik terhadap objek yang ingin kita ketahui.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga dengan keinginan kita untuk mengetahui riwayat otentik Al-Qur’an dan sunnah-sunnah Nabi SAW. Melalui siapa kita mengetahui semua itu? Tentu jawabnya adalah melalui para sahabat, isteri-isteri beliau dan anak-anak serta menantu beliau yang pernah mengalami hidup bersama beliau atau mendengar suatu riwayat dari beliau.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sini kita mesti meletakkan para sahabat sebagai sumber informasi atau riwayat otentik dari Nabi SAW. Kecuali jika orang tersebut terbukti pernah berdusta terhadap Nabi SAW, atau Nabi SAW sudah memberikan kata pasti bahwa si A adalah sosok yang tidak bisa dipercayai/munafik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Apakah ada alternatif selain itu untuk mengetahui riwayat otentik dari Nabi SAW?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang bisa mengatakan: "Ada, yaitu lewat anak dan menantu serta keturunannya. Yaitu anak beliau, Fathimah Radhiyallahu ‘anha dan menantu beliau, Ali bin Abi Thalib serta kedua anak mereka, Hasan dan Husein. Karena merekalah Ahlu Bait yang masuk dalam hadits Kisaa’.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi nyatanya untuk mengetahui keutamaan (fadhail) diri mereka saja kita harus mengandalkan riwayat-riwayat dari para sahabat. Bayangkan jika kita mencampakkan para sahabat atau isteri Rasulullah SAW sebagai sumber riwayat dari Nabi SAW, dari mana lagi kita mengetahui keutamaan atau fadhaail Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya yang disampaikan langsung oleh Rasulullah SAW? Bukankah hadits Kisaa’ yang diagung-agungkan Syi’ah sebagai keutamaan Ali bin Abi Thalib dan keluarganya itu diriwayatkan oleh Aisyah Radhiyallahu ‘anha, isteri Nabi SAW?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang bisa meneliti, kitab-kitab ulama Syi’ah Imamiyah Ja'fariyah yang mengklaim hanya mengandalkan riwayat dari Ahlu Bait, nyatanya mereka hampir tidak memiliki riwayat-riwayat yang bersambung dengan sanad sahih hingga Rasulullah SAW melalui jalur Ahlu Bait. Apakah seperti itu bisa dianggap otentik?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau orang menisbahkan riwayat Ahlul Bait kepada Ja'far As-Shadiq, namun hingga saat ini kita tidak pernah tahu Ja'far As-Shadiq mempunyai kumpulan hadits atau karya tulis yang bisa dijadikan rujukan. Jadi dari mana kita tahu ajaran Nabi SAW yang otentik melalui Ahlul Bait?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan Al-Qur’an yang sampai kepada kita saat ini juga tidak diriwayatkan melalui Ahlu Bait. Tapi melalui jalur periwayatan para sahabat. Bagaimana jadinya jika kita menolak para sahabat sebagai jalur periwayatan Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi SAW? Dari mana kita mengetahui teks dan bacaan Al-Qur’an yang benar?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu, tidak aneh jika para Imam dari kalangan keluarga Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu mengambil riwayat-riwayat Sunnah dari kalangan sahabat serta berdalil dengan perbuatan mereka. Seperti diriwayatkan dalam salah satu dari empat kitab terpenting Syi’ah Imamiyah Ja'fariyah, yaitu kitab Man La Yahdhuruhul Faqih sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال الشيخ الصدوق 4242:  وروى عبد الله بن ميمون عن أبي عبد الله ، عن أبيه عليهما الصلام قال : ":ان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وآله بتبوك يعبون الماء ، فقال رسول الله صلى الله عليه وآله : اشربوا في أيديكم فإنها من خير آنيتكم " . ( من لا يحضره الفقيه ج 3 ص 353)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syekh Shaduq berkata: (4242) Abdullah bin Maimun meriwayatkan dari Abi Abdillah (Ja'far As-Shadiq) dari ayahnya ‘Alaihis salam, ia berkata: "Para sahabat Rasulullah SAW saat di Tabuk minum dengan secara langsung ke tempat air. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Minumlah dengan tapak tangan kalian, karena ia adalah gelas yang paling baik bagi kalian." (Man La Yahdhuruhu Al-Faqih, jilid. 3, hal. 353).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Konsep 'Adalah Sahabat Menurut Ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibn Taimiah berkata dalam Minhaj As-Sunnah (1/306-307): "Dari kalangan sahabat bisa saja seseorang dari mereka melakukan kesalahan, dan berbuat dosa. Karena mereka bukan orang-orang yang ma’shum. Namun mereka tidak mungkin sengaja berdusta. Karena siapa yang sengaja berdusta atas nama Nabi SAW niscaya Allah SWT akan membongkar dustanya." Dalil tentang hal itu terdapat dalam kitab Sahih Bukhari (6780) yang berisi tentang seorang laki-laki yang berulang kali dihadapkan ke pengadilan Rasul SAW untuk dihukum dera karena meminum-minuman keras. Kemudian ketika salah seorang sahabat melaknatnya, maka Nabi SAW mencegahnya sambil bersabda:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا تلعنوه، فو الله ما علمت إنه يحب الله ورسوله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan kalian laknat dia, Karena demi Allah, aku tahu dia mencintai Allah dan Rasul-Nya."&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Hajar berkomentar: "Dalam hadits tersebut terdapat bantahan bagi orang yang menyangka bahwa pelaku dosa besar otomatis kafir. Karena Rasulullah SAW melarang orang melaknatnya. Sambil memerintahkan untuk mendoakan orang itu. Dari situ juga dipahami bahwa tidak ada unsur saling menafikan antara melanggar larangan dengan keberadaan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dalam hati pelaku dosa itu. Karena Rasul SAW memberitakan bahwa orang itu mencintai Allah dan Rasul-Nya, meskipun orang itu melakukan tindakan yang diharamkan." (Lihat: Fathul Bari: 12/78).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasus serupa pernah terjadi pada Hathib bin Abi Balta'ah, dalam hadits yang diriwayatkan dalam Sahih Bukhari (4890) dan Muslim (2494). Ia saat itu dituduh melakukan tindakan memata-matai kaum Muslimin. Namun demikian Nabi SAW tetap tidak memvonis dia sebagai kafir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang yang mempelajari sirah para sahabat Radhiyallahu ‘anhum niscaya akan mendapati sahabat yang diberitakan pernah melakukan dosa sangatlah sedikit jumlahnya. Dan diantara yang sedikit itupun tidak dapat dibuktikan kesalahannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika kita melihat dengan pandangan jujur, niscaya kita dapati para sahabat yang meriwayatkan sunnah tidak didapati melakukan dosa seperti itu. Sedangkan jika pun ada, ternyata yang melakukannya orang yang statusnya sebagai sahabat masih diperdebatkan, seperti Walid bin Uqbah. Dan begitu pun, Walid bin Uqbah tidak pernah meriwayatkan hadits, setelah meninggalnya Rasulullah SAW. Sedangkan namanya disebut pada masa hidup Rasulullah SAW semata untuk kepentingan penjelasan hukum atas kasus yang terjadi, sesuai syari'ah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Al-Alusi berkata dalam kitab Al-Ajwibah Al-'Iraqiyah, hal. 23-24:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Bukanlah maksud perkataan kami: Seluruh sahabat 'uduul (dipercaya dan jujur), berarti mereka tidak melakukan kesalahan atau dosa sama sekali. Mereka bisa saja melakukan dosa… kemudian yang patut diingat bahwa dari kalangan sahabat yang melakukan dosa, hingga akhirnya dijatuhui hukuman, mereka sangat sedikit jumlahnya, dibandingkan ribuan sahabat yang mulia yang terbukti memegang teguh jalan hidup yang lurus. Dan Allah SWT menjaga mereka dari dosa dan maksiat, yang besar maupun kecil dan yang lahir maupun yang bathin. Sejarah yang jujur menjadi bukti atas fakta tersebut."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Abu Hamid Al-Ghazali berkata dalam kitab Al-Mustashfa, hal. 189-190 sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Yang dijadikan pegangan oleh para sahabat dan jumhur: bahwa 'adalah Sahabat diketahui sesuai dengan pemberian sifat 'adalah itu oleh Allah SWT kepada mereka. Serta pujian-Nya bagi mereka dalam Al-Qur’an. Ini adalah keyakinan kami tentang mereka. Kecuali jika terbukti secara nyata salah seorang dari mereka melakukan dosa dengan sengaja. Dan hal seperti itu ternyata tidak terjadi. Sehingga terhadap mereka tidak perlu lagi dilakukan screening ke-'adalah-an.” [www.syiahindonesia.com].&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-8100858465291207916?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/8100858465291207916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2011/09/adalah-sahabat-tanggapan-atas-artikel.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8100858465291207916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8100858465291207916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2011/09/adalah-sahabat-tanggapan-atas-artikel.html' title='&apos;Adalah Sahabat, Tanggapan Atas Artikel Jalaluddin Rakhmat: Sahabat dalam Timbangan Al-Qur’an (1)'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-6912569217890336629</id><published>2011-01-14T18:04:00.005+07:00</published><updated>2011-01-14T18:24:53.784+07:00</updated><title type='text'>Cara mudah mendapat kan dollar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemarin saya jalan-jalan mengunjungi web seorang teman dan saya menemukan suatu artikel yang sangat menggelitik hati saya. Artikel tersebut adalah bagaimana caranya mendapatkan dollar tanpa melakukan kerja apapun hanya dengan join saja kita akan mendapatkan dollar sebanyak $25 dan akan mendapatkan $10 jika kita mampu menarik seorang pengunjung untuk bergabung dengan web site tersebut.Jika anda penasaran dengan web site tersebut silahkan  &lt;a href="http://tinyurl.com/65cfyru/" target="_blank"&gt;Klik di sini&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-6912569217890336629?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/6912569217890336629/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2011/01/cara-mudah-mendapat-kan-dollar.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6912569217890336629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6912569217890336629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2011/01/cara-mudah-mendapat-kan-dollar.html' title='Cara mudah mendapat kan dollar'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-5395461660265967967</id><published>2010-09-22T10:53:00.030+07:00</published><updated>2010-09-23T13:37:29.255+07:00</updated><title type='text'>Tata Cara Shalat Jenazah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tanggal 10 syawal 1431 H atau bertetapan dengan 19 September 2010, saya bertakziah ke rumah salah seorang paman di daerah Bekasi. Karena paman saya tersebut wafat  pada hari itu dalam usia lebih kurang 60 tahun. Setelah segala sesuatunya telah selesai dilaksanakan seperti menyiapkan makamnya, dimandikan mayatnya dan dikafaninya, setelah itu lalu dishalati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena shalat ini jarang saya lakukan, seingat saya terakhir kali  melakukannya 3 bulan yang  lalu ketika saya ikut menyolati salah seorang saudara juga. Ketika saya akan melakukan sholat jenazah ini rasa bingung merambat hati saya. Sebab semua urutan bacaan sholat yang saya hafal hilang begitu saja. Tapi dengan ketenangan, saya bisa memanggil kembali hafalan yang  sempat hilang sejanak.Agar hafalan saya tidak mudah lupa maka saya tuliskan kembali mengenai tata cara sholat jenazah berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat, ketika mengucapkan takbir di niat dalam hati seperti "Sengajaku aku sholat atas mayat  ini empat takbir fardhu kipayah mengikut imam karena Allah".  Untuk Mayat laki-laki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrkCRFW9vI/AAAAAAAAADQ/jv5aWlYklNc/s1600/niat-l.PNG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 259px; height: 69px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrkCRFW9vI/AAAAAAAAADQ/jv5aWlYklNc/s200/niat-l.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519975020892714738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sedangkan untuk mayat wanita sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrkgvhiOsI/AAAAAAAAADY/CedIxgOyFzc/s1600/niat-p.PNG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 235px; height: 65px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrkgvhiOsI/AAAAAAAAADY/CedIxgOyFzc/s200/niat-p.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519975544460032706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Takbir pertama&lt;/span&gt; membaca surat al-fatihah yang didahului dengan ta'awudz.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Takbir kedua&lt;/span&gt; membaca shalawat atas nabi Muhammad saw.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrmlPcCGxI/AAAAAAAAADg/BEQcG0mKFlY/s1600/sholawat.PNG"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrm9yntTxI/AAAAAAAAADo/kjzXDXPAqy0/s1600/sholawat.PNG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 186px; height: 59px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrm9yntTxI/AAAAAAAAADo/kjzXDXPAqy0/s200/sholawat.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519978242530692882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Takbir ketiga&lt;/span&gt; mendoakan mayat, untuk mayat laki-laki doanya seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrnxfQwldI/AAAAAAAAADw/Zwo4P3gwbXo/s1600/doa-l.PNG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 231px; height: 43px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrnxfQwldI/AAAAAAAAADw/Zwo4P3gwbXo/s200/doa-l.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519979130687362514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sedangkan untuk mayat perempuan doanya seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJro64XGflI/AAAAAAAAAD4/f2Dr8fdLFNI/s1600/doa-p.PNG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 221px; height: 56px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJro64XGflI/AAAAAAAAAD4/f2Dr8fdLFNI/s200/doa-p.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519980391555300946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Takbir keempat&lt;/span&gt; doa untuk si mayat dan orang yang menyalatinya, untuk mayat laki-laki :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrqcv5tkyI/AAAAAAAAAEA/nPWihAPzjMI/s1600/doa-l-sholat.PNG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 56px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrqcv5tkyI/AAAAAAAAAEA/nPWihAPzjMI/s200/doa-l-sholat.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519982072911729442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan untuk mayat wanita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrq9XHKBBI/AAAAAAAAAEI/hsV4LnNxAlQ/s1600/doa-p-sholat.PNG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 239px; height: 56px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrq9XHKBBI/AAAAAAAAAEI/hsV4LnNxAlQ/s200/doa-p-sholat.PNG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5519982633192915986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mengucapkan salam sambil menengok ke kanan dan ke kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-5395461660265967967?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/5395461660265967967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/09/tata-cara-shalat-jenazah.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5395461660265967967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5395461660265967967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/09/tata-cara-shalat-jenazah.html' title='Tata Cara Shalat Jenazah'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TJrkCRFW9vI/AAAAAAAAADQ/jv5aWlYklNc/s72-c/niat-l.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-6748437496625260313</id><published>2010-09-20T10:38:00.003+07:00</published><updated>2010-09-21T12:31:25.648+07:00</updated><title type='text'>Menghapus Virus Folder menjadi Shorcut</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari yang lalu saya menangani virus folder menjadi shorcut. Kalau kita lihat menggunakan explorer yang terlihat hanya shorcut saja sedangkan folder-folder nya telah merubah. Kalau kita klik shorcut yang tadinya bernama suatu folder yang terdiri dari beberapa file. Mungkin bagi orang awam hal tersebut bisa membingungkan dan merasa gusar karena file-file yang sangat penting dan diperlukan tidak tampak.Tapi bagi kita yang sering berkutat dengan virus hal tersebut menjadi hal yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus ini biasanya tidak berbahaya hanya menghidden (menyembunyikan) folder dan files. Cara penanganannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Update segera anti virus anda sesegera mungkin.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah itu scan seluruh hard disk yang ada di komputer Anda termasuk systemnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah terdeteksi semua virusnya, hapus saja semuanya. Sayasendiri menggunakan anti virus Free Antivirus Avira.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada langkah berikutnya yaitu menampilkan semua folder dan file dengan cara dari start -&gt; run-&gt;ketik cmd dan akan muncul c promt (c&gt;). Setelah itu ketik attrib -s -h f:*.*  /D /S Selanjutnya akan muncul semua folder dan files yang tersembunyi tersebut di flask di drive F. Langkah berikutnya kita hapus semua shorcut -shorcut tadi yang ada di Flask disk kita. Selamat mencoba semoga berguna bagi yang memerlukannya. &lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-6748437496625260313?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/6748437496625260313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/09/menghapus-virus-folder-menjadi-shorcut.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6748437496625260313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6748437496625260313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/09/menghapus-virus-folder-menjadi-shorcut.html' title='Menghapus Virus Folder menjadi Shorcut'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-4034168315162302522</id><published>2010-09-07T08:59:00.010+07:00</published><updated>2010-11-11T09:59:47.736+07:00</updated><title type='text'>Driver Sound P4P800 MX</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menginstall driver Sound pada motherboard Asus P4P800 MX di Windows XP Sp2 terasa cukup menyebalkan dan sulit, padahal driver tersebut saya download langsung dari websitenya Asus yakni www.asus.com.Saya pribadi sudah cukup sering dalam menginstall berbagai driver dan di berbagai OS seperti Netware,Linux,Dos,Windows.Tapi kali ini terasa cukup rumit. Seperti biasanya kalau hendak  menginstall suatu driver,kita akan membaca petunjuknya yang diikut sertakan dalam driver tersebut.Petunjuk itu berupa file readme.txt atau install.txt. Jadi dengan membaca file tersebut kita mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah membaca dan mencoba mengikutinya petunjuk tersebut ternyata langkah pertama mengalami kegagalan. File pertama yang bernama SoundMax.part1.rar gagal dijalankan yang seolah-olah file tersebut corrupt atau rusak. Saya pun penasaran untuk mencoba lagi mengikuti petunjuk tersebut dan ternyata mengalami hal sama.Rasa penasaran saya pun bangkit untuk bisa mendapatkan jawabannya.Setelah itu saya putuskan untuk bertanya  pada Google dengan mengetikkan kata kunci driver Sound P4P800 MX. Akhirnya google menampilkan kata kaunci tersebut halaman demi halaman.Setelah itu saya membaca satu persatu halaman-halaman tersebut yang sesuai dengan harapan saya dan dengan susah payah akhirnya saya mendapatkan jawabannya pada salah satu artikel namun artikel tersebut tidak lengkap memberikan solusinya.Dengan semangat pantang mundur akhirnya saya mencoba sendiri untuk menemukan solusinya,alhasil dengan beberapa kali percobaan akhirnya mendapatkan solusinya.Berikut ini saya tuliskan kembali percobaaan yang membuahkan hasil berupa driver Sound P4P800 MX :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Download file SoundMAX.part1.rar, SoundMAX.part2.rar, SoundMAX.part3.rar dari websitenya asus langsung.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rename file SoundMAX.part1.rar menjadi SoundMAX.part1.zip. Caranya dari menu start-&gt;Run-&gt;ketik cmd dan akan masuk ke dos prompt (c&gt;).Setelah itu masuk ke direktory file driver tersebut disimpan dalam contoh ini di c:/driver.Lalu lakukan perintah rename file ( c:/driver&gt;rename SoundMAX.part1.rar SoundMAX.part1.zip. Setelah berhasil melakukan hal ini lalu keluar dari mode dos ini dengan mengetikkan perintah exit.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selanjutnya jalankan file yang tadi kita rename tersebut yakni file yang bernama SoundMAX.part1.zip dan menghasilkan sebuah folder yang bernama SoundMAX.Setelah selesai menjalankan file ini maka akan ditanyakan file lanjutannya yakni file SoundMAX.part2.zip.Disini harus diperhatikan bahwa file SoundMAX.part2.rar dan SoundMAX.part3 harus dijalankan lebih dahulu dan diextrak ke direktory yang kita kehendaki dalam contoh ini di c:/driver dan menghasilkan file SoundMAX.part2.zip dan SoundMAX.part3.zip.Ketika komputer meminta file lanjutannya file SoundMAX.part2.zip maka yang kita pilih file SoundMAX.part2.rar (harap diperhatikan)  bukan file SoundMax.part2.zip walaupun yang diminta tersebut begitu juga berikutnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah selesai akan menghasilkan sebuah folder yang bernama SoundMAX yang terdiri dari 4 folder yaitu Linux, NT40,Windows,Windows2003.Lalu saya membuka folder windows dan saya jalankan file setup. Sehingga akhirnya saya berhasil bisa mendapatkan sound untuk mendengar musik dan sebagainya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Nah setelah saya berikan keterangan diatas dengan panjang lebar, inilah hasil file SoundMax yang pembaca bisa langsung download dan gunakan untuk install device sound Anda pada mainbaord Asus P4p800 MX. Bisa di download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/12478420/SoundMAX.rar.html"target="_blank"&gt;disini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah semoga tulisan ini berguna bagi yang memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-4034168315162302522?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/4034168315162302522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/09/driver-sound-p4p800-mx.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/4034168315162302522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/4034168315162302522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/09/driver-sound-p4p800-mx.html' title='Driver Sound P4P800 MX'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-6139787346238272804</id><published>2010-06-22T12:38:00.004+07:00</published><updated>2010-06-22T12:45:14.473+07:00</updated><title type='text'>Dikubur 26 Tahun Jasad KH. Abdullah Masih Utuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TCBM2OW7AcI/AAAAAAAAABg/pZxXwPtjFZw/s1600/kh-abdullah-assyahid1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 144px; height: 97px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TCBM2OW7AcI/AAAAAAAAABg/pZxXwPtjFZw/s200/kh-abdullah-assyahid1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485468840588149186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jakarta – Tiga bak berisi air dan potongan kayu ukuran 70 cm x 30 cm telah disiapkan anak-anak almarhum KH. Abdullah. Saat itu, Minggu 2 Agustus 2009, makam Kiai Abdullah akan dipindahkan lantaran di lokasi itu terkena proyek pelebaran Jalan Benda, Batu Ceper, Tangerang, yang mengarah ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air yang ada di dalam bak itu rencananya akan digunakan untuk mencuci tulang belulang sebelum dipindahkan ke lokasi pemakaman yang baru. Sementara potongan kayu sengon sebanyak 9 potong diperuntukkan sebagai dinding pembatas jenazah di dalam liang lahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya sudah beberapa kali melihat proses pemindahan kuburan di Karet Bivak, Jakarta Pusat. Persiapannya memang seperti itu,” kata Achmad Fathi, anak ketiga Kiai Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semua perlengkapan itu akhirnya tidak terpakai. Soalnya, ketika makam yang berusia 26 tahun digali, pemandangan aneh terjadi. Jasad Kiai Abdullah ternyata masih utuh. Begitu juga dengan kain kafan dan kayu penutup jenazah. Tidak ada tanda-tanda bekas gigitan rayap atau binatang tanah di kafan maupun di kayu kamper tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah, yang mengangkat jenazah ayahnya dari liang lahat mengaku sempat kaget. Soalnya kondisi jenazah hampir sama seperti saat dikuburkan, 22 Oktober 1983 silam. “Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu.&lt;br /&gt;Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih” jelas Mukhtar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mukhtar dan keluarganya semakin kaget, jenazah juga beraroma harum yang menyerbak. Wanginya, kata Mukhtar, tidak seperti parfum-parfum yang ada di toko-toko minyak wangi. Teriakan takbir pun langsung terdengar dari orang-orang yang menyaksikan kejadian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang juga dirasa aneh oleh keluarga, ribuan warga tiba-tiba berdatangan mengikuti prosesi pemindahan jenazah. Padahal keluarga tidak memberi pemberitahuan kepada warga maupun murid-murid Kiai Abdullah. Mereka tiba-tiba saja datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Awalnya pemindahan jenazah itu hanya dilakukan keluarga. Paling hanya 20 orang. Tapi nggak tahu kenapa tiba-tiba saat jenazah digali orang-orang sudah banyak berkumpul,” ujar Mukhtar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking banyaknya orang yang datang, imbuh Mukhtar, mobil dan motor pelayat yang terparkir di sisi jalan Benda, panjangnya mencapai 5 kilometer sehingga membuat kemacetan yang luar biasa di jalan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa warga yang ditemui detikcom menuturkan, sebelum proses pemindahan jenazah, sebenarnya tanda-tanda keanehan sudah muncul terkait rencana pemindahan makam tersebut. Sebab saat alat berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin menghancurkan musala dan bangunan makam, tidak bisa berfungsi. Beberapa kali alat pengeruk dari mobil beko patah ujung kukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kejadian itu, pihak kontraktor pelebaran jalan menunda pembongkaran yang rencananya akan dilakukan pada Januari 2009 itu. Pembongkaran baru bisa dilanjutkan awal Agustus setelah ada kesepakatan dengan keluarga. Salah satunya soal cara pembongkaran musala dan makam itu, yakni dengan hanya menggunakan palu dan linggis. Bukan pakai alat berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Kiai Abdullah sebenarnya menyayangkan kalau musala itu dibongkar. Sebab musala yang telah ada sejak puluhan tahun lalu itu sangat dibutuhkan warga setempat untuk beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musala yang berdiri di atas tanah wakaf itu sejak dibangun Kiai Abdullah tahun 1950-an sudah mengalami beberapa pemugaran dan pelebaran. Hingga menjadi semakin luas dan bangunannya menjadi permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada 2007, Pemkot Tangerang ternyata punya rencana melakukan pelebaran jalan Benda, Juru Mudi, Batu Ceper, yang berada di sepanjang Sungai Cianjane. Musala dan makam itu kebetulan berada di lokasi yang akan dijadikan akses jalan sehingga terpaksa harus digusur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah yang akan digusur dihargai Rp 500 ribu per meter. Harga itu belum termasuk bangunan yang akan dibongkar. Tapi keluarga Kiai Abdullah menolak pemberian uang pengganti. Pasalnya , tanah tempat musala dan makam itu merupakan tanah wakaf yang tidak boleh diperjualbelikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak keluarga hanya meminta Pemkot membangun kembali musala di sekitar wilayah Juru&lt;br /&gt;Mudi, supaya warga setempat mudah kalau ingin beribadah. “Sepeser pun kami tidak menerima uang penggantian. Biaya pemindahan jenazah saja kami tanggung sendiri, sekalipun Pemkot sudah menawarkan” jelas Mukhtar, anak sulung Kiai Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini jenazah Kiai Abdullah dimakamkan di depan pekarangan rumah Achmad Fathi, yang berjarak hanya 15 meter dari lokasi pemakaman sebelumnya. Di areal pemakaman baru itu terdapat tiga makam, yakni makam KH Abudullah bin Mukmin, makam istri keduanya Maswani, serta makam putra keduanya yang bernama M Syurur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, areal makam itu akan diperluas lantaran setiap hari banyak orang yang datang untuk berziarah, terutama setelah tersiar kabar jasad Kiai Abdullah masih utuh meski dikubur selama 26 tahun. Bahkan untuk memudahkan para peziarah, keluarga bermaksud membangun musala di samping areal makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TCBM9tE4gLI/AAAAAAAAABo/cDfJEcqpw7M/s1600/ustad-dalam.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TCBM9tE4gLI/AAAAAAAAABo/cDfJEcqpw7M/s200/ustad-dalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485468969093071026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;KH.Abdullah (paling kiri) saat menuntut ilmu di Mekkah&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lahan seluas lapangan bulutangkis itu kini  hanya tinggal puing-puing. Dulu di lahan tersebut berdiri sebuah musala  yang diberi nama An-Najat. Di musala itu KH. Abdullah memberikan  pengajian kepada murid-muridnya, sejak tahun 1950-an.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nama Kiai Abdullah kini ramai menjadi  perbincangan di Tangerang karena jasadnya yang sudah dikubur selama 26  tahun ternyata masih utuh bahkan bau wangi. Kondisi jenazah persis sama  seperti saat dikubur dulu. Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan  rambutnya memutih.&lt;br /&gt;Sepanjang hidupnya, Kiai Abdullah banyak menghabiskan waktunya untuk  belajar dan mengajar agama. Menurut Achmad Fathi, putra Kiai Abdullah,  sewaktu muda Kiai Abdullah sempat dibimbing Kiai Mursan, seorang ulama  yang tinggal di kampung Blenduk, Batu Ceper, Tangerang, yang letaknya  sekitar 2 kilometer dari kediamannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah 5 tahun menuntut ilmu di Kiai  Mursan, pria kelahiran 16 Desember 1919 itu kemudian diperintah KH  Marsan untuk menambah ilmu di Darul Ulum, Mekkah, Arab Saudi. Di sana ia  belajar selama kurang lebih 7 tahun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kiai Abdullah akhirnya pulang ke tanah air  setelah gurunya, Syekh Yasin, asal Padang, Sumatera Barat, memintanya  pulang ke Indonesia, untuk menularkan ilmunya kepada masyarakat,  khususnya di wilayah Batu Ceper, Tangerang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Ayah saya diperintahkan pulang untuk  mengajar oleh Syekh Yasin, saat perang dunia ke II (1939-1945),” jelas  Achmad Fathi saat ditemui detikcom.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesuai perintah gurunya, Kiai Abdullah  kemudian mulai memberikan pengajian di sekitar rumahnya. Sistem  pengajaran yang dilakukan Kiai Abdullah bukan model pesantren melainkan  berbentuk majelis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lokasi pengajian dilakukan di Musala  An-Najat sejak beduk Magrib hingga jam sembilan malam. Usai pengajian,  biasanya murid-murid bermalam di musala dan pulang selepas&lt;br /&gt;salat Subuh berjamaah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Materi pengajian yang diajarkan Kiai  Abdullah berupa ilmu Fiqih (hukum) maupun tafsir Al Quran. Adapun  kitab-kitab yang diajarjakan, antara lain, Jurmiyah, Nahwu, Shorof,  Fathul Qorib, Fathul Muin, maupun tafsir Jalalain karya Imam Jalaluddin  Al-Mahalli dan Imam Jalaludin As-Suyiti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat mengajar, sang kiai dikenal sangat  tegas. Namun meski dikenal galak dalam mengajar, murid-muridnya justru  semakin hari semakin bertambah. Mereka umumnya datang dari daerah Batu  Ceper dan wilayah Tanggerang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selain mengajarkan ilmu agama, Kiai  Abdullah juga mengajarkan murid-muridnya cara bercocok tanam. Saat siang  hari biasanya murid-muridnya bekerja di sawah maupun kebun pepaya milik  Abdullah. “Murid-murid kalau siang hari ditugasi mengelola sawah dan  kebun milik keluarga kami,” jelas Achmad Fathi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kesolehan dan ilmu yang mumpuni yang  dimiliki Kiai Abdullah lama-lama tersiar ke seantero Tangerang. Itu  sebabnya, Pemda Tangerang pada tahun 1973 memintanya untuk menjadi Wakil  Ketua Pengadilan Agama Tengerang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun sekalipun telah bekerja di  pemerintahan, sikap sederhana dan rendah hati tetap melekat dalam diri  Kiai Abdullah. Setiap bekerja ia hanya menggunakan sepeda ontel. Jarak  antara rumahnya ke Pengadilan Agama Tangerang berjarak sekitar 10  kilometer.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kata bapak hidup sederhana dan apa adanya  merupakan perintah Nabi Muhammad SAW. Karena itu selama hidup bapak  tidak mau hidup secara berlebih-lebihan,” jelas Abdul Zibaki, anak Kiai  Abdullah Lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selama hidup Kiai Abdullah memiliki tiga  orang istri, yakni Rohani, Maswani, dan Romlah. Ia pertama menikah  dengan Rohani, yang merupakan putri gurunya, KH Mursan, sekitar tahun  1945. Dari pernikahannya dengan Rohani, dikarunia dua orang anak. Namun  tidak lama setelah melahirkan anak kedua, Rohani meninggal dunia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Selang dua tahun kemudian Kiai Abdullah  menikah lagi dengan Maswani, yang merupakan tetangga rumahnya. Dari  Maswani, Kiai Abdullah dikaruniai 5 orang anak. Dan lagi-lagi istri  keduanya ternyata pergi menghadap Sang Pencipta lebih dulu darinya.  Maswani wafat tahun 1980.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah kematian istri keduanya Kiai  Abdullah sebenarnya tidak mau menikah lagi. Namun karena desakan  anak-anaknya, ia akhirnya menikah dengan Romlah, warga tetangga Desa  Juru Mudi. “Kami merasa kasian sama bapak karena tidak ada yang  mengurusinya. Makanya kami mendesaknya untuk menikah lagi,” tutur  Mukhtar Ali, anak sulung Kiai Abdullah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun dari pernikahannya dengan Romlah,  Kiai Abdullah tidak dikaruniai anak hingga ia wafat pada 22 Oktober  1983. Kiai Abdullah meninggal dunia lantaran penyakit ginjal yang  dideritanya. Sebelum meninggal ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Cipto  Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kiai Abdullah dimakamkan di belakang musala  An-Najat berdasarkan wasiat yang disampaikannya kepada anaknya, Mukhtar  sebelum meninggal. Sang kiai beralasan ingin dikubur di sana mengingat  musala itu merupakan tempat perjuangannya pertama kali di dunia dakwah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Musala tempatnya pertama kali mengajar  seakan menjadi kenangan sendiri bagi Abdullah. Meskipun ia sebenarnya  juga telah mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diberi nama  Islahuddiniyah, sejak tahun 1970-an. Lokasi madrasah itu persis berada  di depan rumah Kiai Abdullah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Soal utuhnya jasad Kiai Abdulah setelah  dikubur selama 26 tahun dikatakan salah seorang Ketua Majelis Ulama  Indonesia (MUI) Said Budairy sebagai karunia Allah. Menurutnya, jenazah  itu dilindungi oleh Allah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Kejadian seperti itu sudah sering terjadi  di beberapa daerah di Indonesia. Dan biasanya yang jasadnya seperti itu  adalah orang-orang yang hafidz Alquran dan alim,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ditambahkannya, untuk melihat kealiman si  jenazah bisa dilihat dari perjalanan hidup almarhum. “Dan kalau seperti  yang saya dengar kiai itu sebagai orang yang ahli ilmu, itu sudah tidak  salah lagi. Berarti kiai itu dilindungi Allah di dalam kuburnya,” imbuhnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sementara Agus Hendratno, anggota Ikatan  Ahli Geologi Yogyakarta mengatakan, dari teori geologi, memang bisa saja  jasad manusia yang dikubur akan tetap utuh. Penyebabnya mungkin saja di  dalam tanah itu tidak terdapat hewan organik yang bisa mengubah jasad  manusia, seperti kulit dan daging menjadi tanah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menurut Agus, dalam peristiwa utuhnya  jenazah Kiai Abdullah mungkin saja bisa disebabkan di liang lahat tidak  terdapat hewan organik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sebenarnya peristiwa utuhnya jenazah masuk  lebih kepada urusan spiritual. Tapi kalau mau dikait-kaitkan ke dalam  teori geologi, bisa saja di liang lahat itu tidak terdapat hewan  organik,” urainya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tapi, kata Agus, bila lokasi tanah yang  berair dan lembab seperti di wilayah Batu Ceper, yang dikenal dahulunya  merupakan daerah rawa-rawa, teori itu terbantahkan. Dengan kata lain  Agus berpendapat jika peristiwa utuhnya jenazah Kiai Abdullah sangat  unik dan di luar kebiasaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber : &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.detik.com/"&gt;Detik.Com&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.detik.com/"&gt;http://un2kmu.wordpress.com/2009/09/07/dikubur-26-tahun-jasad-masih-utuh/&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-6139787346238272804?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/6139787346238272804/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/06/dikubur-26-tahun-jasad-kh-abdullah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6139787346238272804'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6139787346238272804'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/06/dikubur-26-tahun-jasad-kh-abdullah.html' title='Dikubur 26 Tahun Jasad KH. Abdullah Masih Utuh'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/TCBM2OW7AcI/AAAAAAAAABg/pZxXwPtjFZw/s72-c/kh-abdullah-assyahid1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-3079669525539313257</id><published>2010-04-13T10:21:00.003+07:00</published><updated>2010-04-13T17:38:18.966+07:00</updated><title type='text'>Driver Portege M900</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya saya sudah cukup lama ingin mengupload driver portege M900 buat pembaca yang membutuhkannya. Tapi karena ada beberapa hal lain maka tertunda pekerjaan tersebut. Di pasaran ada beberapa model dari type ini. Yang membedakannya yaitu dari sisi VGA saja. Yang saya akan upload disini adalah type yang menggunakan VGA Nvidia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Driver Portege M900 ini yang saya akan saya berikan pada pembaca adalah untuk windows XP sedangkan untuk Windows 7 langsung terdeteksi dan untuk Windwos Vistapun demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini Driver Portege M900 yang bisa pembaca download disini sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Donwload VGA NVIDIA &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9423939/PM900XPCALPELLANVIDIADisplayDriver6.14.11.8829.exe.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Donwload Lan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9424935/PM900XPRealtekLANDriver5.728.604.2009.exe.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Download Wireless Lan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9424934/PM900XPRealtekWirelessLANDriver2.00.0005.exe.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Download Audio &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/9424933/PM900XPRealtekAudioDriver5.10.0.5845.exe.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian ini saja dulu, jika pembaca ingin driver lain seperti web cam untuk type ini silahkan tinggalkan pesan saja, Insya Allah saya akan membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-3079669525539313257?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/3079669525539313257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/04/driver-portege-m900.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/3079669525539313257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/3079669525539313257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/04/driver-portege-m900.html' title='Driver Portege M900'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-6666197876538416767</id><published>2010-03-19T10:38:00.003+07:00</published><updated>2010-03-19T10:44:05.768+07:00</updated><title type='text'>Stroke</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendengar kata stroke sebagian orang langsung terbayang kepeloan bicara atau paling tidak kelakun gerak.Padahal,sejatinya itu bukanlah stroke.Itu gejala sisa dari serangan stroke.Lalu,apa sebetulnya stroke?. Dr. Muhammad Kurniawan, SpS menjelaskan stroke merupakan ganguan pada pembuluh darah otak yang menyebabkan munculnya gejala neurologis."Baik yang bersifat global yakni berupa penurunan kesadaran ataupun gejala lokal seperti kelumpuhan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stroke timbul mendadak.Serangannya dapat memberat bahkan menimbulkan kematian."Stroke bisa berlangsung selama lebih dari 24 jam",ungkap Kurniawan. Stroke sampai sekarang masih menjadi penyakit nomor satu penyebab kematian di Indonesia. Ia juga bertengger di urutan teratas penyebab kecacatan permanen."Data WHO memperlihatkan tiap 3 detik terjadi 1 kasus stroke baru dan tiap menit 6 orang meninggal akibat stroke," kata dokter spesialis saraf ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dipilah berdasarkan jenisnya,stroke terbagi dua yakni iskemik dan hemografik atau pecah pembuluh darah otak. Yang paling sering terjadi,stroke iskemik yang diakibatkan oleh penumbatan pembuluh darah otak," urai Kurniawan dalam acara Klinik 68H,Selasa (2/3) di Jakarta.Siapa saja yang rawan terkena stroke? Mereka yang memiliki garis keturunan penderita stroke- orang tua atau saudara kandung,misalnya harus lebih berhati-hati. Begitu juga orang-orang yang hipertensi (darah tinggi),diabetes (kencing manis),kolestrerol tinggi,perokok, dan peminum alkohol," papar Kurniawan seraya menghimbau masyarakat untuk mengendalikan faktor risiko ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Periode Emas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Stroke merupakan gejala ganguan saraf. Saat gempurannya datang,orang yang terkena punya waktu kurang 4,5 jam untuk 'memenangkannya' perang dengan stroke."Inilah periode emasnya," imbuh Kurniawan.Disebut periode emas lantran dapat memperbesar peluang untuk menghindari kecacatandan kematian ada pada 4,5 jam pertama pasca stroke.Hanya saja kebanyakan orang justru dibawa ke rumah sakit setelah beberapa hari kemudian."Obat stroke harus harus diberikan saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;golden period&lt;/span&gt; ini,"tutur Kurniawan.Obat stroke tersebut bekerja sebagai penghancur sumbatan (trombolisis).Pemberian trombolisis juga harus disusul dengan pemberian obat pencegah berulangnya stroke."Obat yang dikenal dengan nama antitrombotik mesti dikonsumsi seumur hidup," jelas Kurniawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Stroke atau bukan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Stroke dapat terjadi di berbagai belahan otak,sistem saraf pusat.Alhasil efek serangnya sangat tergantung pada pembuluh darah sebelah mana yang tersumbat atau pecah."Stroke dapat memonradakan pusat kesadaran,motorik,sensorik,keseimbangan, dan kognitif," kata Kurniawan. Begitu banyaknya, fungsi otak membuat gejala stroke juga amat bervariasi.Stroke bisa menimbulkan gejala kelumpuhan sebelah badan,gangguan penglihatan,keseimbangan, dan memori."Gejala lain,baal (kesemutan) sebelah badan dan gangguan dalam bahasa seperti tidak mengerti pembicaraan atau dapat mengerti namun tidak bicara," cetus dokter dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini.Bisa juga terjadi kelumpuhan otot wajah.Pemunculan stroke pada bagian ini ditandai dengan mulut mencong dan bicara pelo akibat lumpuh otot lidah."Penderitanya ada pula yang tidak dapat menelan karena kelumpuhan otot menelan," urai Kurniawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala tersebut belum tentu membuat serorang positif dinyatakan stroke. Terlebih,jika sebelumnya ada gangguan kesehatan terkait bagian tubuh tadi."Yang khas pada stroke adalah gejala-gejala ini muncul mendadak tanpa kelainan apa pun yang dialami pasien," ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.Cara apa yang biasa dipakai untuk deteksi dini? Kurniawan menyebutkan test FAST (Face-Arm Speech Test). Dengan tes ini,perhatikan apakah wajah menjadi tidak simetris (mencong), apakah ada kelemahan atau kelumpuhan lengan dan tungkai serta gangguan dalam bahasa atau bicara yang muncul tiba-tiba."Jika ada maka waspadai terjadi serangan stroke".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika,Ahad 14 Maret 2010.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-6666197876538416767?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/6666197876538416767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/03/stroke.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6666197876538416767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6666197876538416767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/03/stroke.html' title='Stroke'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-8395715823037577737</id><published>2010-03-12T17:00:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T17:06:06.696+07:00</updated><title type='text'>Haman</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Haman adalah Insinyur kepercayaaan Fir'aun.Didalam Alquran disebutkan : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan Fir'aun berkata," Wahai para pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagi kalian selain aku. Maka bakarlah wahai Haman untukku tanah liat,kemudian buatkanlah untukku bangunan tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk pendusta."(Al-Qasas[28]:38).&lt;/span&gt;Al-Hafidz Ibnu Kasir dalam tafsir &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-Qur'an Al-Adzim &lt;/span&gt;(7/238) menyebutkan bahwa fir'aun memerintahkan kepada Haman menterinya, untuk membuat bangunan tinggi. Bangunan itu menggunakan tanah liat sebagai batu batanya. Fir'aun menilai,tidak ada bangunan yang amat tinggi di dunia ini. Itu semua dilakukan untuk menunjukkan kepada para pengikutnya bahwa Musa telah berbohong.Bagi Musa, tidak ada Tuhan selain dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profil Haman yang telah disebutkan di enam tempat dalam al-Qur'an,juga diakui keberadaannya oleh para ilmuwan.Salah satu dari mereka adalah Kenneth Anderson Kitchen,profesor bidang Egyptology Universitas Lipervool Inggris.Disebutkan dalam bukunya berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pharaoh Triumpahnt: The Life and Times of Ramesses II, king of Egypt (1982)&lt;/span&gt; bahwa Haman atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Amen em inet&lt;/span&gt; adalah teman dekat Ramses II, yang usianya juga sebaya dengan Fir'aun.Mereka selalu bersama semenjak berusia muda.Dan Keakrabannya itu terus berlanjut hingga Ramses II diangkat menjadi penguasa, sehingga Haman memperoleh posisi khusus dari Ramses II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya,dibuku itu juga dijelaskan posisi Haman dalam pemerintahan Fir'aun.Ia pernah menjadi pemimpin proyek-proyek pembangunan semua monumen di zaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya Kitchen yang berbicara mengenai Haman.Juga E.A Walls Budge,egyptilogis yang bekerja di Musium Inggris. Dalam bukunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;An Introduction to Ancient Egyptian&lt;/span&gt;,Walls menyebutkan penggunaan tanah liat yang dibakar sebagai bahan bangunan adalah yang pertama kali di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Moris Bokai,seorang ilmuwan Muslim asal Perancis juga menjelaskan dalam bukunya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Moise et Pharaon&lt;/span&gt; bahwa Haman yang hidup di masa Fir'aun (Ramses II) hanya didapati dari dua sumber,al-Qur'an dan prasasti batu Rosetta yang ditemukan di provinsi Bukhaira dekat Iskandaria Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di prasasti bersandi hierogliph yang baru bisa dipecahkan tahun 1822 oleh Jean-Francois Champollion itu, telah terpahat nama Haman.Di prasasti itu yang ditulis tahun 196 SM itu disebutkan bahwa Haman adalah orang yang memiliki kedekatan dengan Fir'aun.Haman bertanggung jawab dalam proyek pendirian bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil,apa yang difirmankan Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhana wa Ta'ala (SWT)&lt;/span&gt; dalam al-Qur'an bukanlah cerita fiktif.semuanya fakta, bisa dan telah dibuktikan kebenarannya oleh para ilmuwan,termasuk mengenai kisah Haman.Maha benar Allah SWT dengan segala firmannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidayatullah Edisi 09/XXII/ Januari 2010 / Muharram 1431H     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-8395715823037577737?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/8395715823037577737/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/03/haman.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8395715823037577737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8395715823037577737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/03/haman.html' title='Haman'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-6944922592061729964</id><published>2010-03-08T17:23:00.003+07:00</published><updated>2010-03-08T17:46:17.515+07:00</updated><title type='text'>driver HP pavilion A6235I</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Topik kali ini saya menampilkan kembali tentang driver komputer. Driver HP Pavilion A6235I yang ada pada komputer PC dekstop. Beberpa hari lalu komputer kawan mengalami masalah yakni Windows XP nya mengalami masa expire, sehingga perlu diaktifkan kembali. Tapi berhubung tidak memiliki aktif keynya maka jalan satu-satunya adalah install ulang. Untuk menginstal ulang, saya perlu driver agar semua device yang berjalan di komputer bisa berjalan dengan lancar.Akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Driver tersebut tidak disimpan oleh kawan saya, begitu dengan bagian pengadaan barang. Akhirnya diputuskan untuk mencarinya di internet.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada website hp.com tidak kita temukan driver yang dimaksudkan, akahirnya dengan pengalaman yang terdahulu dengan berbagai cara akhirnya saya dapatkan driver tersebut. Tapi bagi temen-temen yang menginstal dengan Windoes 7 tidak memerlukan driver ini, karena secara otomatis si Windows 7 langsung mengenalinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini driver HP Pavilion A6235I yang digunakan untuk Windows XP.&lt;br /&gt;1. Driver VGA &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8879226/33I_chipset_INF.zip.html"&gt;Download disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Driver LAN &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8879253/4_401i_Lan_Win3264.zip.html"&gt;Download disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Driver Sound &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8879286/10am_sound_IDTa.zip.html"&gt;Download disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-6944922592061729964?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/6944922592061729964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/03/driver-hp-pavilion-a6235i.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6944922592061729964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6944922592061729964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/03/driver-hp-pavilion-a6235i.html' title='driver HP pavilion A6235I'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-7128828775937235070</id><published>2010-03-03T19:14:00.004+07:00</published><updated>2010-03-03T19:21:58.318+07:00</updated><title type='text'>Sholat Jamak dan Qoshor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sholat Jamak dan Qoshar merupakan suatu keringanan yang diberikan pada orang yang musafir.Karena sholat merupakan tiang agama maka bagaimanapun keadaannya kewajiban sholat harus tetap dilakukan. Karena itu tidak ada alasan walaupun kita keadaan yang payah (sakit) ataupun perang kewajiban sholat harus dilakukan juga.Maka apalagi musafir yang berarti pergi keluar kota tetap wajib melakukan sholat. Maka Allah mengancam orang-orang yang melalaikan sholatnya dengan neraka shaqor.Adapun syarat dibolehkan musafir melakukan sholat jamak dan qoshor adalah kepergiannya telah mencapainya jarak lebih dari 80km.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sholat jamak artinya menggabungkan.Contonya Sholat Zuhur dengan Ashar, Sholat magrib dengan Isya.Sedangkan Subuh tidak bisa dijamak. Sedangkan Sholat Qoshor adalah meringkas (artinya sholat yang empat rakaat diringkas menjadi 2 rakaat) sedangkan sholat magrib dan sholat subuh tidak bisa di qoshar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sholat jamak qoshor adalah menggabungkan dan meringkas dua sholat dalam satu waktu. Contoh sholat Zuhur dengan Ashar digabung menjadi satu dan sholatnya dua rakat untuk Zuhur setelah salam dilanjutkan sholat Ashar. Sholat tersebut dinamakan sholat jamak qoshor takdim. Sedangkan sholat Zuhur dan sholat Ashar atau sholat Magrib dengan Isya dilakukan diwaktu Isya maka sholat tersebut dinamakan sholat jamak ta'akhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun pelaksanaan sholat jamak qoshor takdim maupun ta'akhir harus melakukannya secara tertib,maksudnya melakukan sholat Zhuhur dahulu baru Ashar begitu juga sholat Magrib dahulu baru kemudian sholat Isya.  Dan syarat lainnya jangan ada jeda diantara kedua sholat tersebut. Maksudnya begini ketika sholat jamak qoshor takdim yakni sholat Zuhur selesai maka langsung dilanjutkan dengan sholat Ashar. Jadi tidak ada doa ataupun lainya ketika selesai sholat Zuhur.Baru kemudian setelah sholat Ashar, kita bisa melakukan doa-doa maupun wirid-wirid lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah sedikit sharing berkaitan dengan sholat jamak dan qoshor. Jika ada yang tidak setuju kami persilahkan untuk mengkritiknya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-7128828775937235070?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/7128828775937235070/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/03/sholat-jamak-dan-qoshor.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/7128828775937235070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/7128828775937235070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/03/sholat-jamak-dan-qoshor.html' title='Sholat Jamak dan Qoshor'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-7049200498059080476</id><published>2010-01-28T12:06:00.006+07:00</published><updated>2010-01-28T14:14:50.724+07:00</updated><title type='text'>Driver NEC Versa E2000</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari yang lalu, saya menginstall laptop yang sudah cukup lama alias jadul. Instal ulang dilakukan karena beberapa trik yang saya lakukan tidak berhasil dilakukan. Seperti restore ke system yang lama dan restore system sebelumnyapun tidak berhasil. Jadi jalan terakhir adalah instal ulang semua. Dari delete system, format hard disk, create system, dan Install segala sesuatunya seperti microsoft office, Acrobat reader,Winrar, Anti Virus dan lain sebagainya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan masalah yang timbul ketika selesai install Windows Xp Sp 2, banyak device yang tidak dikenali kecuali Lan device saja. Sedangkan yang lainnya tidak terdeteksi seperi VGA, Modem, Wireless, Audio. Dan sudah menjadi kebiasaan banyak pemakai komputer tidak pernah menyimpan driver komputer ataupun laptop miliknya. Jadi terpaksalah saya berusaha mencarinya dengan bantuan google akahirnya berhasil mendapatnya. Berikut ini saya berikan kepada para pembaca driver Nec Versa E2000 sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;1.Video (VGA Driver ) download klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8354168/VIDEO.ZIP.html"&gt; disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;2.Audio download klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8354334/AUDIO.ZIP.html"&gt; disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;3.Modem download klik&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8354367/MODEM.ZIP.html"&gt; disini&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;4.Wireless download klik&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8354420/NET.ZIP.html"&gt; disini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-7049200498059080476?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/7049200498059080476/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/01/driver-nec-versa-e2000.html#comment-form' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/7049200498059080476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/7049200498059080476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/01/driver-nec-versa-e2000.html' title='Driver NEC Versa E2000'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-8767378655203896977</id><published>2010-01-06T17:09:00.005+07:00</published><updated>2010-02-05T16:54:55.143+07:00</updated><title type='text'>Setting Modem Siera 885 pada Simpati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setting modem sierra 885 pada simpati prabayar pada awalnya terasa cukup sulit. Karena petunjuk instalasinya pada dokumentasinya tidak diberikan sama sekali.Apalagi petunjuk untuk setting pada kartu simpati prabayar tidak saya temukan. Setelah saya coba cari pencerahan via google,ternyata semua artikel petunjuknya hampir-hampir serupa atau mungkin copy paste.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Akhirnya saya memutuskan untuk mulai mencobanya dan akhirnya berhasil.Disini saya rangkumkan cara petunjuk instalasi modem sierra 885 dan setting kartu simpati prabayar sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Masukan USB Modem dan ikutilah ketika diminta untuk instalasi modem tersebut hingga selesai.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Install software 3G Wather (waktu Anda membeli modem sierra 885 software ini  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;tidak diberikan) dan mengenai software tsb bisa didownload di websitenya atau &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/8454280/3G_Watcher_Generic.msi.html"&gt; disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Pada kartu simpati prabayar harus diaktifkan lebih dahulu 3G dan GPRS.Caranya&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;dengan menelpon layanan pelanggan dengan nomor *116# dan setelah itu pilihlah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:arial;"&gt;atau jawablah no.4 (permintaan) setelah itu pilihlah GPRS untuk diaktifkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;selanjutnya ulangi langkah ini untuk mengaktifkan 3G. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Setelah langkah 3 ini selesai lepaskan kartu simpati Anda dari handpone dan masukkan kartu simpati tersebut ke USB modem sierra 885. Setelah itu tancapkan USB modem tersebut ke port USB laptop/dekstop Anda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Maka secara otomatis USB modem tersebut akan dideteksi dan akan mengenali profile default Anda. Jika Anda belum membuat profile tersebut maka lakukan hal sbb: klik connection pilih profile dan klik add profile.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Beberapa masalah koneksi modem Sierra pada Telkomsel Flash/ Unlimited,harap mengikuti langkah-langkah berikut :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Plug-in Sierra dan buka software Sierra Wather&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih : Tools &gt; Option &gt; profiles&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pilih Profiles yang sedang aktif dipakai&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masuk ke Menu Advanced&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada TCP/IP setting rubah autentication menjadi Chap.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ubah Win menjadi Yes kemudian klik Apply.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masuk ke DNS Setting isi Primary dan Secondary dengan 0.0.0.0&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik Apply, lalu ok. Kemudian tutup Sierra Wather dan Restart komputer Anda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Plug-in Modem Sierra dan Connect lagi.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Layanan Telkomsel Flash unlimited yang iurannya Rp 125.000/bln telah dihentikan sejak 31 Agustus 2009. Sebagai gantinya layanan Volume Base yaitu kita mendaftarkan via sms ke 3636 dengan batasan Quota. Pemakian dengan Sistem Volume Base ini yakni 1 KB sebesar Rp 1 sedangkan non Volume Base 1 KB sebesar Rp 5. Berikut saya tuliskan Sistem Quota pada Volume Base sbb:&lt;br /&gt;No.                     Price                            Volume                                  Masa Aktif&lt;br /&gt;1.                      Rp.1000                        500 KB                                    1 hari&lt;br /&gt;2.                      Rp. 2000                       1 MB                                        2 hari&lt;br /&gt;3.                      Rp. 5000                       5 MB                                        1 minggu&lt;br /&gt;4.                      Rp. 10000                   15 MB                                        1 minggu&lt;br /&gt;5.                      Rp. 20000                   35 MB                                        1 bulan&lt;br /&gt;6.                      Rp. 50000                 125 MB                                        1 bulan&lt;br /&gt;7.                      Rp.100000                300 MB                                        1 bulan&lt;br /&gt;8.                      Rp.125000                400 MB                                        1 bulan&lt;br /&gt;9.                      Rp.225000                800 MB                                        1 bulan&lt;br /&gt;10.                    Rp.400000                1,5 GB                                          1bulan     &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-8767378655203896977?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/8767378655203896977/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/01/setting-modem-siera-885-pada-simpati.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8767378655203896977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8767378655203896977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2010/01/setting-modem-siera-885-pada-simpati.html' title='Setting Modem Siera 885 pada Simpati'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-1482831734168774033</id><published>2009-09-24T09:38:00.010+07:00</published><updated>2009-11-06T17:11:24.480+07:00</updated><title type='text'>Ebook Fathul Bari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/SsQ2p23HvrI/AAAAAAAAAA4/zRoq9R6e_cM/s1600-h/fathul-bari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/SsQ2p23HvrI/AAAAAAAAAA4/zRoq9R6e_cM/s200/fathul-bari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5387491146971201202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fathul Bari salah satu kitab syarah hadist Bukhari yang cukup terkenal, ditulis oleh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ibnu Hajar Asqalani.&lt;/span&gt; Kitab ini telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh penerbit &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pustaka Azzam&lt;/span&gt;. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya &lt;a href="http://muh-ali.blogspot.com/2008/07/delapan-kitab-penjelasan-shahih-al.html"&gt;disini&lt;/a&gt; tentang beberapa kitab syarah Bukhari yang cukup monumental tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ebook yang saya berikan pada pembaca adalah hasil dari &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DVD Shamela&lt;/span&gt; yang pernah saya ceritakan sebelumnya juga &lt;a href="http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/perpustakaan-digital-kitab-kitab.html"&gt;disini&lt;/a&gt;.Ebook ini murni berbahasa Arab dalam bentuk file.doc(word). Jadi bagi pembaca yang belum mengerti bahasa Arab marilah mulai dari sekarang mempelajarinya agar bisa memahami ajaran agama Islam diantaranya membaca Syarah Hadits Bukhari. Inilah ebook Syarah Bukhari yang dikenal dengan Fathul Bari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Fathul-Bari-01 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6677672/001.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Fathul-Bari-02 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6677720/002.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Fathul-Bari-03 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/6677743/003.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Fathul-Bari-04 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7244275/004.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. Fathul-Bari-05 -&gt; download  &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7244290/005.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. Fathul-Bari-06 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7244301/006.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;7. Fathul-Bari-07 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7244322/007.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;8. Fathul-Bari-08 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7244341/008.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;9. Fathul-Bari-09 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7244351/009.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;10.Fathul-Bari-10 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7244367/010.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;11.Fathul-Bari-11 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7244391/011.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;12.Fathul-Bari-12 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7244392/012.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;13.Fathul-Bari-13 -&gt; download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7244390/013.doc.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-1482831734168774033?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/1482831734168774033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/09/ebook-fathul-bari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/1482831734168774033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/1482831734168774033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/09/ebook-fathul-bari.html' title='Ebook Fathul Bari'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/SsQ2p23HvrI/AAAAAAAAAA4/zRoq9R6e_cM/s72-c/fathul-bari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-7851605198704107436</id><published>2009-07-16T11:11:00.009+07:00</published><updated>2009-07-17T16:42:44.240+07:00</updated><title type='text'>Maurice BucaileTak Ragu dengan Kebenaran Alquran</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358906832373319298" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 131px; CURSOR: hand; HEIGHT: 101px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/Sl6pXxAGhoI/AAAAAAAAAAw/lBXw4apwwa4/s200/maurice-bucaille.jpg" border="0" /&gt;Suatu hari di pertengahan tahun 1975,sebuah tawaran dari pemerintah Prancis datang kepada pemerintah Mesir.Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan untuk meneliti,mempelajari,dan menganalisa mumi Fir'aun.Tawaran tersebut disambut baik oleh Mesir.Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir,mumi Firaun dibawa ke Perancis.Bahkan,pihak Perancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun dengan pesta yang sangat meriah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mumi itu pun dibawa ke ruang khusus di Pusat Purbakala Prancis,yang selanjutnya dilakukan penelitian sekaligus mengungkap rahasia di baliknya oleh ilmuwan terkemuka dan para pakar dokter bedah dan otopsi di Prancis.Pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab jawab utama dalam penelitian mumi ini adalah Prof Dr Maurice Bucaille.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Bucaille adalah ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah mengepalai klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L'Eveque,Prancis pada 19 Juli 1920.Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada tahun 1945 sebagai ahli gastroenterology. Dan,pada 1973,ia ditunjuk menjadi dokter keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tidak hanya anggota keluarga Raja Faisal yang menjadi pasiennya. Anggota keluarga Presiden Mesir kala itu, Anwar Sadat, diketahui juga termasuk dalam daftar pasien yang pernah menggunakan jasanya.Namanya mulai terkenal ketika ia menulis buku tentang Bibel, Alquran, dan ilmu pengetahuan modern atau judul aslinya dalam bahasa Prancis yaitu La Bible, le Coran et la Science di tahun 1976.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketertarikan Bucaille terhadap Islam mulai muncul ketika secara intens dia mendalami kajian biologi dan hubungannya dengan beberapa doktrin agama. Karenanya, ketika datang kesempatan kepada Bucaille untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun,ia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menguak misteri di balik penyebab kematian sang raja Mesir kuno tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ternyata, hasil akhir yang ia peroleh sangat mengejutkan! Sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam. Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Penemuan tersebut masih menyisakan sebuah pertanyaan dalam kepala sang profesor. Bagaimana jasad tersebut bisa lebih baik dari jasad-jasad yang lain, padahal dia dikeluarkan dari laut?&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya.Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern,dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Prof Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yaitu tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya.Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern,dengan judul aslinya, Les momies des Pharaons et la midecine. Berkat buku ini, dia menerima penghargaan Le prix Diane-Potier-Boes (penghargaan dalam sejarah) dari Academie Frantaise dan Prix General (Penghargaan umum) dari Academie Nationale de Medicine, Prancis.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menurutnya, pengungkapan rahasia seperti ini tidak mungkin diketahui kecuali dengan perkembangan ilmu modern, melalui peralatan canggih yang mutakhir dan akurat.Hingga salah seorang di antara mereka berkata bahwa Alquran yang diyakini umat Islam telah meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian diselamatkannya mayatnya.Ungkapan itu makin membingungkan Bucaille. Lalu, dia mulai berpikir dan bertanya-tanya.Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ia duduk semalaman memandang mayat Firaun dan terus memikirkan hal tersebut. Ucapan rekannya masih terngiang-ngiang dibenaknya, bahwa Alquran--kitab suci umat Islam telah membicarakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari kehancuran sejak ribuan tahun lalu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ia berkata pada dirinya sendiri. "Apakah masuk akal mumi di depanku ini adalah Firaun yang akan menangkap Musa? Apakah masuk akal, Muhammad mengetahui hal itu, padahal kejadiannya ada sebelum Alquran diturunkan?".Prof Bucaille tidak bisa tidur, dia meminta untuk didatangkan Kitab Taurat (Perjanjian Lama).Diapun membaca Taurat yang menceritakan: ''Airpun kembali (seperti semula), menutupi kereta,pasukan berkuda, dan seluruh tentara Firaun yang masuk ke dalam laut di belakang mereka, tidak tertinggal satu pun di antara mereka''.Kemudian dia membandingkan dengan Injil. Ternyata, Injil juga tidak membicarakan tentang diselamatkannya jasad Firaun dan masih tetap utuh. Karena itu, ia semakin bingung.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berikrar Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Akan tetapi, tidak ada keputusan yang mengembirakannya, tidak ada pikiran yang membuatnya tenang semenjak ia mendapatkan temuan dan kabar dari rekannya tersebut, yakni kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dia pun memutuskan untuk menemui sejumlah ilmuwan otopsi dari kaum Muslimin.Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwanMuslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya pada Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka mushaf Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: "Maka pada hari ini kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami."(QS Yunus: 92).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: "Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini".&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ia pun kembali ke Prancis dengan wajah baru, berbeda dengan wajah pada saat dia pergi dulu.Sejak memeluk Islam, ia menghabiskan waktunya untuk meneliti tingkat kesesuaian hakikat ilmiah dan penemuan-penemuan modern dengan Alquran, serta mencari satu pertentangan ilmiah yang dibicarakan Alquran.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semua hasil penelitiannya tersebut kemudian ia bukukan dengan judul Bibel, Alquran dan Ilmu Pengetahuan Modern, judul asli dalam bahasa Prancis, La Bible, le Coran et la Science. Buku yang dirilis tahun 1976 ini menjadi best-seller internasional (laris) di dunia Muslim dan telah diterjemahkan ke hampir semua bahasa utama umat Muslim di dunia.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karyanya ini menerangkan bahwa Alquran sangat konsisten dengan ilmu pengetahuan dan sains,sedangkan Al-Kitab atau Bibel tidak demikian. Bucaille dalam bukunya mengkritik Bibel yang ia anggap tidak konsisten dan penurunannya diragukan. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Republika,12 Juli 2009&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-7851605198704107436?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/7851605198704107436/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/07/maurice-bucaile-tak-ragu-dengan_16.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/7851605198704107436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/7851605198704107436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/07/maurice-bucaile-tak-ragu-dengan_16.html' title='Maurice Bucaile&lt;br&gt;Tak Ragu dengan Kebenaran Alquran'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/Sl6pXxAGhoI/AAAAAAAAAAw/lBXw4apwwa4/s72-c/maurice-bucaille.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-3868243761465535244</id><published>2009-04-29T17:23:00.000+07:00</published><updated>2009-04-29T16:32:48.099+07:00</updated><title type='text'>Ignaz GoldziherOrientalis PenolakKebenaran Hadits</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ignaz Goldziher (1850-1921) adalah satu-satunya orientalis yang sempat belajar secara resmi di Universitas al-Azhar,Mesir.Ia bukan saja aktif menghadiri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'tallaqi' &lt;/span&gt;&lt;span&gt;dengan beberapa masyayikh di Al-Azhar, bahkan ia pernah ikut shalat Jumat di sebuah mesjid di Mesir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Ignaz Goldziher seorang Yahudi yang lahir di Hungaria 1850. Ia terlatih dalam bidang pemikiran sejak usia dini. Dalam usia lima tahun, ia mampu membaca teks Bibel "asli" dalam bahasa Ibrani. Pendidikan S1-nya bermula pada usia 15 tahun di Universitas Budapest, Hungaria. Ia sangat terpengaruh oleh pemikiran dosennya, yaitu Arminius Vambery (1803-1913),seorang pakar tentang Turki. Arminius Vambery lah yang banyak mewarnai kehidupan intelektual awal Goldziher. Arminius Vambery adalah keturunan Yahudi yang mengenalkan Theodor Herz (1860-1904) pendiri Zionisme, untuk melobi Sultan Hamid II terkait pendirian Negara Israel di Palestina. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyelesaikan studinya di Budapest, Goldziher melanjutkan studinya di Universitas Leipzig, Jerman. Ia meraih gelar doktor dari universitas tersebut ketika berusia 19 tahun. Gelar itu diperolehnya setelah dibimbing selama dua tahun oleh Heinrich Fleisher, orientalis Jerman terkemuka. Setelah dari Leipzig, Goldziher melanjutkan penelitiannya di Universitas Leiden, Belanda, selama setahun. Selanjutnya, pada usianya yang ke-21, ia pulang ke kampung halamannya dan menjadi dosen privat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Privatdozent&lt;/span&gt;) di Universitas Budapest, Hunagria. Dosen privat pada saat itu adalah sebuah jabatan yang dianugerahkan kepada para intelektual muda sebagai sebuah keistimewaan untuk mengajar di universitas, namun tanpa gaji. Saat yang sama, Goldziher juga dipilih sebagai anggota " Akademi Sains Hungaria," sebuah penghargaan yang diberikan pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai "adat" para orientalis untuk mengunjungi dan menetap di negara-negara Muslim supaya secara langsung dapat berinteraksi dengan para ulama, Goldziher juga berkunjung ke Syria dan Mesir pada 1873-1874. Di Mesir, ia dikenalkan oleh Dor Bey,seorang pejebat keturunan Swiss yang bekerja di Kementrian Pendidikan Mesir. Melalui Dor Bey,Goldziher diperkenalkan kepada Riyad Pasha, Menteri Pendidikan Mesir. Setelah berkenalan beberapa lama dengan menteri pendidikan Mesir, Goldziher mengemukakan hasratnya untuk belajar di Universitas al-Azhar. Atas rekomendasi Riyad Pasha lah, Syakhul al-Azhar, 'Abbasi,Mufti Masjid al-azhar terbujuk. Setelah bertemu dengan Goldziher yang saat itu mengaku bernama Ignaz al-Majari(Ignaz dari Hungaria) dan mengaku dirinya "Muslim" (namun dalam makna percaya kepada Tuhan yang satu, bukan seorang musyrik) , serta dengan kelihaiannya berdiplomasi, maka Goldziher bisa "menembus" al-Azhar. Ia menjadi murid beberapa&lt;span style="font-style: italic;"&gt; masyayikh&lt;/span&gt; al-Azhar,seperti Syaikh al-Asmawi, Syaikh Mahfudz al-Maghribi, Syaikh Sakka dan beberapa syaikh al-Azhar lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sukses "bersandiwara," Goldziher kembali ke Budapest. Ia menjabat sebagai Sekretaris Zionis Hungaria. Bagaimanapun, kajian tentang Islam lebih mewarnai kehidupannya dibanding keterlibatannya di bidang politik. Goldziher menulis banyak karya tentang studi Islam. Ia menulis misalnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Muhammedanisnche Studien &lt;/span&gt; (Studi Pengikut Muhammad, 2 jilid,1889-1890); &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Die Riechtungen der islamischen Koranauslegung (&lt;/span&gt;Mazhab-Mazhab Tafsir dalam Islam,Leiden,1920) dan masih banyak lagi karya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goldziher adalah orientalis yang mempunyai pemikiran di antaranya menolak kebenaran Hadits. Baginya hadits itu tidak ada yang otentik. Sebabnya, tidak ada bukti empiris yang menunjukan bahwa hadits yang beredar memang pada awalnya berasal dari Muhammad. Dalam pandangan Goldziher, yang telah terjadi adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"back Projection." &lt;/span&gt;Maksudnya, para perawi hadits meriwatkan haditsnya dengan mengatas namakan Muhammad, padahal Muhammad sendiri tidak mengatakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga, Goldziher juga menegaskan, hadits itu palsu karena diriwayatkan untuk kepentingan politis dan ideologis dari kaum Muslimin yang sudah terpecah-pecah. Ia juga menyatakan, keliru kalau hukum Islam bersumber dari al-Qur'an dan hadits. Kekeliruan tersebut terletak karena mengandaikan sebelumnya pada zaman Muhammad, kedua-duanya sudah tersedia. Bagaimanapun, kondisi sebenarnya, dalam pandangan Goldziher, sama sekali tidak tersedia. Bagi Goldziher, hadits baru mulai dihimpun pada abad ke-3 Hijriah, 200-300 tahun setelah kematian Muhammad, baru hadits itu ada dalam bentuk tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Goldziher sangat naif. Bukti empiris menunjukkan, hadits telah dihimpun dan tertulis sejak awal  abad pertama Hijriah. Dalam kajiannya yang intensif, almarhum Muhammad Hamidullah, seorang sarjana Muslim terkemuka, telah menunjukkan bahwa Abu Hurairah, (m 677/58 H) misalnya telah menghimpun hadits-hadits dari Rasullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad hamidullah telah megkaji hadits-hadits yang ditulis oleh murid Abu Hurairah, yaitu Hammam bin al-Munabbih (m. 719/101 H). Manuskrip-manuskrip Hammam bin al-Munabbih ada di Damaskus dan Berlin. Menurut Muhammad Hamidullah, tulisan (koleksi) tentang hadits sudah tersebar sejak awal abad pertama Hijriah. Bukhari mendapat hadits dari buku yang memuat koleksi hadits gurunya 'Abd al-Razzaq, yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-Musannaf&lt;/span&gt;. Abd al-Razzaq mendapatkan hadits-hadits tersebut dari yang memuat koleksi hadits gurunya, yaitu Ma'mar bin Rashid (m. 87/212 H), yang dikenal dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al- Jami&lt;/span&gt;. Ma'mar adalah murid Hammam bin Munabbih. Jadi, jika bukti empiris yang dituntut, maka bukti tersebut sudah tersedia pada abad pertama Hijriah, yaitu himpunan tulisan hadits yang ada pada buku Hammam bin Munabbih. Oleh sebab itu, pendapat Goldziher telah terbantahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in dan seterusnya juga sangat hati-hati dalam meriwayatkan hadits. Para ulama telah mengklasifikasikan hadits dan menggolongkan dengan kategori dhaif,mawdhu',mudallas, munqati' dan seterusnya. Para ulama dalam bidang hadits juga telah mengembangkan ilmu-ilmu yang berpangkal pada sanad seperti rijal al-hadits, ilmu tabaqat al-ruwat, ilmu Tarikh Rijal al-Hadits, Ilmu Jarh wa al-Ta'dil dan ilmu-ilmu yang berpangkal pada matan seperti Ilmu Gharaib al-Hadits, Ilmu Asbab Wurud al-Hadits, Ilmu Tawarikh al-Mutun, Ilmu Talfiq al-Hadits dan ilmu yang berpangkal pada sanad dan matan seperti Ilmu 'Ilali al-Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pengingkaran terhadap hadits jelas naif. Selain bukti-bukti empiris yang menunjukkan, tulisan hadits telah dihimpun pada abad pertama hijriah, para perawi hadits juga telah disaring untuk diterima riwayatnya. Bahkan metodologi hadits yang telah dirangkum oleh para pakar hadits merupakan metodologi yang unik. Sebuah hadits diterima jika rawinya bersifat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'adil&lt;/span&gt; , sempurna ingatannya, sanadnya tidak terputus, hadits itu tidak cacat (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'ilat&lt;/span&gt;) dan tidak janggal. Keadilan seorang rawi, dalam pandangan Ibn al-Sam'ani adalah selalu memelihara perbuatan taat dan menjauhi maksiat, menjauhi dosa-dosa kecil yang dapat menodai agama dan sopan santun, tidak melakukan perkara-perkara mubah yang dapat menggugurkan iman dan kepada qadar dan mengakibatkan penyesalan serta tidak mengikuti  pendapat salah-satu mazhab yang bertentangan dengan dasar syara'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi,kriteria yang ditetapkan oleh para ulama hadits begitu ketat. Kebenaran suatu hadits bukan saja ditentukan oleh isi namun juga oleh ahlak. Biarpun isinya benar, namun jika buruk ahlaknya, maka periwatan hadits tersebut akan ditolak. Memasukkan moralitas ke dalam struktur ilmu merupakan keunikan tersendiri dalam bangunan struktur keilmuan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian mereka tidak akan terkait dengan moralitas mereka sendiri apalagi dengan keimanan. Pengetahuan mereka kepada Islam seharusnya menyadarkan mereka kepada kebenaran Islam. Namun para orientalis justru dengan pengetahuan kepada Islam, semakin menjauhkan diri mereka kepada kebenaran. Dengan perkataan lain, kritikan Goldziher terhadap Islam merupakan upaya untuk "menghibur diri" bahwa agama Yahudi adalah lebih banar. Padahal jika Islam dikritik, maka kritikan sama bahkan lebih tajam terlebih dahulu harus ditujukan kepada Yahudi dan Kristen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Adnin Armas,MA&lt;br /&gt;Al-Mujtama edisi 11 Th1/9 Rabiul Awwal 1430H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-3868243761465535244?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/3868243761465535244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/04/ignaz-goldziher-orientalis-penolak.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/3868243761465535244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/3868243761465535244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/04/ignaz-goldziher-orientalis-penolak.html' title='Ignaz Goldziher&lt;br&gt;Orientalis Penolak&lt;/br&gt;&lt;br&gt;Kebenaran Hadits&lt;/br&gt;'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-2730763914167536898</id><published>2009-04-14T13:24:00.004+07:00</published><updated>2009-04-14T13:55:00.225+07:00</updated><title type='text'>Ebook Membuat Theme Blogspot</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini membuat website atau situs sangat mudah sekali,tidak perlu lagi mengetahui PHP,HTML, CSS maupun Mysql. Hanya dalam hitungan beberapa menit saja website yang kita inginkan langsung jadi, karena banyak sekali software yang beredar telah menyediakan buat kita untuk menggunakannya. Salah satu software CMS yang cukup terkenal yaitu wordpress. Disamping wordpress saingan terberatnya yaitu blogspot.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Dengan blogspotpun Anda dapat membuat website dalam hitungan beberapa menit langsung jadi. Yang jadi permasalahan buat kita yang ingin menampilkan website yang bagus dan rapih untuk dilihat banyak orang. Karena kalau kita menggunakan theme yang standart yang ada di blogspotpun kurang memenuhi keinginan kita. Mungkin salah satu jalan kita mendownload theme-theme yang bagus dan free untuk kita gunakan pada website kita. Walaupun demikian pasti kita ingin bisa mengubah theme-theme tersebut yang sesuai dengan keinginan kita.  &lt;/span&gt;Apalagi website yang akan kita tampilkan untuk mencari dollar, pastilah menampilkannya sebaik mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah bagi pembaca yang ingin mengetahui cara membuat theme dan bagaimana merubah template-template yang ada bisa mendownloadnya di &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://www.bloggerbuster.com/" target="_blank"&gt;www.bloggerbuster.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;milik Mrs. Amanda atau juga bisa mendownloadnya di blog ini:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. Ebook  Template Blogger download &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4132394/the-blogger-template-book.pdf.html/" target="_blank"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Ebook A Cheat's Guide To Customizing Blogger Template &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4131957/CGCBT.pdf.html/" target="_blank"&gt;disini &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-2730763914167536898?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/2730763914167536898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/04/ebook-membuat-theme-blogspot.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2730763914167536898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2730763914167536898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/04/ebook-membuat-theme-blogspot.html' title='Ebook Membuat Theme Blogspot'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-3905201940133278750</id><published>2009-04-01T09:46:00.002+07:00</published><updated>2009-04-01T09:53:53.549+07:00</updated><title type='text'>Jahe Minuman Surga</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Di dalam surga,mereka diberi segelas minuman yang campurannya jahe" (Al-Insan[76]:17)&lt;/span&gt;.Bagi kita yang hidup di Indonesia,rempah-rempah yang disebut jahe ini tentu tidak asing lagi. Disamping lazim digunakan sebgai bumbu masak,sari jahe jika diseduh dengan air panas dan di tambah sedikit pemanis,maka jadilah minuman yang sedap dan menghangatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tentu,akar rimpang tercatat dalam Al-Qur'an dan disebut "minuman surga" ini,diminati bukan hanya karena kelezatannya. Lebih dari itu, Allah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Subhanahu wa Ta'ala &lt;/span&gt;(SWT) telah menciptakan jahe sebgai rempah kaya akan kandungan kimia yang bermanfaat bagi nutrisi dan obat-obatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama, sudah mengenal sejak lama bahwa jahe bisa digunakan sebagai obat beberapa penyakit. Dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Al Adab As Syar'iyah&lt;/span&gt; (3/28),Ibnu Muflih Al hanbali (763H) menjelaskan bahwa rempah-rempah yang popule di dunia Arab dengan sebutan zanjabil ini bisa menghilangkan gangguan pencernaan yang disebabkan jumlah udara gas yang berlebihan di dalam perut.Selain itu,juga mengurangi resiko yang disebabkan oleh makanan yang beku dan kenyal,serta membantu memudahkan proses pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan para ulama itu juga diakui oleh dunia farmasi modern.Dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;British Journal of Anaesthesia vol.84 (2006) &lt;/span&gt;disebutkan bahwa untuk mengatasi mual dan muntah,jahe bisa dihandalkan. Karena jahe mampu memblok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;serotonim&lt;/span&gt;, yakni senyawa yang menyebabkan perut berkontraksi.Juga kandungan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gingeros&lt;/span&gt; yang ada dalam jahe bisa digunakan sebagai peringan rasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;British journal of Nutrition vol.96 (2006)&lt;/span&gt;,beberapa ahli biologi Universitas Kuwait menjelaskan hasil percobaan mereka.Hasilnya,rempah-rempah yang memiliki nama latin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Zingiber offcinale&lt;/span&gt; ini amat bermanfaat bagi penderita penyakit diabetes militus,karena bisa menurunkan glukosa,kolesterol, dan kadar protein dalam air seni secara signifikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ilmiah juga,jahe terbukti mampu melawan bakteri escherichia coli,penyebab penyakit diare, yang telah dibuktikan beberapa ilmuwan dari Departemen Mikrobiologi Cina,yang dimuat dalam&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Jurnal Agricultural and Food Chemistri, vol 55 (2007).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tradisi pengobatan herbal di negeri ini,jahe yang dilumatkan sering digunakan sebagai pertolongan pertama terhadap luka akibat gigitan ular berbisa.Walhasil, Allah SWT telah memberikan banyak nikmat dan manfaat kepada manusia lewat rempah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hidayatullah:Edisi 12 April 2009/ Rabiul Tsani 1430 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-3905201940133278750?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/3905201940133278750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/04/jahe-minuman-surga.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/3905201940133278750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/3905201940133278750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/04/jahe-minuman-surga.html' title='Jahe Minuman Surga'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-8876024274017010600</id><published>2009-03-30T13:43:00.003+07:00</published><updated>2009-03-31T08:52:17.481+07:00</updated><title type='text'>Belajar Bahasa Arab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Mempelajari bahasa Arab pada saat ini cukup mudah sekali kalau dibandingkan dengan keadaan masa-masa sebleumnya. Coba saja Anda bayangkan bagaimana sulitnya menghapal Ad-jurumiyah dan matan-matannya. Tapi berbeda sekali dengan masa sekarang, banyak buku-buku yang membahas gramatika bahasa Arab (Nahwu/Shorof) seperti buku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;"Belajar Cepat Tata Bahasa Arab" &lt;/span&gt;yang ditulis oleh Akhmad Munawari. Dengan pengalaman mengajarkan bahasa Arab, si penulis memberikan petunjuk dan contoh yang mudah dipahami oleh pembaca yang awam sekalipun bahkan untuk mereka yang hendak belajar sendiri (otodidak). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk Anda yang ingin belajar melalui internet pun pada saat ini sumbernya cukup banyak diantaranya yaitu &lt;a href="http://www.badar.muslim.or.id/"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;www.badar.muslim.or.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Situs ini mengkhususkan belajar bahasa Arab langkah per langkah yang memudahkan bagi siapa saja yang ingin belajar bahasa Arab.Di samping itu penjelasan dari setiap materi pelajaran dijelaskan juga dengan audio (suara) yangberbentuk mp3 dan juga penjelasan tersebut bisa kita download. Bagi pembaca yang tidak jelas dalam setiap materi yang dipaparkan bisa bertanya langsung dengan menuliskan pertanyaan di kolom komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dengan menguasai bahasa Arab, Insya Allah kita bisa memahami ajaran Islam secara menyeluruh mulai dari Akidah, Alquran, Hadist Fiqih,Tasauf dan ilmu-ilmu lainnya yang berhubungan dengan ilmu-ilmu keIslaman. Dan untuk bisa menguasai bahasa Arab,kita harus berusaha keras untuk terus belajar dan fokus serta semangat dan kesabaran juga pantang putus asa. Insya Allah dalam beberapa tahun kedepan kalau kita istiqomah,kita akan bisa membaca kitab-kitab kuning yang merupakan sumber ilmu keislaman dan warisan para ulama. Dan sebagai penutup dari tulisan ini, saya mendapatkan ebook pelajaran bahasa arab yang bisa didowload oleh siapa saja silahkan donwoad &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4072425/Bhs-Arab.pdf.html"&gt;di sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-8876024274017010600?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/8876024274017010600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/03/belajar-bahasa-arab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8876024274017010600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8876024274017010600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/03/belajar-bahasa-arab.html' title='Belajar Bahasa Arab'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-4384162196099734658</id><published>2009-03-18T09:48:00.005+07:00</published><updated>2010-04-13T06:02:52.278+07:00</updated><title type='text'>Laut Mati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Laut mati adalah lokasi hancurnya kaum Luth.Dalam Alquran banyak sekali cerita-ceita&lt;/span&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;tentang umat-umat terdahulu.Seperti kisah Nabi Adam AS dan istrinya (Hawa),kisah Nabi Nuh &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;dan umatnya yang ditenggelamkan,kisah Nabi Ibrahim dan hancurnya berhala-berhala yang menjadi sesembahan umatnya,hancurnya umat Nabi Hud (kaum 'ad),umat (penghuni gua), dan kisah Nabi Yunus yang dimakan ikan paus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah-kisah itu diceritakan kembali dalam Alquran tujuannya agar umat Islam bisa mengambil hikmah dan pelajaran. Dari berbagai peristiwa itu,hendaknya umat Islam tidak melakukan hal yang sama, yang membuat Allah SWT menjadi murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kisah dalam Alquran yang harus menjadi pelajaran umat manusia adalah kisah umat Nabi Luth AS dihancurkan karena mereka melakukan perbuatan seksual dengan sesama jenis (homoseksual).Walaupun sudah diperingatkan oleh Nabi Luth,namun umatnya tak mau menuruti perintah tersebut,hingga Allah menimpakan azab terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah diazabnya umat Nabi Luth AS terdapat dalam surat Al Anbiya:74-75,Hud:82-83, dan Al Qamar:33-38.Kisah kehancuran umat Luth AS ini juga diceritakan dalam kitab Perjanjian Lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Laut Mati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai penelitian yang dilakukan, peristiwa atau lokasi kejadian diazabnya umat Luth AS ini adalah di kota Sodom,di daerah yang sekarang dikenal Laut Mati atau danau Luth yang terletak di perbatasan antara Israel dan Yordania.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini sekelumit cerita mengenai dihancurkannya umat Nabi Luth tersebut dalam Alquran."Mengapa kamu mendatangkan jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang melampaui batas"(QS Asy-Syu'araa[26]:165-166)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajakan Nabi Luth ini justru ditolak oleh umatnya. Bahkan tatkala Allah SWT mengutus dua malaikat dalam wujud manusia  kepada Nabi Ibrahim dan Luth (QS Adz-Dzaariaat[51]:32, Hud[11]:62-81, mereka malah meminta Luth untuk menyerahkan kedua tamunya itu untuk dinikahkan kepada mereka. Lalu, Allah  menghancurkan umat Luth ini akibat perbuataanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam surat Hud ayat 82 dijelaskan,umat Nabi Luth ini dihancurkan dengan cara bumi mereka dijungkirbalikkan (yang atas ke bawah dan bawah ke atas) lalu dihujani dengan batu belerang yang  terbakar secara bertubi-tubi.Selama ribuan tahun terkubur,kini jejak atau sisa-sisa kehancuran umat Nabi Luth ini berhasil ditemukan oleh para ahli akeologi si sekitar Laut Mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya,penelitian dilakukan oleh William Albright, seorang ahli purbakala pada 1924 di sekitar Laut Mati. Beberapa orang yang bersama William Albright mencari keberadaan sisa-sisa Kota Sodom dan Gomorah,hingga akhirnya mereka menemukan situs purbakala Bab-Edh-dhra (dibaca:Badhedra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bab-edh-dhira adalah makam terbesar khas zaman perunggu yang mereka gali,panjangnya 15 meter dan lebarnya 7 meter. Di sini juga mereka menemukan makam berisi perhiasan emas dan menggali lebih 700 tembikar yang merupakan hadiah penguburan, termasuk tempat parfum kecil dan banyak benda lain, seperti kain.Menurut  William Albright, makam ini telah digunakan selama 1000 tahun lamanya, dari zaman Ibrahim hingga penghancuran kota Sodom,tempat kehidupan Nabi Luth dan umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan umat Nabi Luth di sekitar laut mati ini diperkuat dengan ulasan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Natonal Geographic&lt;/span&gt; edisi Desember 1957."Gunung Sodom,tanah gersang dan tandus muncul secara tajam di atas Laut Mati. Belum pernah seorangpun menemukan Kota Sodom dan Gomorah yang dihancurkan,namun para akademisi percaya bahwa mereka berada di Lembah Siddin yang melintang dari tebing terjal ini. Kemungkinan air bah dari Laut Mati  menelan mereka sete lah gempa bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama tak ada kabarnya tentang keberadaan umat Nabi Luth, ahli purbala lainnya,Paul Lapp dan Thomas Schaub,melakukan penggalian kembali di sekitar Laut Mati pada 1967.Dan kemudian, penggalian diteruskan oleh Werner Keller, seorang ahli arkeologi asal Jerman di sekitar Laut Mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan merujuk pada keterangan Alquran mengenai dijungkirbalikkannya kota tempat kediaman umat Nabi Luth,Werner Keller menyatakan:"Bersama dengan dasar dari retakan yang sangat lebar ini, yang persis melewati daerah ini,Lembah Siddim,termasuk Sodom dan Gomorah,dalam satu hari terjerumus ke kedalaman.Kehancuran mereka terjadi melalui sebuah peristiwa gempa bumi dasyat yang mungkin disertai dengan letusan petir,keluarnya gas alam serta lautan api".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Werner percaya bahwa umat Nabi Luth dihancurkan melaui sebuah gemapa bumi yang sangat hebat.Peristiwa tersebut dilukiskan dengan keterangan Alquran  surah Asy-Syu'araaa ayat 173."Kami menghujani mereka dengan batu belerang sebagaimana tanah liat yang terbakar terbakar secara bertubi-tubi." Berkaitan dengan hali ini, Wernwer Keller menulis: "Pergeseran patahan membangkitkan tenaga vulkanik yang telah tertidur lama sepanjang patahan. Dilembah yang tinggi di Jordania dekat Bashan masih terdapat kawah yang menjulang dari gunung api yang sudah mati;bentangan lava yang luas dan lapisan basal yang dalam yang telah terdeposit pada permukaan batu kapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda nyata yang disampaikan oleh Danau Luth tentu sangat menarik.Umumnya,kejadian yang diceritakan dalam Alquran terjadi di Jazirah Araba,dan Mesir. Tepat di tengah-tengah semua kawasan ini terletak Danau Luth,serta sebagian peristiwa yang terjadi di sekitarnya,patut mendapat perhatian secara geologis.Danau tersebut diperkirakan berada 400 meter di bawah permukaan Laut Tengah. Karena lokasi terdalam dari danau tersebut adalah 400 meter, dasarnya berada di kedalaman 800 meter di bawah Laut Tengah.Inilah titik yang terendah di seluruh permukaaan bumi.Di daerah lain yang lebih rendah dari permukaan laut,paling dalam adalah 100 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat lain dari Danau Luth adalah kandungan garamnya yang sangat tinggi,kepekatannya mencapai 30 persen.Oleh karena itu, tidak ada organisme semacam ikan atau lumut yang hidup di danau ini.Hal inilah yang menyebabkan Danau Luth dalam literatur-literatur barat lebih sering disebut sebagai "Laut Mati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang menimpa kaum Luth yang disebutkan dalam Alquran berdasarkan perkiraaan terjadi sekitar 1800 SM, Berdasarkan pada penelitian arkelogis dan geologis,peneliti Jerman,Werner Keller mancatat bahwa Kota Sodom dan Gomorah benar-benar berada di Lembah Siddim yang merupakan daerah terjauh dan terendah dari Danau Luth, dan bahwa pernah terdapat situs yang besar dan dihuni di daerah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon,jika seseorang bersampan (mendayaung) melintasi Danau Luth ke titik paling utara dan matahari sedang bersinar pada arah yang tepat,ia akan melihat suatu yang sangat menakjubkan.Pada jarak tertentu dari pantai dan jelas terlihat di bawah permukaaan air, maka akan&lt;br /&gt;tampaklah gambaran bentuk hutan yang diawetkan oleh kandungan garam Laut Mati yang sangat tinggi.Batang dan akar di bawah air yang berwarna hijau berkilauan tampak sangat kuno.Lembah Siddim, di mana pepohonan ini dahulu kala bermekaran daunnya menutupi batang dan ranting merupakan salah satu tempat terindah di daerah ini.Keindahan Laut Mati ini dilukiskan seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"like the garden of God"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Republika(Ahad,15 Maret 2009)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-4384162196099734658?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/4384162196099734658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/03/laut-mati.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/4384162196099734658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/4384162196099734658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/03/laut-mati.html' title='Laut Mati'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-3055123493512830016</id><published>2009-03-16T08:44:00.002+07:00</published><updated>2009-03-16T08:55:41.110+07:00</updated><title type='text'>Software Bajakan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menginstall ulang windows xx,xp mungkin sebagian dari kita sudah menjadi hal biasa,terutama sekali para teknisi komputer. Lihat saja, kalau kita berkunjung ke Glodok atau Dusit Mangga Dua maupun Harco yang merupakan pusat penjualan komputer terbesar di Jakarta. Di sana para teknisi sedang merakit dan menginstall OS Windows dan program-program lainnya yang dibutuhkan para pembeli dan bahkan sebagian dari para teknisi tsersebut telah hafal SN (serial number) windows maupun microsoft Office yang panjangnya kurang lebih dari 25 karakter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya punya pengalaman dengan software bajakan, ketika saya selesai menginstall windows xp danbeberapa device yang dibutuhkan berjalan normal. Namun ada satu device yang tidak berjalan yakni sound card. Seperti biasa kita analisa satu demi satu dari mulai melihat apakah device tersebut sudah dikenal atau belum, apakah speaker berfungsi atau tidak, apakah colokan dari speaker sudah dimasukan  ke lobang sound card yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setelah dicek semua ternyata semua itu tidak ada masalah.Yang menjadi pertanyaan mengapa speaker tidak bisa berbunyi. Setelah itu saya putuskan untuk mendownload driver sound card terbaru dan menginstall driver tersebut tersebut ternyata speaker tetap tidak berbunyi.Pensaran dengan hal itu, saya langsung tanyakan pada pemilik komputer,apakah sebelumnya speaker ini aktif dan dijawab ya, sebelumnya spekear tersebut berbunyi.Maklum&lt;br /&gt;pemiliknya suka sekali mendengarkan lagu MP3 nostagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena masih diliputi rasa penasaran akhirnya saya putuskan untuk menginstall ulang windows xp yg bukan milik sendiri dan meminjam windows xp milik teman dengan spesifik sama windows xp SP2 dengan sn berbeda. Setelah selesai instal kemudian mengecek semua device termasuk sound card yang tidak berbunyi tadi dan ternyata bisa berjalan normal alias speaker bisa berbunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi inilah salah satu kelemahan software bajakan yang saya beli dengan harga Rp 20.000. Tapi apa daya kalau beli yang asli harganya sangat mahal. Mungkin saran saya kalau kita mulai beralih berangsur-angsur pindah ke software-software yang free seperti Linux dengan turunannya. Selain gratis software tersebut juga tangguh dan bebas dari virus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-3055123493512830016?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/3055123493512830016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/03/software-bajakan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/3055123493512830016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/3055123493512830016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/03/software-bajakan.html' title='Software Bajakan'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-1000743949199037357</id><published>2009-03-02T16:14:00.009+07:00</published><updated>2011-03-30T18:45:04.825+07:00</updated><title type='text'>Driver EVO D380MX</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;Beberapa waktu yang lalu saya terpaksa menginstall ulang komputer compaq EVO D380MX. Seperti biasa karena system dari komputer tersebut banyak terinfeksi virus. Sudah di usahakan dengan beberapa cara, tapi virus tersebut tidak bisa dibersihkan lagi. Jadi jalan satu-satunya di install ulang.Setelah membackup datanya,barulah ritual install ulang dimulai.Install ulang OS Windows XP berjalan dengan mulus tanpa ada halangan apapun. Dan masalah baru muncul setelah selesai install XP,VGA, Ethernet,Audio tidak dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan masih percaya, saya mencoba bertanya pada paman Google. Dan setelah hilir mudik dengan kata kunci driver EVO D380MX ternyata saya temukan di websitenya compaq. Setelah itu saya coba untuk mendownloadnya dan menginstallnya ternyata tak berhasil dan justru banyak orang bertanya pada admin compaq.Akhirnya saya istirahat sejenak untuk mencari jalan agar masalah saya terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya selesai beristirahat dan berpikir sejenak, tiba-tiba muncul pikiran bahwa cd driver EVO D380MX sepertinya pernah saya miliki sebelumnya,entah dimana. Lalu sambil mendengar lagu MP3 bung Rhoma Irama, saya berusaha mencari cd tsb.Maklum banyak cd-cd jadul seperti foxpro for dos, windows 98,ME dan cd-cd program lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah cukup lama mencari akhirnya saya temukan driver tersebut tanpa pembungkus CD.Akhirnya saya putuskan untuk membagikan driver tersebut kepada siapa saja yang memerlukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk mendownload driver VGA &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14397771/VGA.rar.html" target="_blank"&gt;klik disini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Untuk mendownload driver LAN &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14397770/LAN.rar.html" target="_blank"&gt;klik disini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Untuk mendownload driver Sound &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/14397769/AUDIO.rar.html" target="_blank"&gt;klik disini.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-1000743949199037357?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/1000743949199037357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/03/driver-evo-d380mx.html#comment-form' title='34 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/1000743949199037357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/1000743949199037357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/03/driver-evo-d380mx.html' title='Driver EVO D380MX'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>34</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-7999983716317487946</id><published>2009-01-06T08:32:00.002+07:00</published><updated>2009-01-06T08:50:41.032+07:00</updated><title type='text'>Imam Muslim Ahli Hadits dari Belakang Sungai Jihun</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Nasabur. Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada 202 H atau 817 M. Naisabur, saat ini termasuk wilayah Rusia. Dalam sejarah Islam, Naisabur dikenal dengan sebutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maa Wara'a an Nahr,&lt;/span&gt; daerah-daerah yang terletak di belakang Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Naisabur pernah menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan tidak kurang 150 tahun pada masa Dinasti Samanid.Tak hanya sebagai pusat pemerintahan dan perdagangan, kota Naisabur dikenal juga saat itu sebagai salah satu kota ilmu, bermukimnya ulama besar dan pusat peradaban di kawasan Asia Tengah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kecendrungan Imam Muslim kepada ilmu hadits tergolong luar biasa.Keunggulannya dari sisi kecerdasan dan ketajaman  hapalan, ia manfaatkan sebaik mungkin. Di usia 10 tahun, Muslim kecil sering datang berguru pada Imam ad-Dakhili, seorang ahli hadits di kotanya.Setahun kemudian, Muslim mulai menghapal hadits dan berani mengkoreksi kekeliruan gurunya ketika salah dalam periwayatan hadits.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam berbagai sumber, Muslim tercatat pernah ke Khurasan. Di kota ini Muslim bertemu dan berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih. Di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu Ansan. Pada rihlahnya ke Makkah untuk menunaikan haji 220 H, Muslim bertemu dengan Qa’nabi muhaddist kota ini untuk belajar hadist padanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu Muslim juga menyempatkan diri ke Hijaz. Di kota inilah ia belajar kepada Said bin Mansur dan Abu Mas Abuzar. Di Irak Muslim belajar hadits kepada Ahmad bin Hanbal dan Abdullah bin Muslamah. Kemudian di Mesir, Muslim berguru kepada Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya. Termasuk ke Syam, Muslim banyak belajar pada ulama hadits kota itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak seperti kota-kota lainnya, bagi Muslim.Bagdad memiliki arti tersendiri. Di kota inilah Imam Muhaddist ini berkali-kali berkunjung untuk belajar kepada ulama hadits. Terakhir Imam Muslim berkunjung Naisabur. Oleh Imam Muslim kesempatan ini digunakannya untuk berdiskusi sekaligus berguru pada Imam Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut kegigihan dan kecintaannya pada hadits, Imam Muslim tercatat sebagai orang yang dikenal telah meriwayatkan puluhan ribu hadits. Muhammad Ajaj al-Khatib, guru besar hadits pada Universitas Damaskus, Syria, menyebutkan hadits yang tercantum dalam karya besar Imam Muslim,Shahih Muslim berjumlah 3030 hadits tanpa pengulangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila dihitung dengan pengulangan lanjutnya, berjumlah sekitar 10.000 hadits. Sedang menurut Imam al-Khuli, ulama besar asal Mesir,hadist yang terdapat dalam karya Muslim berjumlah 4000 hadits tanpa pengulangan. Jumlah hadits yang ditulis dalam Shahih Muslim merupakan hasil saringan sekitar 300.000 hadits. Untuk menyelesaikan kitab Sahihnya, Muslim membutuhkan tidak kurang dari 15 tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Imam Muslim dalam menetapkan kesahihan hadist yang diriwayatkannya selalu mengedepankan ilmu&lt;span style="font-style: italic;"&gt; jarh&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ta’di&lt;/span&gt;l. Metode ini ia gunakan untuk menilai cacat tidaknya suatu hadist. Selain itu, Imam Muslim menggunakan metode s&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ighat at tahammul&lt;/span&gt; (metode-metode penemaan riwayat). Dalam kitabnya, dijumpai istilah haddasani (menyampaikan riwayat), akhbarani (mengabarkan kepada saya), akhbarana (mengabarkan kepada kami), maupun qaala (ia berkata). Dengan metode ini menjadikan Imam Muslim sebagai orang kedua terbaik dalam masalah hadits dan seluk beluknya setelah Imam Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Imam Muslim dikenal sebagai tokoh yang sangat ramah. Keramahan yang dimilikinya tidak jauh beda dengan gurunya, Imam Bukhari. Dengan reputasi ini Imam Muslim oleh Adz-Dzahabi disebutkan sebagai Muhsin min Naisabur (orang baik dari Naisabur).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maslamah bin Qasim menegaskan,”Muslim adalah tsiqqat, agung derajatnya dan merupakan salah seorang pemuka (Imam).” Senada dengan Maslamah bin Qasim, Imam An-Nawawi juga memberikan sanjungan:” Para ulama sepakat atas kebesarannya, keimanan, ketinggian martabat, kecerdasan dan kepeloporannya dalam dunia hadits.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti halnya Imam Bukhari dengan Al-Jami ash-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari, Imam Muslim juga memiliki kitab monumental, kitab Shahih Muslim. Dibanding kitab-kitab hadits shahih karya Imam Muslim lainnya, Shahih Muslim yang memuat 3.033 hadits memiliki karakteristik tersendiri. Imam Muslim bahkan tidak mencantumkan judul-judul pada setiap akhir dari sebuah pokok bahasan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya kitab Shahih Muslim dipublikasikan untuk Abu Zur’ah, salah seorang kritikus hadits terbesar, yang biasanya memberikan sejumlah catatan mengenai cacatnya hadits. Lantas, Imam Muslim kemudian mengoreksi cacat tersebut dengan membuangnya tanpa argumentasi. Karena Imam Muslim tidak pernah mau membukukan hadits-hadits yang hanya berdasarkan kriteria pribadi semata, dan hanya meriwayatkan hadits yang diterima oleh kalangan ulama. Sehingga hadits-hadits Muslim terasa sangat populis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebenarnya para ulama berbeda pendapat mana yang lebih unggul antara Shahih Muslim dengan Shahih Bukhari. Jumhur Muhadditsun berpendapat, Shahih Bukhari lebih unggul, sedangkan sejumlah ulama Maroko dan yang lain lebih mengunggulkan Shahih Muslim. Perbedaan ini terjadi bila dilihat dari sisi pada sistimatika penulisannya serta perbandingan antara tema dan isinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajr mengulas kelebihan Shahih Bukhari  atas Shahih Muslim, antara lain, karena Al-Bukhari mensyaratkan kepastian bertemunya dua perawi secara struktural sebagai guru dan murid dalam hadits Mu’an’an agar dapat dipastikan sanadnya bersambung. Sementara Imam Muslim mengangap cukup dengan ”kemungkinan” bertemunya kedua rawi dengan tidak adanya tadlis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Al-Bukhari mentakhrij  hadits yang diterima para perawi tsiqqat derajat utama dari segi hafalan dan keteguhannya. Walaupun juga mengeluarkan hadits dari rawi derajat berikutnya dengan sangat selektif . Sementara Muslim, lebih banyak pada rawu derajat kedua dibanding Bukhari. Selain itu, kritik yang ditujukan kepada perawi jalur Muslim lebih banyak dibanding Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara pendapat yang berpihak pada keunggulan Shahih Muslim beralasan, seperti yang dijelaskan Ibnu Hajar, Muslim lebih berhati-hati dalam menyusun kata-kata dan redaksinya. Muslim juga tidak membuat kesimpulan dengan memberi judul bab seperti yang dilakukan Bukhari. Imam Muslim wafat pada Ahad sore, pada tanggal 24 Rajab 261 H dengan mewariskan sejumlah karyanya yang sangat berharga bagi kaum Muslim dan dunia Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Karya-karya Imam Muslim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hidup Imam Muslim, karya-karya yang berhasil ia tulis antara lain:&lt;br /&gt;• Al-Asma’ wal-Kuna&lt;br /&gt;• Irfadus  Syamiyyin&lt;br /&gt;• Al-Arqaam&lt;br /&gt;• Al-Intiba bi Juludis Siba’&lt;br /&gt;• Auhamul Muhadditsin&lt;br /&gt;• At-Tarikh&lt;br /&gt;• At-Tamyiz&lt;br /&gt;• Al-Jami&lt;br /&gt;• Hadits Amr Bin Syu’aib&lt;br /&gt;• Rijalul ’Urwah&lt;br /&gt;• Sawalatuh Ahmad nin Hanbal&lt;br /&gt;• Thabaqat&lt;br /&gt;• Al-I’lal&lt;br /&gt;• Al-Mukhadhramin&lt;br /&gt;• Al-Musnad al-Kabir&lt;br /&gt;• Masyayikh ats-Tsawri&lt;br /&gt;• Masyayikh Syu’bah&lt;br /&gt;• Masyayikh Malik&lt;br /&gt;• Al-Wuhdan&lt;br /&gt;• As-Shahih al-Masnad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Al-Mujtama&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-7999983716317487946?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/7999983716317487946/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/01/imam-muslim-ahli-hadits-dari-belakang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/7999983716317487946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/7999983716317487946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2009/01/imam-muslim-ahli-hadits-dari-belakang.html' title='Imam Muslim &lt;br&gt;Ahli Hadits dari Belakang Sungai Jihun'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-5786031297064839127</id><published>2008-12-11T10:01:00.006+07:00</published><updated>2008-12-11T10:09:11.109+07:00</updated><title type='text'>Faithfreedom Indonesia akhirnya ditutup</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wabsite faithfreedom pada tanggal 19 November 2008 akhirnya ditutup. Ini berkat laporan dari blogger ternama Enda Nasution.  Saya mengikuti website ini secara serius mulai Juni 2002 hingga Agustus 2006. Setelah itu saya kurang aktif lagi karena banyak kesibukan lain yang tidak bisa tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faithfreedom Indonesia adalah salah satu website berbentuk forum yang anggotanya cukup banyak.Isi dari website ini ini terdiri dari banyak topik diantaranya topik pengakuan para murtadin yang menceritakan bagaimana mereka bisa keluar dari agama Islam.Yang lucu dari topik ini banyak cerita yang menurut saya tidak logis sepertinya dikarang-karang oleh mereka sendiri alias cerita bohong.Dan topik lainnya yaitu tentang Al-Quran yang mengulas berbagai hal tentang Al-Quran mulai tentang sejarah Al-Quran,kontradisksi ayat-ayat Al-Quran dan masih banyak lagi yang dibahas mengenai Al-quran.Begitu juga dengan topik tentang Nabi Muhammad,di topik ini banyak sekali hujatan terhadap nabi seperti Nabi Muhammad dikatakan sebagai Nabi palsu, juga topik tentang pernikahan Nabi Muhammad dengan Siti Aisyah dan tuduhan-tuduhan lain lagi terhadap Nabi Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Website ini menurut penilian saya tidak jujur,karena begitu kita masuk ke halaman pertama tidak akan tampil topik tentang agama Kristen tetapi yang muncul topik=topik tentang Islam. Jadi kalau pengunjung ingin melihat topik tentang Kristen harus menjadi member terlebih dahulu setelah itu login maka topik tentang agama Kristen bisa muncul.Bagi pengunjung biasa bukan member hanya bisa melihat-lihat tentang topik-topik keislaman saja.Begitu juga dengan admin den Moderatornya bersifat tidak jujur dan tidak adil. Saya punya pengalaman sebagai member dan dua kali keanggotaan saya di-ban, dan sewaktu saya tanyakan penyebabnya jawaban si Admin dan Moderator sangat kompak  katanya saya selalu OOT (Out of Topic).Padahal saya menjawab mereka yang OOT dari kalangan mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Website ini merupakan bagian dari website faithfreedom.org yang isinya banyak menghina islam. Jadi untuk mengcounter tulisan-tulisan mereka umat Islam harus memiliki pengetahuan tentang keislaman mulai dari tafsir Al-quran, Hadits,sejarah dan bahkan Kristologi.Karena dengan demikian kita mampu memperbandingkan dengan keyakinan mereka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saran saya buat umat Islam yang tidak menguasai bahasa Arab bisa memiliki buku-buku tafsir yang berbahasa indonesia seperti tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, tafsir Al-Misbah karya Prof Dr. Quraish Shihab dan masih banyak lagi karya karya orang Indoensia.Begitu juga dengan tafsir Hadist seperti Fathul Bari yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Juga perlu dimiliki buku-buku kristologi karya Ahmad Deedat, KH. Abdullah Wasian dan masih lagi buku-buku yang membahas kristologi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-5786031297064839127?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/5786031297064839127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/12/faithfreedom-indonesia-akhirnya-ditutup.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5786031297064839127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5786031297064839127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/12/faithfreedom-indonesia-akhirnya-ditutup.html' title='Faithfreedom Indonesia akhirnya ditutup'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-2097591953533048093</id><published>2008-11-26T21:51:00.004+07:00</published><updated>2008-11-26T21:58:04.308+07:00</updated><title type='text'>Mengenal Tafsir at-Tahrir wat-Tanwir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/SS1iqOCyiXI/AAAAAAAAAAU/kNYjgS_6EDI/s1600-h/Tafsir.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 247px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/SS1iqOCyiXI/AAAAAAAAAAU/kNYjgS_6EDI/s320/Tafsir.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272979216184543602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kitab yang terdiri dari tiga puluh juz dan terbagi kepada dua belas jilid ini merupakan sebuah tafsir kontemporer. Tampilan unik dan berbeda dengan kitab lain secara kasat mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari sederetan buku tafsir yang ada dalam khazanah penafsiran Al-Quran, termasuk dalam daftar tafsir terkemuka adalah karangan Ibnu 'Asyur yang satu ini. Muhammad at-Thahir ibn 'Asyur adalah seorang ulama kontemporer, wafat pada sepuluh tahun terakhir ini tepatnya sekitar tahun 2001. Memulai petualangannya menuntut ilmu pengetahuan Islam dengan bergabung dalam lembaga pendidikan az-Zaitunah, Tunis. Azzaitunah ini setaraf dengan al-Azhar di Mesir, dari model pendidikannya yang berpusat pada sebuah masjid dan begitu pula usia berdiri atau eksisnya lembaga pendidikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau hidup sezaman dengan ulama ternama di Mesir, Muhammad al-Khadhar Husain at-Tunisy. Keduanya adalah teman seperjuangan, ulama yang sangat luar biasa, memiliki tingkat keimanan yang tinggi, sama-sama pernah dijobloskan ke dalam bui lantaran mempertahankan pemahaman dan ideologinya serta menanggung penderitaan yang sangat berat demi memperjuangkan negara dan agama. Pada akhirnya Muhammad al-Khadhar ditakdirkan oleh Allah menjadi mufti Mesir, beliau pun mendapat kepercayaan menjadi Qadhi di Tunis yang kemudian diangkat menjadi seorang penentu fatwa keagamaan di Tunis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam muqaddimah tafsir  "at-Tahrir wat-Tanwir" beliau menuturkan, satu angan-angan terbesar dalam hidup beliau yang ingin dicapai adalah menafsirkan kitab Allah Swt. sebagai mu'jizat terbesar Nabi Muhammad Saw. Bercita-cita membuat sebuah tafsir yang lengkap dari segi kebahasaan dan maknanya, yang belum pernah ada sebelumnya. Tafsir yang mencakup kemaslahatan dunia dan akhirat. Bukan hanya sekedar mengumpulkan perkataan ulama sebelumnya, melainkan memiliki penjelasan-penjelasan yang berasal dari hasil pengetahuan sendiri yang lebih detail dan menyeluruh dalam penafsiran ayat-ayat Al-Quran. Beliau melihat beberapa tafsir yang ada hanya mengambil pendapat ulama sebelumnya. Seakan-akan sang pengarang tidak memiliki kontribusi pendapat sedikit pun kecuali hanya merunut pendapat ulama lain. Cuma berbeda dari porsi yang diambil, ada yang memaparkannya secara singkat sebaliknya ada yang panjang lebar. Berkat rahmat Allah Swt., angan-angan ini bisa tercapai. Karya beliau bisa rampung tersusun dan ikut meramaikan khazanah ilmu pengetahuan Islam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menilik tafsir karangan Ibnu 'Asyur dari segi materi, kitab ini terdiri dari tiga puluh juz dan terbagi kepada dua belas jilid. Masih diterbitkan oleh penerbit tunggal yang masih cukup sulit kita dapati. Sebuah tafsir kontemporer yang memiliki ciri khas tersendiri dalam paparannya menafsirkan ayat-ayat Al-Quran. Memiliki tampilan unik dan berbeda dengan kitab lain secara kasat mata. Memiliki metode penyusunan unik, yang tidak menghususkan satu jilid untuk satu juz saja melainkan secara acak. Kadang memuat dua juz bahkan sampai lima juz perjilidnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau memulai tafsirnya dengan sekelumit materi tentang hal-hal yang berhubungan dengan pengetahuan dasar memahami seluk beluk gaya bahasa Al-Quran secara singkat. Memaparkan muqaddimahnya sampai kepada sepuluh bagian pembukaan, mulai dari penjelasan tafsir dan ta'wil, penjelasan fenomena tafsir bil ma'tsur dan bir-ra'yi, asbâbunnuzûl, sampai kepada i'jâzuI Qurân. Itupun sampai menghabiskan seratus halaman pertama untuk penjelasan sesingkat ini. Mirip dengan uraian singkat Ulumul Quran yang sudah mencapai tingkat yang cukup rumit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mendeskripsikan cakupan bahasan dalam tafsir ini, beliau mengungkapkan dalam pendahuluan tafsirnya, “Saya benar-benar berusaha menampilkan dalam tafsir Al-Quran hal-hal langka yang belum digarap oleh ulama tafsir sebelumnya. Menempatkan diri sebagai penengah perbedaan pendapat ulama yang pada satu waktu sepaham dengan salah satunya dan pada waktu lain berseberangan pendapat dengan alasan tersendiri. Dalam tafsir ini, saya berusaha mengungkap setiap i'jazul Quran, nilai-nilai balaghah yang terkandung dalam sebuah kalimat Al-Quran serta menjelaskan uslub-uslub penggunaannya”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menjelaskan hubungan antara satu ayat dengan ayat lainnya, terutama antara satu ayat dengan ayat sebelum dan sesudahnya. Al-Quran telah didesain dengan sangat luar biasa, memiliki susunan yang unik namun tetap memiliki ketersambungan antara satu ayat dengan ayat lain. Tidak melewatkan satu surat pun dalam Al-Quran kecuali berusaha menjelaskan secara lengkap setiap maksud yang terkandung di dalamnya secara utuh. Tidak sebatas menjelaskan makna setiap kata dan kalimatnya saja secara parsial, melainkan merangkai kembali makna tiap kata dan kalimat yang telah diurai terpisah menjadi satu tujuan atau maksud yang diusung oleh setiap ayat maupun surah Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam metode pemaparan tafsir ini, tidak terlewatkan penjelasan secara gamblang tinjauan bahasa setiap kata dalam Al-Quran, menyimak hikmah dari pemilihan kata yang digunakan sampai kepada sisi gramatikal setiap kalimat. Secara spesifik menilik setiap Al-Quran dari kacamata ilmu nahwu dan tashrif, turut melengkapi posisi i'rab dari penggalan kata-kata Al-Quran.      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Muhammad Amri, Mahasiswa Indonesia jurusan Tafsir Universitas al-Azhar, Mesir. Diterbitkan oleh www.hidayatullah.com &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-2097591953533048093?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/2097591953533048093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/11/mengenal-tafsir-at-tahrir-wat-tanwir.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2097591953533048093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2097591953533048093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/11/mengenal-tafsir-at-tahrir-wat-tanwir.html' title='Mengenal Tafsir at-Tahrir wat-Tanwir'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_SHtHtHvpB1o/SS1iqOCyiXI/AAAAAAAAAAU/kNYjgS_6EDI/s72-c/Tafsir.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-2482643433977464589</id><published>2008-11-11T09:02:00.001+07:00</published><updated>2008-11-11T09:05:26.849+07:00</updated><title type='text'>Ibnu Hajar Al-Asqalani Berguru Kepada 500 Ulama</title><content type='html'>Jika dihitung jumlah guru Ibnu Hajar mencapai 500 orang dalam berbagai cabang ilmu, terutama di bidang fiqih dan hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar Al-Asqalani, bernama lengkap Syihabuddin Abul Fadhl Ahmad bin Ali bin Muhammad  bin Ali bin Mahmud bin Hajar Al-Kinani Al-Asqalani Asy-Syafi’i Al-Mishri. Kemudian dikenal dengan nama Ibnu Hajar. Sedangkan sebutan Al-Asqalani diambil dari ‘Asqalan’, sebuah kota dekat Gaza, Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar lahir di Mesir bulan Sya’ban 773 H. Sejak kecil, Ibnu Hajar sudah menjadi yatim piatu. Ibunya wafat ketika Ibnu Hajar  masih bayi, kemudian ayahnya menyusul wafat  ketika ia berumur 4 tahun. Sebelum wafat ayahnya berwasit kepada Zakiyudin Al-Kharrubi dan Syamsudin Ibnu Qathan Al-Misri untuk mengasuh Ibnu Hajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski terlahir Yatim piatu sejak kecil Ibnu Hajar memiliki semangat belajar yang tinggi.&lt;br /&gt;Pada umur 5 tahun Ibnu Hajar kuttab (semacam TPA), saat menginjak usia sembilan tahun Ibnu Hajar mampu menghapal al-Qur’an. Selain itu, di umurnya yang masih berbau kencur Ibnu Hajar juga menghapal buku-buku kecil, diantaranya al-’Umdah, al-Hawi, ash-Shagir, Muhtashar Ibnu Hajib dan Milhatul I’rab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah belajar kepada dua tokoh ini, Ibnu Hajar melakukan perjalanan ke banyak negeri Ibnu Hajar tercatat pernah mengunjungi Makkah dan Madinah. Bahkan, di usia 12 tahun, di Makkah, Ibnu Hajar mendengarkan Shahih Bukhari dari ahli hadits Afifuddin An-Naisaburi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Damaskus, Ibnu Hajar bertemu dengan ahli sejarah sekelas Ibnu Asakir, Ibnu Malaqin dan al-Bulqini. Ketika berada di Palestina, Ibnu Hajar menyempatkan berkeliling Nablus, Khalil, Ramlah dan Ghuzzah untuk bertemu ulama setempat. Seperti di Damaskus, Ibnu Hajar berkeliling ke beberapa kota di Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang  hidupnya, Ibnu Hajar belajar kepada banyak guru. Antara lain, Afifudin an-Naisaburi, Muhammad bin Abdullah bin Zhahirah, Abu Hasan al-Haitsami, Ibnul Malaqqin, Sirajuddin Al-Bulqini. Selain itu, Ibnu Hajar juga pernah berguru kepada Abul-Fadhl Al-Iraqi, Abdurahhim bin Razin, Al-Izz bin Jama’ah, serta al-Hummam Al-Khawarizmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk ilmu Bahasa Arab, Ibnu Hajar belajar kepada al-Fairuz Abadi, Ahmad bin Abdurrahman. Pada ilmu Qira’ah Ibnu Hajar belajar kepada al-Burhan at-Tanukhi. Jika dihitung, jumlah guru Ibnu Hajar mencapai 500 orang dalam berbagai cabang ilmu, terutama di bidang fiqih dan hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang kaya ilmu, yang tercermin dalam sikap tawadhunya, sabar dan penuh kehati-hatian dalam bersikap, justru membawa Ibnu Hajar berada dalam tawaran jabatan dari pemerintah di zamannya. Seorang hakim bernama Ashadr al-Munawi, pernah menawarkan Ibnu Hajar menjadi wakilnya, tapi ditolaknya, bahkan ia sempat bertekad untuk tidak menjabat di kehakiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era Sultan al-Muayyad, Ibnu Hajar pernah diserahkan jabatan serupa untuk menangani perkara yang khusus. Demikian di saat Jalaludin a-Bulqani menjabat sebagai hakim, Ibnu Hajar didesak untuk menjadi wakilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 827 H, pemerintah Mesir mengamanahkan Ibnu Hajar untuk memangku jabatan Hakim Agung. Ibnu Hajar sempat menerima namun belakangan ia merasa kecewa dengan sikap para pejabat. Ibnu Hajar tidak suka melihat ulah pejabat negara juga yang suka mangecam hakim apabila keinginan mereka ditolak. Padahal pejabat bersangkutan jelas bersalah. Tidak kuat dengan fitnah ini, Ibnu hajar akhirnya mengundurkan diri dari jabatan hakim agung Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pada tahun yang sama, pemerintah Mesir kembali memintanya menjabat sebagai hakim agung. Karena dipandang wajib di posisi ini, Ibnu Hajar menerima jabatan ini. Bahkan, tidak hanya di Mesir wilayah hukumnya, namun Ibnu Hajar juga diamanahi untuk membawahi kehakiman kota Syam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabatan sebagai hakim dijalaninya dengan pasang surut. Pasalnya, di wilayah yang sebagian orang menginginkannya ini terlalu banyak fitnah, perpecahan, kepura-puraan, hingga mengedepankan hawa nafsu. Ibnu Hajar tercatat menjabat 21 tahun selama hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang dirindukan banyak orang, Ibnu Hajar juga tetap menjalankan tugasnya sebagai khotib di Masjid Jami’ al Azhar , Masjid Jami’ Amr Ash. Namun sebagai sebagai ilmuwan, Ibnu Hajar tetap konsen dalam mengkaji dan meneliti hadits-hadits. Selain itu, Ibnu Hajar tetap mengajar ilmu tafsir, hadits, fiqih dan ceramah di berbagai tempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum wafat pada 28 Dzhulhijjah 852 H di Mesir, Ibnu Hajar banyak melahirkan tokoh dan ulama besar. Sederet nama besar pernah menjadi muridnya.Sebut misalnya, Imam As-Shakhawi (902 H), Al-Biqa’i (885 H), Zakaria al-Anshari (926 H), Ibnu Qadhi Syubhah (874 H), Ibnu Taghri Bardi (874 H), dan Ibnu Fahd al-Makki (871 H).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mewariskan banyak ilmu kepada para muridnya, Ibnu Hajar juga meninggalkan banyak karya tulis. Dan, yang paling fenomenal dan masyhur adalah Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karya-karya Ibnu Hajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari&lt;br /&gt;Dalam kitab ini, Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan masalah bahasa dan i’rab dan  menguraikan masalah penting yang tidak ditemukan di kitab lainnya. Kitab ini juga menjelaskan dari segi balaghah dan sastranya, mengambil hukum, serta memarkan berbagai masalah yang diperdebatkan oleh para ulama, baik menyangkut fiqih maupun ilmu kalam secara terperinci dan tidak memihak. Di samping itu, Ibnu Hajar mengumpulkan seluruh sanad hadits dan menelitinya, serta menerangkan tingkat keshahihan dan kedha’ifannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulughul Maram min Adilatil Ahkam&lt;br /&gt;Kitab ini merupakan kumpulan hadits yang membahas seputar ibadah,muamalah,munakahah maupun seputar jinayah.Bobot dan kualitas kitab telah diakui para ulama setelah Ibnu Hajar. Sekalipun ringkas dan hanya memuat pokok-pokok hadits hukum namun kitab ini telah menjadi salah satu rujukan penting di zaman ini, kitab sangat populer di seluruh lapisan para penuntut ilmu, terutama bagi yang konsen di bidang ilmu hadits maupun di kalangan yang mendalami madzhab-madzhab fiqih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Ishabah fi Tamyizish Shahabah&lt;br /&gt;Kitab ini berisi tentang biografi sahabat yang  bisa dijangkau oleh Ibnu Hajar.Biografi ini seperti Usdul Ghabah yang ditulis Ibnu Atsiir. Namun yang membedakan, Ibnu Hajar berpengalaman dalam penulisan biografi sejarah para sahabat. Kitab ini sangat baik menjadi rujukan untuk mengetahui sahabat yang terkenal maupun yang belum dikenal banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahzibut Tahdzib &lt;br /&gt;Kitab ini ada karena munculnya kitab Al-Kamal. Lalu muncul lagi Tazhibul Kamal yang ditulis az Zahabi. Kemudian muncullah Tahzibut Tahzib, karena kitab-kitab sebelumnya dianggap cukup panjang oleh Ibnu Hajar. Kitab ini sebenarnya semacam biografi para periwat hadits, tapi lebih tepat membahas tentang ilmu rijak hadits yang berisi tentang jarah wa ta’dil terhadap para perawi hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taghliqut Ta’liq&lt;br /&gt;Di kitab ini, Ibnu Hajar mencoba mengkaji Ta’liqot Bukhari.Ta’liqot Bukhari ini berisi hadits-hadits muallaq yang sebenarnya tidak dhaif tapi tidak memenuhi kreteria shahih oleh Bukhari sendiri. Di Taghliqut Ta’liq ini Ibnu Hajar mencoba menyelesaikan kedudukan Ta’liqot Bukhari  supaya tidak ada hadits muaalaq pada Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ad-Durarul Kaminah&lt;br /&gt;Kitab ini berisi biografi tokoh-tokoh yang ada pada abad delapan, sekitar tahun 700-an. Satu abad sebelum Ibnu Hajar wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inbaul Ghumr bi Anbail Umr&lt;br /&gt;Kitab ini justru berbicara tentang tokoh-tokoh yang seabad dengan Ibnu Hajar. Isinya juga sama dengan Ad Durarul Kaminah,tentang biogarfi berbagai tokoh, para perawi baik yang dijumpainya langsung maupun yang dinukil dari gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Al-Mujtama Edisi 5 Th I/12 Syaban 1429 H )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-2482643433977464589?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/2482643433977464589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/11/ibnu-hajar-al-asqalani-berguru-kepada.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2482643433977464589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2482643433977464589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/11/ibnu-hajar-al-asqalani-berguru-kepada.html' title='Ibnu Hajar Al-Asqalani&lt;br&gt; Berguru Kepada 500 Ulama'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-5311457722923752067</id><published>2008-10-22T09:18:00.002+07:00</published><updated>2008-10-22T10:04:07.272+07:00</updated><title type='text'>“Antara Usman Bin Affan dan Faraq Fouda”</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Tampaknya, ada sifat yang khas dari kaum liberal di Indonesia. Mereka senang dengan hal-hal yang &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;nyeleneh &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;dan asal beda dengan umat Islam pada umumnya&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Orang Jawa bilang: yang penting &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Waton suloyo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; alias WTS atau asal beda. Jika umat Islam menolak Ahmadiyah, mereka malah mendukung Ahmadiyah. Umat Islam mendukung RUU Anti-pornografi, mereka justru menolaknya. Jika umat Islam mengecam perkawinan sesama jenis, mereka justru mendukungnya. Umat Islam menolak perkawinaan antar-agama, tapi mereka malah mempromosikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Umumnya umat Islam membanggakan sejarahnya yang gemilang. Tapi, kaum liberal senang tampil beda. Mereka senang jika umat Islam malu dengan sejarahnya sendiri. Yang penting beda! Jika ada hal yang dianggap baru, dan datang dari kaum liberal di luar, lalu ditelan begitu saja. Yang penting liberal, dan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt; sok&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; kritis terhadap Islam. Ketika muncul seorang lesbian seperti Irshad Manji, maka mereka sambut dengan gegap gempita. Nong Darol Mahmada, aktivis liberal alumnus Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta menulis artikel di Jurnal Perempuan (nomor 58) berjudul: “&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.” &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Kita pernah membahas, bagaimana naifnya pujian yang berlebihan terhadap Irshad Manji. Tapi, mereka tidak peduli. Setelah mempromosikan Irshad Manji, kini kaum liberal di Indonesia sedang gandrung dengan idola baru bernama Farag Fouda. Yayasan Wakaf Paramadina menerbitkan edisi kedua karya Farag Fouda berjudul &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslimin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Judul aslinya adalah &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;al-Haqidah al-Ghaibah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Tampaknya, buku Fouda sedang digandrungi oleh kaum liberal. Di berbagai forum mereka mempromosikan buku ini. Katanya, ini buku yang hebat, yang menunjukkan “kebenaran” yang  selama ini disembunyikan oleh para sejarawan Muslim. Di negara asalnya, Fouda memang sempat membuat berita besar, saat ia mati terbunuh pada 8 Juni 1992. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hari sebelumnya, 3 Juni 1992, sejumlah ulama al-Azhar menyatakan Fouda telah murtad karena banyak menghujat Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Menyambut kampanye penyebaran buku Fouda tersebut, Jumat (17 Oktober 2008) lalu, bertempat di Masjid al-Furqan, Dewan Da’wah Islamiyah &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menggelar Tabligh Akbar. Tampil sebagai pembicara utama adalah Asep Sobari Lc, peneliti bidang sejarah di INSISTS. Sebelumnya, Asep Sobari sudah meluncurkan analisis kritisnya terhadap karya Fouda ini di situs www.hidayatullah.. Tapi, dalam acara Tabligh Akbar, alumnus Universitas Madinah itu mengupas lebih tajam lagi berbagai kecurangan dan kesalahan Fouda dalam mengutip kitab-kitab rujukan dari Thabari dan Ibn Saád. Sejumlah bagian dari naskah edisi &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, dibandingkan langsung dengan naskah asli karya Fouda serta kitab-kitab rujukan Fouda. Dengan cara seperti itu, tampak jelas dimana letak kecurangan dan kelemahan buku Fouda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Karena itu, kita kemudian memang cukup keheranan dengan berbagai pujian terhadap buku ini. Khususnya yang dilakukan oleh orang yang bergelar guru besar bidang sejarah.  Prof. Dr. Azyumardi Azra, Guru Besar Sejarah dan Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah ini, memuji-muji buku Fouda:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;“Karya Farag Fouda ini secara kritis dan berani mengungkapkan realitas sejarah pahit pada masa Islam klasik. Sejarah pahit itu bukan hanya sering tak terkatakan di kalangan kaum Muslim, tapi bahkan dipersepsikan secara sangat idealistik dan romantik. Karya ini dapat menggugah umat Islam untuk melihat sejarah lebih objektif, guna mengambil pelajaran bagi hari ini dan masa depan”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Lebih “hebat” lagi pujian dari Prof. Dr. Syafi`i Maarif, Guru Besar Filsafat Sejarah, Universitas Nasional Yogyakarta (UNY):&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;”Terlalu banyak alasan mengapa saya menganjurkan Anda membaca buku ini. Satu hal yang pasti: Fouda menawarkan ”kacamata” lain untuk melihat sejarah Islam. Mungkin Fouda akan mengguncang keyakinan Anda tentang sejarah Islam yang lazim dipahami. Namun kita tidak punya pilihan lain kecuali meminjam ”kacamata” Fouda untuk memahami sejarah Islam secara lebih autentik, obyektif dan komprehensif”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dengan gamblang, Asep menunjukkan bagaimana Fouda telah sengaja mengambil sejumlah riwayat yang lemah dan tidak jelas sumbernya untuk mendukung opininya. Lalu, dia katakan itu sebagai fakta sejarah. Padahal, faktanya tidak begitu. Kecurangan yang sangat jelas, misalnya, dalam kasus sahabat Utsman bin Affan r.a. Dengan mengutip riwayat-riwayat yang lemah, Fouda telah membangun citra yang sangat buruk terhadap menantu Rasulullah saw tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Karena isinya semacam itu, tidak heran jika tokoh liberal, Goenawan Mohamad pun bersorak gembira dengan terbitnya buku ini. Catatan Goenawan di Majalah TEMPO dijadikan epilog buku ini. Ketajaman pena wartawan kawakan ini digunakan untuk mempertajam lagi gambaran hitam fitnah Fouda terhadap sahabat Rasulullah saw yang mulia ini. Simaklah uraian Goenawan tentang Sayyidina Usman bin Affan r.a. dalam kolomnya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Georgia;"&gt;“Mereka tak sekadar membunuh Usman. Menurut sejarawan al-Thabari, jenazahnya terpaksa “bertahan dua malam karena tidak dapat dikuburkan.” Ketika mayat itu disemayamkan, tak ada orang yang menyalatinya. Jasad orangtua berumur 83 tahun itu bahkan diludahi dan salah satu persendiannya dipatahkan. Karena tak dapat dikuburkan di pemakaman Islam, khalifah ke-3 itu dimakamkan di Hisy Kaukab, wilayah pekuburan Yahudi. Tak diketahui dengan pasti mengapa semua kekejian itu terjadi kepada seorang yang oleh Nabi sendiri telah dijamin akan masuk surga. Fouda mengutip kitab al-Tabaqat al-Kubra karya sejarah Ibnu Saád yang menyebutkan satu data menarik: khalifah itu agaknya bukan seorang bebas dari keserakahan. Tatkala Usman terbunuh, dalam brankasnya terdapat 30.500.000 dirham dan 100.000 dinar.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Tampaknya Goenawan tidak mengecek sendiri pada kitab al-Thabari dan Ibn Saád.  Dia taklid buta pada Fouda. Dengan penggambaran Goenawan Mohamad seperti itu terhadap Usman r.a., kita dapat menangkap pesan, bahwa Khalifah ketiga dari &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Khulafaurrasyidin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; itu adalah seorang yang hina, sial, dan serakah. Goenawan seperti sedang mengejek umat Islam yang senantiasa berdoa untuk Rasulullah saw dan para sahabatnya: “Wahai umat Islam, orang yang kalian puja dan doakan itu adalah manusia brengsek. Kalian selama ini telah tertipu. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; kebenaran yang hilang; ada fakta sejarah yang  selama ini disembunyikan!” Maka, judul yang ditulis untuk buku Fouda ini adalah “Kebenaran yang hilang”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;               &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Kita paham, kaum liberal seperti Goenawan Mohamad ini sedang menertawai umat Islam melalui buku Fouda. Seolah-olah,  selama ribuan tahun, umat Islam tolol semua. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ulama Islam telah melakukan kecurangan, menyembunyikan fakta sejarah tentang sahabat nabi. Seolah-olah, para orang tua Muslim telah salah mengajar anak-anaknya untuk mencintai Rasulullah saw dan para sahabatnya. Padahal, kata mereka, sahabat Nabi yang diagung-agungkan dan senantiasa didoakan umat Islam itu ternyata juga manusia serakah, manusia busuk! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Pesan penting lain yang disampaikan Goenawan melalui kolomnya adalah pembelaan terhadap Fouda. Ia memuji Fouda. Ia menyesali kematian Fouda. Sebab, Fouda termasuk jajaran kaum sekular-liberal. “Ia mempersoalkan keabsahan posisi khilafah. Ia pengganggu kemutlakan,” tulis  Goenawan tentang Fouda. Tapi, penyesalan itu bukan untuk Usman r.a.. Goenawan termakan cerita Fouda, bahwa Usman r.a. adalah manusia brengsek, serakah,  dan haus kekuasaan. Karena menolak turun dari jabatannya, maka Usman terbunuh. “Maka perkara jadi runcing dan mereka mengepung Usman – lalu membunuhnya, lalu menistanya,” tulis Goenawan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Usman bin Affan adalah manusia hina. Itu fakta, kata mereka Sumber berita untuk mencaci maki sahabat Nabi itu hanya satu: Farag Fouda. “Kaum “Islamis” tak pernah menyebut peristiwa penting itu, tentu,” ejek Goenawan.  Syafii Maarif juga cukup rajin mempromosikan buku Fouda ini. Seperti yang ditulisnya di sampul belakang buku ini:  Fouda telah memahami sejarah Islam secara lebih autentik, obyektif dan komprehensif. Azyumardi Azra juga menyebut apa yang disajikan oleh Fouda sebagai “realitas sejarah”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sebagai Muslim yang beriman akan kejujuran Nabi Muhammad saw, tentu iman kita tertantang dengan pemaparan tentang Sayyidina Usman versi kaum liberal ini. Benarkah Usman r.a. memang manusia hina dan bejat seperti digambarkan Fouda dan Goenawan Mohamad?  Padahal, begitu banyak hadits Nabi yang menyebutkan tentang keutamaan Usman  bin Affan. Maka, kita ditantang:  percaya pada Nabi Muhammad saw atau percaya pada Farag Fouda?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Untuk itu, cara terbaik adalah mengecek langsung sumber-sumber asli yang dikutip Fouda. Hasil penelitian Asep Sobari menunjukkan, ada kelemahan metodologis dan kecurangan yang sangat serius dari Fouda dalam mengutip sumber-sumber aslinya. Misalnya, tentang riwayat keterlambatan penguburan jenazah Usman bin Affan, Fouda hanya mengambil satu riwayat yang lemah dalam karya al-Thabari.  Padahal, ada delapan versi lain yang juga disebutkan dalam kitab itu. Tapi, Fouda sama sekali tidak menyinggungnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Bahkan, dalam &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;al-Thabaqat al-Kubra, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;karya Ibn Sa’ad, disebutkan beberapa riwayat dari `Amr bin Abdullah dan al-Waqidi yang jelas-jelas menyatakan Usman dimakamkan langsung pada malam harinya di Baqi` (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;al-Thabaqat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, 3/77-78). Jadi, dengan hanya menyebut satu riwayat yang lemah, Fouda jelas-jelas melakukan upaya menipulasi data sejarah dengan membuat kesan seolah-olah hanya ada riwayat itu saja.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Cara penulisan sejarah seperti ini tentu tidak komprehensif. Maka, ajaib, jika Profesor sejarah justru memuji-muji buku ini. Sama ajaibnya dengan wartawan senior yang malas melakukan cek dan ricek terhadap sumber-sumber referensi yang dipakai Fouda. Mungkin hanya karena cerita picisan Fouda itu sesuai dengan seleranya, maka dia langsung menelan begitu saja cerita tentang kebejatan Usman r.a.. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Dalam paparan &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;slide&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;-nya saat Tabligh Akbar di Masjid Dewan Da’wah, Asep Sobari menampilkan naskah asli dari al-Thabari yang sama sekali tidak menyebutkan areal pemakaman Hasy Kaukab sebagai areal pemakaman Yahudi. Tapi, dalam naskah asli buku Fouda, ada tambahan bahwa Hasy Kaukab (bukan Hisy Kaukab) adalah areal pemakaman Yahudi. Ini juga merupakan tindakan yang tidak etis dalam penulisan ilmiah. Apalagi ini menyangkut martabat seorang sahabat Nabi yang sangat dihormati oleh Nabi Muhammad saw dan juga umat Islam secara keseluruhan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Apakah Usman bin Affan seorang yang serakah karena meninggalkan banyak uang seperti dikatakan Goenawan Mohamad?  Asep Sobari menunjukkan data yang menarik tentang kesuksesan bisnis Usman r.a. dan kedermawanannya. Sejumlah riwayat yang dituturkan Ibn Hajar memberi gambaran kekayaan Usman. Di antaranya, pada permulaan masa hijrah, kaum muslim di Madinah kesulitan mendapat air bersih. Saat itu, hanya ada mata air &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Rumah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; yang tersedia dan itupun harus dibeli. Usman r.a. akhirnya membeli sumur itu dan mewakafkannya untuk umat Islam. Ketika ada rencana perluasan masjid Nabawi di masa Nabi saw dan dana kas negara tidak mencukupi, Rasulullah saw mengumumkan pengumpulan dana. Maka Usman r.a. segera membeli tanah untuk perluasan tersebut seharga 25.000 dirham.Ketika Nabi saw menghimpun dana guna membiayai perang Tabuk yang terjadi di masa paceklik, Usman r.a. mendermakan 1000 dinar,  940 ekor unta dan 40 ekor kuda (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;al-Khilafah al-Rasyidah min Fath al-Bari&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, hlm. 453-458).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Seiring dengan geliat kemajuan ekonomi di masa Umar, bisnis Usman bin Affan pun semakin berkembang dan asetnya bertambah besar, jauh di atas rata-rata kaum muslimin lainnya.  Imam Bukhari (hadits no. 3059) menggambarkan, ketika kekayaan negara berupa hewan ternak semakin banyak, Umar terpaksa membuat lahan konservasi eksklusif (&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;al-Hima&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;), dan berkata kepada pegawainya, “Izinkan para pemilik ternak untuk menggembala di &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;al-Hima&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, tapi jangan sekali-kali mengizinkan [Abdurrahman] bin Auf dan [Usman] bin Affan. Karena jika seluruh ternak mereka berdua binasa, mereka masih punya kebun dan ladang”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Jadi, Usman r.a. memang seorang pengusaha sukses, kaya raya dan sangat dermawan. Jangankan hartanya, nyawanya pun telah dipertaruhkan untuk Islam. Ia terjun langsung dalam berbagai peperangan. Tidak masuk akal, manusia mulia seperti ini lalu menjadi orang yang serakah terhadap dunia. Tidaklah sepatutnya pribadi mulia seperti Usman bin Affan itu disejajarkan dengan seorang Farag Fouda. Jika ada sebagian sisi lemah Usman r.a. dalam kebijakan politiknya, maka Usman memang seorang manusia.   Tapi, tidaklah komprehensif melihat kepemimpinan Usman hanya dari sebagian sisi lemahnya saja. Berbagai prestasi besar – dalam politik, ekonomi, dan pendidikan – telah dicapai dalam masa 12 tahun kepemimpinan Usman bin Affan r.a.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Selama ratusan tahun, para sejarawan Muslim telah mencurahkan segenap tenaga untuk menulis sejarah tentang para sahabat Nabi Muhammad saw. Tidak ada kebenaran yang disembunyikan, seperti tuduhan Fouda yang diamini begitu saja oleh sejumlah tokoh liberal di Indonesia. Sebab,  sumber-sumber sejarah itu tetap terbuka untuk diteliti, oleh siapa saja. Silakan Goenawan Mohammad, Azyumardi Azra, dan Syafii Maarif menelitinya sendiri. Jangan bertaklid begitu saja kepada Fouda. Jangan mengerdilkan keilmuan Anda sendiri!  Aneh, jika kematian Fouda disesali, tetapi kematian Usman bin Affan justru dianggap wajar. Sebab, Fouda adalah pejuang HAM, sedangkan Usman r.a. adalah manusia hina dan serakah!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Semestinya, para ilmuwan dan cendekiawan ini membaca juga banyak buku lainnya tentang cerita seputar konflik diantara sahabat Nabi. Thaha Jabir Ulwani, misalnya, dalam bukunya &lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Adabul Ikhtilaf fil Islam&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;, memaparkan data-data perbedaan bahkan konflik diantara sahabat Nabi. Mereka adalah manusia. Tapi, yang sangat indah adalah bagaimana cara mereka menghadapi dan menyelesaikan konflik. Umat Islam justru bisa belajar dari sejarah semacam itu. Sebab, dalam kehidupan manusia, ada saja orang-orang yang berbuat jahat dan mengeruhkan suasana. Terjadinya kekacauan dan pembunuhan terhadap Usman bin Affan r.a. tidak bisa begitu saja ditimpakan kesalahannya kepada Usman r.a. Begitu juga, martabat Ali bin Abi Thalib r.a. tidak kemudian menjadi rendah karena di masanya terjadi pergolakan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Sebagai Muslim, kita tentu tidak sudi mengikuti jejak orang-orang yang mudah menghina sahabat Nabi saw. Mereka adalah manusia-manusia pilihan yang sangat disayangi oleh Nabi kita, Muhammad saw. Kita pun tak suka sahabat kita dicaci maki. Kaum liberal juga tidak suka jika idolanya diungkapkan keburukannya setelah kematiannya. Mereka katakan, itu tidak etis. Tapi, jika penghinaan dan pelecehan itu dilakukan terhadap sahabat Nabi, seperti Usman bin Affan r.a., mereka justru bertepuk tangan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Maka, kita tak akan bosan-bosan mengimbau kepada semua pihak yang telah semena-mena mencaci maki sahabat Nabi yang mulia: beristighfarlah dan bertobatlah sebelum terlambat! [&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;, 18 Oktober 2008/&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-style: normal;"&gt;www.hidayatullah.com]&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face  {font-family:Georgia;  panose-1:2 4 5 2 5 4 5 2 3 3;  mso-font-charset:0;  mso-generic-font-family:roman;  mso-font-pitch:variable;  mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal  {mso-style-parent:"";  margin:0in;  margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:12.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1  {size:8.5in 11.0in;  margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;  mso-header-margin:.5in;  mso-footer-margin:.5in;  mso-paper-source:0;} div.Section1  {page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;Catatan Akhir Pekan (CAP) adalah hasil kerjasama antara Radio Dakta 107 FM dan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia; font-style: normal;"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-style: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: Georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-5311457722923752067?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/5311457722923752067/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/10/antara-usman-bin-affan-dan-faraq-fouda.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5311457722923752067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5311457722923752067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/10/antara-usman-bin-affan-dan-faraq-fouda.html' title='“Antara Usman Bin Affan dan Faraq Fouda”'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-8975158579217940124</id><published>2008-10-20T08:37:00.002+07:00</published><updated>2008-10-20T08:51:38.070+07:00</updated><title type='text'>Memuja Fouda, Menfitnah Sahabat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belum lama ini, Yayasan Wakaf Paramadina bekerjasama dengan penerbit Dian Rakyat menerbitkan edisi Indonesia sebuah buku berjudul “Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslimin” , karya Farag Fouda (Judul aslinya: al-Haqiqah al-Ghaybah). Selanjutnya judul buku ini disingkat KYH.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari judulnya, bisa ditebak, buku ini mengangkat apa yang oleh penulisnya disebut sebagai sisi kelam dari sejarah Islam. Jika kaum Muslim menyebut zaman Khulafaurrasyidin sebagai masa yang ideal, maka Fouda meggambarkan sebaliknya. Menurut Fouda, zaman itu bukanlah masa ideal, tapi “zaman biasa”. “Tidak banyak yang gemilang dari masa itu. Malah, ada banyak jejak memalukan.” (hal.xv).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mungkin karena itulah, kaum liberal di Indonesia sangat bergairah dengan terbitnya buku ini. Pada sampul depan ditulis pujian Prof. Dr. Azyumardi Azra yang dikenalkan sebagai Guru Besar Sejarah dan Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah. Terhadap buku ini, Prof. Azra berkomentar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Karya Farag Fouda ini secara kritis dan berani mengungkapkan realitas sejarah pahit pada masa Islam klasik. Sejarah pahit itu bukan hanya sering tak terkatakan di kalangan kaum Muslim, tapi bahkan dipersepsikan secara sangat idealistik dan romantik. Karya ini dapat menggugah umat Islam untuk melihat sejarah lebih objektif, guna mengambil pelajaran bagi hari ini dan masa depan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada sampul belakang, dimuat komentar Prof. Dr. Syafi`i Maarif yang dikenalkan sebagai Guru Besar Filsafat Sejarah, Universitas Nasional Yogyakarta (UNY).  Lebih bergairah dari Profesor Azra, Profesor Syafi’i Maarif terkesan begitu terpesona oleh karya Faouda ini, sehingga dia berkomentar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Terlalu banyak alasan mengapa saya menganjurkan Anda membaca buku ini. Satu hal yang pasti: Fouda menawarkan ”kacamata” lain untuk melihat sejarah Islam. Mungkin Fouda akan mengguncang keyakinan Anda tentang sejarah Islam yang lazim dipahami. Namun kita tidak punya pilihan lain kecuali meminjam ”kacamata” Fouda untuk memahami sejarah Islam secara lebih autentik, obyektif dan komprehensif”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benarkah buku Fouda ini memang obyektif dan komprehensif, sebagaimana pujian para profesor sejarah di Indonesia itu? Untuk membuktikannya, silakan simak fakta-fakta berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Farag Fouda adalah seorang doktor Ekonomi Pertanian di Mesir. Dia dikenal sebagai juru bicara yang sangat vokal dari kaum liberal di Mesir. Hidupnya berakhir tragis. Dia ditembak mati pada 8 Juni 1992. Pada 3 Juni 1992, sejumlah ulama al-Azhar membuat pernyataan, bahwa Fouda telah murtad dari agama Islam, karena pendapat-pendapatnya dinilai menghujat Islam. Dalam pengantar buku edisi Indonesia ini, Samsu Rizal Panggabean mencatat, bahwa Ma’mun al-Hudaibi, pemimpin Ikhwanul Muslimin, membenarkan pembunuhan tersebut. Saat menjadi saksi di pengadilan, Syekh Muhammad al-Ghazali mengatakan, seorang muslim yang telah murtad atau keluar dari agama Islam dapat dibunuh. (hal. xii).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umat Islam memang bisa tersengat imannya dengan opini yang diungkapkan Fouda. Meskipun bukan ahli sejarah Islam, Fouda mengaku “telah membaca sejarah secara tekun, menganalisisnya dengan cermat, mengeceknya dengan teliti” (KYH, hlm. 1). Karenanya, dia berani menuangkan buah pikirannya tentang sejarah yang menurutnya dibingkai dengan “akal sehat” dan menghindari khayalan subyektif yang dapat mendorong terjadinya penambahan atau pengurangan yang melampaui kebenaran sejarah (KYH, hlm. 2). Fouda menegaskan, Kebenaran yang Hilang ditulis “bukan untuk kepentingan propaganda, mengolok-olok ataupun mengejek, tetapi untuk kepentingan kecermatan dan ketelitian dalam mengungkap kebenaran sejarah” (KYH, hal. 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah klaim Fouda. Tapi, jika ditelaah pada sumber-sumber yang dirujuknya, kenyataannya jauh panggang dari api. Kajian Fouda bukan hanya sering tidak obyektif, tidak komprehensif, dan tidak jujur. Tapi juga lemah dari segi metodologi. Untuk menentukan kekuatan suatu fakta, Fouda merasa cukup dengan hanya mengutip riwayat minor dari salah satu sumber rujukan, tanpa harus meneliti atau membandingkan dengan riwayat-riwayat lain yang dimuat dalam sumber yang sama, apatahlagi sumber lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di sinilah letak kelemahan kajian Fouda yang paling mendasar. Fouda mengutip sumber-sumber sejarah klasik secara sembarangan, sesuai dengan kemauannya. Riwayat-riwayat yang tidak jelas sumbernya, dia kutip sebagai rujukan cerita, dengan menafikan riwayat lain yang jelas dan kuat sumbernya. Cara-cara seperti ini memang biasa digunakan oleh kaum orientalis dalam menulis sejarah Islam. Sayangnya, kaum sekular-liberal, seperti Fouda,  juga mengikuti jejak kaum orientalis dalam memberikan citra buruk tentang sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan metode yang serampangan seperti itu, Fouda membuat gambaran yang sangat tidak beradab (baca: biadab) terhadap Sayyidina Usman r.a. Simaklah gambaran buku ini tentang Usman bin Affan r.a.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Namun Usman membawa umat Islam ke dalam polemik tentang sosok dirinya. Para pemimpin di dalam Ahl al-Hall wa al-’Aqdi membuat konsensus untuk melarikan diri dari kepemimpinannya, baik lewat cara pemecatan menurut kalangan ahli pikirnya, maupun kekerasan menurut kalangan garis kerasnya. Wibawanya terguncang di mata rakyat, sampai sebagian masyarakatnya menghunus pedang yang siap mencincangnya dan menohoknya ketika berada di atas mimbar. Bahkan sebagian menghinanya dengan sebutan Na’tsal, sebutan untuk orang Kristen Madinah bernama Na’tsal yang kebetulan berjenggot lebat seperti Usman. Para pemuka sahabat pun menentangnya, ini adalah sesuatu yang sangat terang benderang menunjukkan bahwa ia keluar dari ketentuan al-Quran dan Sunnah. Karena itu, muncul seruan secara terang-terangan untuk membunuhnya. Hadits Aisyah meriwayatkan: “Bunuhlah Na`tsal, dan terlaknatlah Na`tsal.” (KYH, hal. 25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, untuk lebih mempertajam citra buruk Usman r.a., Fouda menulis secara dramatis kisah kematian Usman dan pemakamannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;”Ia terbunuh oleh tangan umat Islam sendiri yang bersepakat memberontak dan mengepung rumahnya. Dan anda dapat saja membayangkan bahwa kematian Usman telah melegakan hati sebagian umat Islam. Bahkan, permusuhan sebagian umat Islam atas dirinya berlangsung setelah kematiannya....” (KYH,  hal. 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih tragis lagi adalah gambaran Fouda tentang jenazah Sayyidina Usman r.a.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Mayat Usman harus bertahan dua malam karena tidak dapat dikuburkan. Ia ditandu empat orang…dan Abu Jahm bin Huzaifah. Ketika ia disemayamkan untuk dishalatkan, datanglah sekelompok orang Anshar yang melarang mereka untuk menyalatkannya… Mereka juga melarangnya untuk dimakamkan di pekuburan Baqi`. Abu Jaham lalu berkata, ‘Makamkanlah ia karena Rasulullah dan para malaikat telah bershalawat atasnya’. Akan tetapi, mereka menolak, ‘Tidak, ia selamanya tidak akan dimakamkan di pekuburan orang Islam. Lalu mereka memakamkannya di Hisy Kaukab (sebuah areal pekuburan Yahudi). Baru tatkala Bani Umayyah berkuasa, mereka memasukkan areal pemakaman Yahudi itu ke dalam kompleks Baqi`” (KYH, hal. 26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayyidina Usman r.a. adalah salah satu sahabat Nabi terkemuka yang sangat dihormati oleh umat Islam. Dia juga menantu Nabi saw. Kaum Muslimin tak putus mengirim doa kepadanya bersama shalawat untuk Rasulullah saw. Diri dan hartanya telah diserahkan untuk perjuangan Islam. Tapi, gambaran hebat tentang Usman r.a. itu diporakporandakan oleh Farag Faouda. Bahkan, Fouda berfantasi lebih jauh lagi: ”Usman diposisikan sebagai orang paling hina dan paling sial di antara umat Islam.” (hal.27).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah gambaran sangat tidak beradab tentang Usman r.a. yang dilakukan oleh Fouda yang bukunya dipuji-puji oleh dua guru besar sejarah di Indonesia. Upaya membuat gambaran buruk terhadap Usman itu tidak akan berhasil, sebab data dan caranya memang sangat tidak ilmiah. Bagi sejarawan yang mau menelaah sumber-sumber primer sejarah Islam,  tidak terlalu sulit untuk membuktikan kecurangan Fouda dan kenaifan dua Profesor sejarah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fakta sejarah menunjukkan tidaklah benar bahwa para pemuka sahabat yang tergolong Ahl al-Hall wa al-`Aqd sepakat menjauhi Usman dengan cara-cara tak terhormat. Apalagi menyebutkan, bahwa Aisyah menyuruh membunuh Usman. Dalam edisi bahasa Arab ditulis: “Haytsu yurwa ‘an Aisyah qauluha uqtulu Na’tsalan wa la’anallaahu Na’tsalan.”  Jadi, menurut Fouda, Aisyah sendiri yang mengutuk Utsman dan memerintahkan pembunuhan terhadap Usman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan cara seperti itu, Fouda sedang menggiring pembaca pada sebuah kesimpulan bahwa pembunuhan Usman sudah selayaknya terjadi. Menurut Fouda, peristiwa tersebut “melibatkan” atau setidaknya mendapat dukungan dari para pemuka Sahabat, seperti Ali, Zubair, Thalhah, Sa`id bin Zaid, Ibn Umar, Ibn Abbas dan lain-lain, yang tergabung dalam Ahl al-Hall wa al-`Aqd. Padahal, faktanya, sama sekali tidak seperti itu. Para sahabat itu sama sekali tidak terlibat dalam pembunuhan Usman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayangnya, Fouda tidak menyebut data yang lebih spesifik dan rujukan yang dapat diukur kebenarannya. Tidak ada riwayat yang jelas dari hadits yang disebutkan Fouda tentang riwayat `Aisyah yang memerintahkan membunuh Usman r.a. Bahkan, `Aisyah ra. sendiri, seperti diriwayatkan Bukhari dalam al-Tarikh al-Kabir dengan sanad yang baik, mengutuk pembunuh Usman, “Usman dibunuh secara zalim. Terkutuklah pembunuhnya” (Muhammad al-Ghabban, Fitnat Maqtal `Utsman, hal. 426).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk membuktikan kesalahan Fouda dalam mengutip sumber-sumber sejarahnya, cukup melacak kitab sejarah yang ditulis al-Thabari dalam subjudul, Dzikr al-Khabar `an al-Mawdhi` al-Ladzi Dufina fihi `Utsman…(al-Tarikh, 2/687). Buku inilah yang dirujuk dengan tidak cermat oleh Fouda. Simaklah fakta-fakta yang tersaji dalam Kitab al-Thabari tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terkait masalah prosesi pemakaman Usman, al-Thabari sebenarnya menyebut 9 riwayat dari 4 sumber, dengan urutan seperti berikut; Ja`far bin Abdullah al-Muhammadi (2 riwayat), al-Waqidi (4 riwayat), Ibn Sa`ad (1 riwayat), dan Saif bin Umar (2 riwayat). Riwayat yang dikutip Fouda di atas adalah riwayat ketiga al-Waqidi. Padahal, sebenarnya, kitab ini menyebut sejumlah riwayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut riwayat pertama al-Muhammadi, Usman dimakamkan di Hasy Kaukab. Riwayat kedua al-Muhammadi: sebuah kebun di luar [Baqi`]. Riwayat pertama al-Waqidi: di Baqi`. Riwayat kedua al-Waqidi: di perkebunan dekat Baqi`. Riwayat keempat al-Waqidi: di Baqi`. Riwayat Ibn Sa`ad: di Hasy Kaukab. Dan  riwayat pertama Saif: di areal Baqi` yang berdampingan dengan Hasy Kaukab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenapa Fouda hanya mencatut riwayat ketiga al-Waqidi untuk mendukung argumentasinya? Ini menunjukkan bahwa Fouda  menulis sejarah dengan tidak cermat dan tidak komprehensif. Semua riwayat itu adalah lemah, dan anehnya Fouda sengaja mengambil satu saja riwayat diantara riwayat yang lemah. Itupun baru seputar riwayat-riwayat al-Thabari. Sejarawan yang baik tentunya akan berusaha menggali riwayat-riwayat sejenis dari kitab lainnya, misalnya al-Thabaqat al-Kubra, karya Ibn Sa’ad.  Dalam kitab ini, Ibn Sa`ad menyebut beberapa riwayat dari `Amr bin Abdullah dan al-Waqidi yang jelas-jelas menyatakan Usman dimakamkan langsung pada malam harinya di Baqi` (al-Thabaqat, 3/77-78).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Maka, bukankah hal yang ajaib, jika seorang Profesor sejarah seperti Syafi’i Maarif menyebut buku Fouda ini sebagai “obyektif dan komprehensif”!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cobalah simak kekeliruan Fouda berikutnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fouda menulis bahwa Usman dimakamkan di areal pekuburan Yahudi (KYH, hal. 26). Keterangan tersebut tidak tercantum dalam redaksi riwayat al-Waqidi yang dikutip Fouda. Bahkan juga tidak terdapat dalam riwayat-riwayat lain yang disebut al-Thabari. Penjelasan semacam itu tentu sangat fatal, sebab siapa pun akan membayangkan, Usman r.a. dimakamkan bukan di pemakaman Islam, tetapi di pemakaman Yahudi. Inilah salah satu fitnah dan kejahatan besar yang dilakukan Fouda dalam melecehkan menantu Rasulullah saw dan salah satu sahabat Nabi terkemuka. Maka, aneh sekali, jika manusia seperti Fouda ini justru didukung dan dibanggakan oleh dua sejarawan terkemuka di Indonesia seperti Azyumardi Azra dan Syafii Maarif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kasus pembunuhan Usman sebenarnya telah ditelaah secara mendalam dalam tesis master Muhammad al-Ghabban di Universitas Islam Madinah dengan judul Fitnat Maqtal `Utsman. Dalam tesisnya, al-Ghabban meneliti dengan cermat semua riwayat tentang prosesi pemakaman dan penyalatan Usman. Kesimpulannya, tidak ada satu pun riwayat yang benar-benar shahih, tetapi semuanya lemah. Hanya saja, ada sebagian yang saling menguatkan. Di antaranya, jenazah Usman dishalatkan dan dimakamkan di Hasy Kaukab, sebuah kebun dekat Baqi` yang kemudian dimasukkan ke dalam areal Baqi` (Fitnat Maqtal `Utsman, hal. 260-261). Jadi, sebenarnya, riwayat yang menyatakan bahwa Usman dimakamkan di pemakaman Yahudi, sama sekali tidak ada, dan itu adalah fantasi Fouda sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Farag Fouda telah menjadi sejarah. Karyanya sama sekali tidak layak masuk kategori buku sejarah yang komprehensif. Maka, seyogyanya, orang-orang seperti Prof. Azyumardi Azra dan Prof. Syafi’i Maarif lebih berhati-hati dalam menilai suatu karya sejarah. Tidaklah patut bersorak gembira menyambut satu karya,  hanya karena karya itu luar biasa dalam menggambarkan keburukan generasi sahabat Nabi saw dan hitamnya sejarah Islam.  Apalagi itu dilakukan oleh seorang guru besar sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebaiknya, sebelum berkomentar, periksalah sumber-sumber aslinya. Juga, periksa juga terjemahan edisi Indonesianya. Sebab, banyak sekali kesalahan fatal dalam terjemahan. Misalnya, ditulis: “Umair bin Dzabi`i datang meludahinya, lalu ia mematahkan salah satu persendiannya” (KYH, hal. 26). Kalimat fa naza `alaih seharusnya diartikan “melompat atau menyergap kearahnya”, bukan ”datang meludahinya”. Sedangkan kasara dhil`an seharusnya diartikan “mematahkan salah satu tulang rusuk”, bukan ”persendian”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kekayaan al-Zubair di Mesir, Aleksandria, Kufah dan Basrah yang dalam teks asli riwayat Ibn Sa`ad disebut Khithath dan Dur disalah-artikan menjadi armada laut dan angkutan darat! Padahal arti semestinya adalah “beberapa bidang tanah” dan “beberapa rumah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirul kalam, sebagai peminat sejarah, yang bukan porfesor dan bukan doktor, saya hanya bisa menyarankan, agar orang-orang terhormat dalam bidang sejarah itu bisa menjaga kehormatannya, di dunia dan akhirat!  Ingatlah, tanggung jawab keilmuan sangat berat, apalagi menyangkut harkat dan martabat seorang sahabat Nabi saw yang mulia, yang Nabi sendiri telah memuji dan memuliakannya. Lagi pula, apa untungnya mengumbar fitnah dan caci maki kepada sahabat Nabi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis adalah alumnus Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo, dan Universitas Islam Madinah. Kini peneliti bidang sejarah di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS). Penulis dapat dihubungi di email: as_sobari@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-8975158579217940124?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/8975158579217940124/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/10/memuja-fouda-menfitnah-sahabat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8975158579217940124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8975158579217940124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/10/memuja-fouda-menfitnah-sahabat.html' title='Memuja Fouda, Menfitnah Sahabat'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-5840014115447209543</id><published>2008-10-06T14:27:00.000+07:00</published><updated>2008-10-06T14:46:00.572+07:00</updated><title type='text'>Imam Bukhari Tak Sekedar Periwat Hadits</title><content type='html'>Nama lengkap Imam Bukhari adalah Abu Abdillah bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari. Ia dilahhirkan pada malam Jum’at 13 Syawal 194 H / 810 M di Bukhara, sebuah kota di Uzbeskistan,bekas wilayah Uni Soviet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya, Ismail bin Ibrahim seorang ulama hadits ternama pada masanya. Ia belajar hadits ternama pada masanya. Ia belajar hadits dari Hammad bin Zayd dan Imam Malik. Riwayat hidupnya ditulis Ibnu Hibban dalam kitab  ats-Tsiqat. Demikian juga dengan Imam Bukhari, menulis riwayat hidup ayahnya dalam kitab at-Tarikh al Kabir. Ayahnya seorang alim, wara’ dan taqwa. Bahkan menjelang wafat, ia sempat menjelaskan hartanya tidak terdapat uang haram atau syubhat sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kecil, Imam Bukhari telah mencurahkan perhatiannya untuk mempelajari hadits dan ilmu hadits. Pada usia 10 tahun, ia sudah banyak menghapal hadits. Bukhari dikenal rajin, tekun dan juga sangat cerdas. Tidak mengherankan, sebelum usia 16 tahun ia berhasil menghapal dua kitab hadits secara utuh karya Imam Ibnu al-Mubarak dan kitab Imam Waki’.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari juga tidak hanya menghapalkan mantan hadits dan kitab-kitab ulama terdahulu, namun juga mengenal secara rinci biografi para perawi hadits, lengkap data tanggal lahir, tahun wafat dan tempat lahir mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 210 H, saat genap berusia 16 tahun, Bukhari bersama ibu dan saudaranya pergi ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji. Selain untuk menunaikan ibadah  haji, Bukhari juga menetap di Hijaz, Makkah selama enam tahun. Di kedua kota suci itulah Imam Bukhari menulis sebagian karyanya dan menyusun dasar-dasar al-Jami’ ash-Shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menulis at-Tarikh al-Kabir di sisi makam Rasullah saw dan sering menulis pada malam hari di bawah terang bulan. Ia menulis tiga kitab, at-Tarikh al-Shagir (yang kecil), al-Awsath (yang sedang) dan al-Kabir (yang besar). Ketiga buku ini menunjukkan kemampuan yang luar bisa mengenal Rijal al-Hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain singgah ke Makkah dan Madinah, Bukhari juga berkunjung ke Maru, Naisabur, Ra’y, Bagdad, Basrah, Kufah, Mesir, Damaskus dan Asqalan. Dari kota dan negeri Islam ini, Bukhari tercatat pernah meriwatkan hadits dari ulama penghapal hadits , diantaranya Makki bin Ibrahim al-Balakhi, Abd bin Usman al-Mawarzi, Abdullah bin Musa al-Qassi, Abu Ashim al-Syaibani, Muhammad bin Abdullah al-Anshari, Muhammad bin Yusuf al-Firyabi, Abu Nuaim al-Fadhl bin Dikkin, Ali bin al-Madani, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Main Ismail bin Idris al-Madani, Ibnu Rahawaih dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal menarik ketika di Bagdad. Bukhari pernah diuji 10 pakar ilmu hadits. Dari 10 ulama ini, setiap orang membacakan sepuluh hadits kepada Bukhari. Para penguji mengganti atau membalik isnad dan matan hadist serta menempatkan secara acak. Satu persatu dari 10 ulama hadits yang telah mereka persiapkan. Imam Bukhari dengan sangat tenang memaparkan, mengurutkan hadits-hadits yang diacak pada susunan yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kemampuan dan kecerdasannya, tidak sedikit Bukhari mendapat pujian dari ulama, rekan, maupun generasi sesudahnya. Imam Abu hatim al-Razi misalnya, berkata, ”Khurasan belum pernah melahirkan seorang yang melebihinya Bukhari. Di Irak pun tidak ada  yang melebihi Bukhari. Di Irak pun tidak ada yang melebihi darinya”. Demikian juga dengan Imam Muslim pernah mencium diantara  kedua mata Imam bukhari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk generasi sesudah Imam Bukhari, Ibnu Hajar al-Asqalani pernah  berujar, ” Seandainya pintu pujian dan sanjungan masih terbuka bagi generasi sesudahnya, niscaya kertas dan kapas akan habis. Karena ia (Imam Bukhari) bagaikan laut yang berpantai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Ishaq bin Rawahaih, salah seorang guru Bukhari mengatakan, ” Seandainya Imam Bukhari hidup pada masa al-Hasan, pasti akan banyak orang yang membutukannya dalam ilmu hadits serta mengetahui kealiman dan kefaqihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Nu’aim dan Ahmad bin Hammad berkata, ”Imam Bukhari adalah orang yang paling faqih dari umat ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kepakaran Imam Bukhari dari kegigihannya mendalami hadits, sederet nama besar pakar hadits pernah ia kunjungi untuk belajar.”Aku menulis hadits dari 1080 guru, yang semuanya adalah ahli hadits yang berpendirian bahwa iman itu adalah ucapan dan perbuatan,” kenang Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara guru itu adalah Ali bin al-Madani, Ahmad bin Hanbal, Yahya bin Main, Muhammad bin Yusuf al-Firyabi, Maki bin Ibrahim al-Balkhi, Abdullah bin Musa al-Abbasi, Abu Asim al-Syaibani, Muhammad bin Abduallah al-Anshari, Muhammad  bin Yusuf al-Baykandi dan Ibnu Rahawaih. Jumlah guru yang haditsnya diriwatkan dalam kitab sahihnya sebanyak 289 guru. Hal ini dapat kita peroleh dan jumlah guru beliau yang riwayatnya terdapat dalam Shahih Bukhari, (Muhammad Abu Syuhbah:314-315).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memiliki sekian banyak guru, Imam Bukhari juga meninggalkan sederet murid yang juga pakar di bidang hadits. Di antara murid-muridnya, yang paling terkenal adalah Imam Muslim bin Hajjaj, Imam Tirmidzi, Imam Abu Zur’ah, Imam Ibnu Khuzaimah, Imam Abu Dawud, Imam al-Nasa’i, Imam Muhammad  bin Yusuf  al-Firyabi, Ibrahim bin Mi’yal al-Nasafi, Hammad bin Syakir al-Nasawi dan Mansur bin Muhammad al-Bazdawi.&lt;br /&gt;Imam Bukhari tak sekedar pakar dalam bidang hadits tapi juga seorang yang pakar di bidang fiqih, sejarah dan dalam cabang ilmu keislaman lainnya. Termasuk yang jarang diungkapkan, Imam Bukhari termasuk pemanah ulung. Pada sebuah riwayat, Imam Bukhari sepanjang hidupnya hanya dua kali mata panahnya meleset dari sasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar hadits kharismatik ini wafat pada Sabtu malam 1 Syawal 256 H pada usia 62 tahun 13 hari di Khartank, sebuah kampung dekat kota Samarkand. Sebelum wafat, Imam Bukhari berpesan agar jenazahnya dikafani tiga helai kain, tanpa baju dan sorban. Jenazahnya dimakamkan setelah shalat Zhuhur, bertepatan dengan perayaan kemenangan kaum muslimin di Idul Fitri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya Imam Bukhari         &lt;br /&gt;Sebagai salah seorang ulama yang produktif menulis, Imam Bukhari telah menyumbangkan sejumlah karya kepada umat Islam. Di antaranya:&lt;br /&gt;• At-Tarikh ash-Shagir.&lt;br /&gt;• At-Tarikh al-Awsath.&lt;br /&gt;• Adh-Dhu’afa.&lt;br /&gt;• Kitab al-Kuna.&lt;br /&gt;• Al-Adab al-Mufrad&lt;br /&gt;• Al-Jami’ ash-Shahih ( yang kemudian dikenal dengan Shahih Bukhari).&lt;br /&gt;• Raf’u al-Yadain fi ash-Shalat.&lt;br /&gt;• Khair al-Kalam fi al-Qiraat Khalfa al-Imam&lt;br /&gt;• Al-Asyribah&lt;br /&gt;• Birr al-Walidain&lt;br /&gt;• Khalq Af’al al-Ibad&lt;br /&gt;• Al-Ilal fi al-hadits&lt;br /&gt;• Al-Musnad al-Kabir&lt;br /&gt;• Al-Wihdan&lt;br /&gt;• Al-Mabsuth&lt;br /&gt;• Al-Hibah&lt;br /&gt;• Al-Fawaid&lt;br /&gt;• Qadhaya ash-Sahabah wa-at-Tabi’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edisi 7 Th.I / 25 Ramadhan 1429 H / 25 September 2008.&lt;br /&gt;Azhar Suhaimi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-5840014115447209543?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/5840014115447209543/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/10/imam-bukhari-tak-sekedar-periwat-hadits.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5840014115447209543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5840014115447209543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/10/imam-bukhari-tak-sekedar-periwat-hadits.html' title='Imam Bukhari Tak Sekedar Periwat Hadits'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-5540845353010464147</id><published>2008-07-22T08:29:00.004+07:00</published><updated>2008-07-22T09:24:29.812+07:00</updated><title type='text'>Delapan Kitab Penjelasan Shahih Al Bukhari</title><content type='html'>Delapan Kitab Penjelasan Shahih Al Bukhari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadist riwayat Imam Bukhari sangat sering dijadikan rujukan umat Islam.Sayangnya, tak banyak umat Islam yang mengetahui kitab-kitab penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber hukum Islam kedua dalam Islam adalah Hadist,ucapan maupun perbuatan Rasulullah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shallahu’alaihi wassalam&lt;/span&gt;(SAW).Banyak ulama yang meriwayatkannya Hadist-Hadist Rasullah.Sebut saja Imam Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mencerna maksud ribuan Hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari itu,beberapa ulama membuat penjelasan(syarh) dalam kitab-kitabnya. Ada delapan kitab&lt;span style="font-style: italic;"&gt; syarh&lt;/span&gt; Hadist yang diriwayatkan Imam Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1.A'lam As Sunan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syarh&lt;/span&gt; (penjelasan) &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shahih Bukhari&lt;/span&gt; pertama, yang ditulis oleh Iman al Khitabi (388 H), seorang ulama Hadist dan fikih yang berasal dari Kabul Afganistan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manuskrip (tulisan tangan) kitab ini, terdiri dari dua jilid,dengan jumlah 1500 halaman.Di samping dikenal dengan nama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;A’lam as Sunan&lt;/span&gt;, ada juga yang menyebut kitab ini dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tafsir Ahadist al Jami’ as Shahih li al Bukhari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang sarjana Muslim, Dr. Yusuf al Kattani,telah melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tahqiq &lt;/span&gt;(studi manuskrip) terhadap karya ini. Karena termasuk karya langka, beliau bisa mendapatkan manuskrip A’lam as Sunan atas bantuan beberapa ulama Afganistan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manuskrip lain juga ditemukan di perpustakaan Rabat Maroko no. 1180, juga di beberapa perpustakaan di Istambul Turki. Dar Ibnu Hazm Beirut menggabungkan kitab ini dengan Sunan Abu Dawud, yang dicetak pada tahun 1997.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2.Syarh Ibnu Batthal&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak ada nama khusus bagi syarh ini. Oleh karena itu,populer dengan nama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syarah Shahih al Bukhari li Ibni Battha&lt;/span&gt;l. Abu Tamim Yasir bin Ibrahim, meyebutkan bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syarh&lt;/span&gt; Ibnu Batthal termasuk syarah Shahih al Bukhari awal, karena diketahui bahwa Ibnu Bathal sendiri wafat pada 499 H.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ibnu Batthal juga menukil pendapat dari para ulama yang jarang dinukil,seperti Ibnu Jarir at Thabari, Ibnu al Mundzir, Ismail bin Ishaq dan  Ibnu Al Qishar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau juga menyebutkan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; atsar&lt;/span&gt; dari para sahabat dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tabi’in&lt;/span&gt; dalam menafsirkan ayat dan Hadist dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Shahih Bukhari&lt;/span&gt;,juga menyebutkan pendapat para salaf dalam masalah khilaf,  serta menyebutkan pendapat yang beliau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rajihkan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3.Kawakib Ad Durari&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab ini ditulis oleh Imam Karmani (768 H).Beliau memperoleh nama kitab ini setelah melakukan tawaf  di Baitullah.Beliau menulis kitab ini karena merasa bahwa saat itu belum ada yang menulis&lt;span style="font-style: italic;"&gt; syarh Shahih Bukhari &lt;/span&gt;yang lengkap, sebagaimana yang telah beliau katakan katakan dalam mukadimah kitab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kawakib ad Durari &lt;/span&gt;adalah kitab yang paling banyak dirujuk oleh Ibnu Hajar dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fathul al Bari&lt;/span&gt; serta Badrudin al Aini dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Umdah al Qari&lt;/span&gt;. Ibnu Hajar mengatakan bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kawakib ad Durari &lt;/span&gt;adalah syarah Shahih Bukhari yang amat bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab ini tergolong cukup besar. Terdiri dari 25 Juz, yang telah dijadikan menjadi tujuh jilid oleh penerbit Mesir , Tab’ah al Mishriyah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sepereti  beberapa kitab syarh yang lain, Kawakib ad Durari menjelaskan judul,para periwat,serta makna dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;matan&lt;/span&gt; (isi periwatan) Hadits, masalah fikih, serta permasalahan furu’. Disamping memuji buku ini,Ibnu Hajar juga mengkritik, Imam Karmani yang menukil dari buku, bukan dari para ulama dan guru.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4.Fathul Al Bari&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditulis oleh Hafidz Ibnu Hajar al Atsqalani (852 H).Tenggat waktu penulisan mukaddimahnya yang  bernama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hayyu ad Sari&lt;/span&gt; telah memakan waktu lima tahun, dan beliau membutuhkan waktu 25 tahun untuk menyelesaikan seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab ini mendapatkan kritikan dari Badruddin al Aini, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;muhaddist&lt;/span&gt; yang hidup semasa Ibnu Hajar. Kritikan itu ditulis al ’ Aini dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Umdah al Qari&lt;/span&gt;, yang  juga merupakan salah satu dari kitab-kitab yang men-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;syarh Shahih Bukhari&lt;/span&gt;. Tapi, kritikan itu telah dijawab oleh Ibnu Hajar dalam karya beliau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al Istinshaf ’Ala ’Atha’in al ’Aini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Fathul al Bari adalah syarh Shahih Bukhari yang paling banyak dikenal dan dirujuk oleh para penuntut ilmu keislaman hingga saat ini. Maka tidaklah mengherankan jika kitab ini dijuluki sebagai&lt;span style="font-style: italic;"&gt; ”Qomus as Sunnah”&lt;/span&gt; alias kamusnya Sunnah. Dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fathul al Bari&lt;/span&gt;, Ibnu hajar disamping menjelaskan makna-makna dalam Hadits, beliau juga menjelaskan makna bab, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;asbab al wurud&lt;/span&gt;, kesimpulan hukum dari Hadits tersebut, serta khilaf para ulama dari masalah hukum yang berhubungan dengan Hadist itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak hanya itu, beliau juga menghukumi derajat hadits-hadits yang berada di kitab lain yang serupa atau yang memiliki hubungan dengan Hadits dalam Shahih Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;5.Umdah Al Qari&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditulis oleh Badru ad Dien al Aini (855 H), seorang ulama Madzhab Hanafi yang memiliki hubungan amat dekat dengan Ibnu Hajar al Atsqalani. Dalam Umdah al Qari, al Aini mengkritik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fathu al Bari&lt;/span&gt;. Beliau juga lebih mengutamakan Umdah al Qari, dibanding dengan syarh Bukhari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam Umdah al Qari, al Aini juga mengkritik khutbah Ibnu Hajar dalam mukadimah Fathu al Bari dan hal dijawab oleh beliau dalam Intiqadhul I’tirah, yang belum sempat beliau sempurnakan, karena meninggal. Akan tetapi para ulama menilai bahwa jawaban Ibnu Hajar terhadap kritikan itu amat kuat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara fisik, kitab ini lebih besar dan tebal, jika dibanding dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fathul al Bari&lt;/span&gt;. Oleh sebab itu, Syeikh al Kautsari, ulama Daulah Utsmaniyah yang bermadzhab Hanafi, berpendapat bahwa Umdah al Qari lebih lengkap dari Fathul al Bari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;6.At Tausyih Ala Al Jami’ As Shahih&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syarh Shahih al Bukhari &lt;/span&gt;yang ditulis oleh Imam as Suyuti (911 H), salah seorang hafidz Hadist di era akhir, yang juga menjadi salah satu murid Ibnu Hajar al Atsqalani.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kitab ini, Imam as Suyuti menjelaskan kata-kata sulit dan asing dalam Hadits Shahih Bukhari, serta menjelaskan perbedaan riwayat Bukhari, serta tambahan riwayat yang berada di luar periwayatan Imam Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penjelasan terhadap Hadits cukup ringkas, sehingga Dar al Kutub al Ilmiyah Beirut menerbitkan karya ini di dalam 5 jilid, dengan jumlah halaman sebanyak 2784, yang diterbitkan pada tahun 2000.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;7.Irsyad As Sari&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan ringkasan atas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fathu al Bari&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Umdah al Qari&lt;/span&gt;. Ditulis oleh al Qasthalani, ulama madzhab Syafi’i yang wafat pada 923 H.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Irsayd As Sari merupakan rujukan dalam bidang fikih Hadits, dimana penulisnya menjelaskan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sanad &lt;/span&gt;(jalur periwatan) dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;matan&lt;/span&gt; (isi periwatan).Termasuk penjelasan akan kosakata,serta hukum yang bisa diambil dari Hadits yang merujuk kepada pendapat ulama dan ahli fikih (fuqaha).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagaimana &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syarh&lt;/span&gt; yang lain, Irsyad as Sari termasuk karya yang amat tebal. Dar al Kutub al Ilmiyah mencetaknya menjadi 15 jilid, dengan jumlah halaman sebanyak 8448. Namun ada penerbit yang menyertakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Syarh Shahih Muslim&lt;/span&gt; dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hamish&lt;/span&gt; (catatan kaki) Irsyad as Sari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;8.Faidhu Al Bari&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditulis oleh Anwar Syah al Kashmiri, muhadits India (1352 H), yang sekaligus guru dari mufti Pakistan, Muhammad Syafi’.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beliau memiliki kemampuan yang cukup dalam men-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;syarh Shahih al Bukhari&lt;/span&gt;, karena sebelumnya beliau sudah mempelajari dengan detail tentang kitab Shahih al Bukhari tidak kurang kurang dari 13 kali.Disamping itu , beliau juga telah mempelajari dengan seksama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syarh Shahih al Bukhari&lt;/span&gt; yang telah ditulis sebelumnya yaitu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Fathu al Bari, Umdah al Qari&lt;/span&gt; serta &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Irsyadu As Sari&lt;/span&gt;, juga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;syarh&lt;/span&gt; selainnya yang mencapai sekitar 30 judul kitab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah menyebutkan, karena penguasaan beliau terhadap Fathu Al Bari dan Umdah Al Qari, maka kedua kitab itu seakan-akan sudah berada di luar kepala. Dan beliau telah mengajarkan Faidhu al Bari lebih dari 20 kali.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kitab ini telah dicetak di Mesir pada tahun 1357 H. Akan tetapi, saat ini mulai susah ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Majalah Hidayatullah Edisi 03/XXI/Juli 2008&lt;br /&gt;Jumadil Akhir 1429 H&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-5540845353010464147?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/5540845353010464147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/07/delapan-kitab-penjelasan-shahih-al.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5540845353010464147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5540845353010464147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/07/delapan-kitab-penjelasan-shahih-al.html' title='Delapan Kitab Penjelasan Shahih Al Bukhari'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-6537667180985379236</id><published>2008-07-15T14:53:00.000+07:00</published><updated>2008-07-15T14:59:24.520+07:00</updated><title type='text'>ATLAS AL-QURAN DI YAMAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yaman termasuk Negara miskin dibandingkan negara-negara Arab lainnya. Namun, ia punya banyak keistimewaan. Beberapa tempat di wilayahnya diabadikan Allah SWT dalam al-Quran. DR Mustafa Luthfi, staf Kedutaan Besar Republik Indoensia (KBRI) di Yaman , bercerita untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama kali menginjakkan kaki di Sana’a , ibu kota Yaman, terbetik dalam benak saya kisah tentara gajah pimpinan Abraham. Dia pernah membuat Ka’bah tandingan di dalam kota  kuno Yaman (Babul Yaman). Tujuannya untuk mengalihkan perhatian orang-orang Arab agar tidak mengunjungi Ka’bah di kota suci Makkah. Namun strategi ini gagal, sehingga ia bersama tentaranya menyerang Ka’bah di Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai orang baru, saya menanyakan ke rekan-rekan di kantor KBRI tentang Ka’bah tandingan tersebut. Namun hampir semuanya tidak ada tahu. Akhirnya,setelah mendapat penjelasan dari penduduk setempat,saya  bisa temukan bekas Ka’bah tandingan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabah tandingan itu ternyata tinggal bekasnya saja,dalam bentuk lubang besar bundar yang hanya dipagari kawat berduri. Pada papan namanya tertulis korratul qelis (bangunan bundar). Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah Yaman meninggikan temboknya setelah banyak wisatawan asing mengunjunginya. Tempat tersebut kini berada di bawah perlindungan UNESCO,sebagai satu aset budaya dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski Yaman memiliki objek wisata religius, namun tidak banyak dikenal sebagaimana yang ada di Mesir, Yordania, dan Suriah. Mungkin kurangnya promosi, dan disebabkan minimnya dana. Maklum,negeri ini termasuk miskin. Padahal Yaman memiliki sejarah masa lalu yang sangat terkenal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Negeri ini pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan-kerajaan yang berperadaban tinggi seperti Saba,Osan,Mu’in,Hadramaut Kuno,dan Himyar. Karenanya tak salah jika negeri di ujung tenggara Jazirah Arabia ini disebut negeri nenek moyang Arab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di negeri ini dulunya terdapat bendungan yang sangat terkenal bernama Ma’rib. Bendungan ini pernah ambrol yang menyebabkan banjir banding. Sebagian besar penduduknya kemudian mengungsi ke seantero wilayah Arab lainnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Yaman juga sering diduduki oleh kerajaan-kerajaan sekitar seperti kerajaan Habashah (Ethiophia sekarang) yang salah satu penguasanya bernama Abrahah. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Peninggalan Bernilai Tinggi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di Yaman banyak peninggalan-peninggalan yang mempunyai arti penting bagi Islam. Misalkan, tidak jauh dari bekas Ka’bah tandingan,terdapat mesjid pertama yang dibangun pada masa Rasullulah SAW. Beliau sendiri yang memberikan arahan kepada sahabat Wabr Bin Buhenas. Rasullah SAW bersabda, “Bila kamu membangun Mesjid Sana’a, maka jadikanlah ia berada di kanan sebuah gunung bernama Dhein (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Riwayat Imam Thabrani dengan sanad hasan dalam kitab Al-Mu’jam Al-Awsat&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat itu,tentunya belum ada kompas yang mengatur arah kiblat. Setelah lebih dari 14 abad. Mesjid Sana’a yang oleh warga setempat disebut Al-Jami Al-Kabir terbukti berada sejajar garis lurus dengan Ka’bah yang di Makkah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai masjid bersejarah,suara azan dari mesjid ini disiarkan langsung dari radio,untuk menjadi patokan bagi masjid-masjid lainnya hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masih ada tempat menarik yang juga diabadikan Allah SWT dalam al-Qur’an,yakni Tanah Gosong. Hingga kini,kawasan ini belum masuk dalam tujuan wisata utama karena sarana ke sana masih sulit. Belum ada jalan aspal yang menyebabkan mobil sedan tidak bisa masuk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mengetahui Tanah Gosong,yang awalnya sebuah kebun nan subur bukan dari buku wisata, tapi dari kitab tafsir. Kami membaca tafsir Ibnu Katsir yang di dalamnya  menerangkan tentang hal itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemilik kebun nan subur ini ingkar akan nikmat Allah, karena tidak mau lagi memberikan sebagian hasilnya kepada fakir miskin setelah ayah mereka meninggal dunia. Hal ini di abadikan dalam surat  al-Qalam ayat 17-33.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orang setempat menyebutkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ardhul jannah&lt;/span&gt; (tanah perkebunan), sebagian lagi menyebutnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ardhul maqruqah&lt;/span&gt; (tanah kosong). Walau belum tercantum dalam daftar tujuan wisata di Yaman,setiap orang yang berkunjung ke Yaman tidak lupa mengajak keluarganya ke tempat tersebut. Hal ini dijadikan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ibrah&lt;/span&gt;  (pelajaran) bagi orang-orang yang tidak berzakat atau melalaikan kewajiban terhadap fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sumber:&lt;br /&gt;Majalah Hidayatullah Edisi 02/XXI Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-6537667180985379236?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/6537667180985379236/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/07/atlas-al-quran-di-yaman.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6537667180985379236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6537667180985379236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/07/atlas-al-quran-di-yaman.html' title='ATLAS AL-QURAN DI YAMAN'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-2029334707230174996</id><published>2008-07-11T13:50:00.007+07:00</published><updated>2008-07-11T15:30:56.164+07:00</updated><title type='text'>Membuat Printer Network Pada Windows Vista</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari yang lalu saya menginstall dua laptop baru.Keduanya minta dibuatkan printer network.Kalau pada windows XP hal tersebut tidak menjadi masalah.Namun berlainan jika dengan Windows Vista.Pada laptop pertama, saya tidak mendapatkan kesulitan namun pada laptop kedua saya begitu sulit untuk menyelesaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesulitan tersebut seperti ketika saya memerintahkan untuk membuat printer network pada dialog box muncul pesan printer sharing not found.&lt;span id="fullpost"&gt; Berlainan dengan pada laptop pertama yang saya install sebelumnya,tidak muncul pesan seperti itu bahkan saya berhasil mengcreate beberapa network printer.Setelah saya telusuri apa menyebab hal tersebut bisa terjadi,dan juga membaca ebook yang pernah saya dowload yang berjudul Windows Vista Administration.Ternyata saya tidak temukan solusinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya bertanya pada paman Google dengan keyword "Add printer network in Vista". Dan akhirnya pada beberapa artikel memberikan solusinya diantaranya dengan petunjuk sebagai berikut:Klik Control Panel pilih Printer dan pilih Add Local Printer.Pada kotak dialog box tersebut kita ketikan perintah \\nama komputer\nama printer.Pada langkah kedua inipun saya masih gagal untuk membuat printer network sesuai dengan petunjuk yang saya dapatkan melalui mesin pencari Google. Akhirnya saya merenung sebentar,untuk berpikir penyebab tersebut terjadi. Akhirnya saya putuskan menon aktifkan firewall di komputer Vista yang akan di install printer network tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mencoba kemabali langkah kedua tersebut dan ternyata berhasil.&lt;br /&gt;Komputer menemukan printer sharing dan proses selanjutnya meminta driver printer dan klik next dan selesai juga proses pembuatan printer network pada Windows Vista.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Harap diperhatikan firewall di Komputer yang akan di install printer network harus dalam kondisi off (tidak di aktifkan).Jika hal tersebut tidak dilakukan Anda akan mengalami kesulitan seperti yang saya alami, seperti tidak menemukan printer yang di sharing.Patch Network tidak di temukan. Karena terblock oleh Firewall.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-2029334707230174996?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/2029334707230174996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/07/membuat-printer-network-pada-windows.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2029334707230174996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2029334707230174996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/07/membuat-printer-network-pada-windows.html' title='Membuat Printer Network Pada Windows Vista'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-8124073709119028923</id><published>2008-05-16T13:45:00.002+07:00</published><updated>2008-05-16T13:52:52.441+07:00</updated><title type='text'>Kita Tak Peduli, Mereka Memburunya II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para orientalis juga amat gigih dalam "menjaga" manuskrip Islam.Dr.Mikhail menyeru kepada semua pakar agar memperhatikan kelestarian manuskrip,termasuk para pakar kimia.Mereka bisa memberi sumbangan tentang cara menjaga manuskrip agar tetap lestari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Orientalis asal Rusia ini juga mengatakan,banyak pihak memiliki pehatian khusus terhadap manuskrip,tapi mereka gagal menjaga manuskrip dari kerusakan,pencurian dan jangkauan tangan-tangan mafia.Bagaimana ribuan manuskrip Islam itu bisa pindah ke tangan Rusia? Sayangnya,Mikhail tidak menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walau para orientalis itu akrab dengan manuskrip,belum tentu mereka jujur dan benar dalam meyampaikan sebuah informasi yang diambil dari manuskrip tersebut. Dr. Musthafa as Siba'i dalam bukunya berjudul as Sunnah wa Makanatuha fi al Islam (Sunnah dan kedukan dalam Islam) menjelaskan beberapa contoh tentang usaha para orientalis untuk meyerang bangunan keilmuan Islam.Salah satu di anataranya,usaha seorang orientalis yang bernama Yousef Chekt.Orientalis yang satu ini mencoba menjatuhkan kredibilitas Ibnu Al Mubarak,dengan menyebutkan bahwa Imam Muslim men-jarh(mencela) beliau dalam muqadimah Shahih Muslim.Padahal justru sebaliknya,Imam Muslim men-tsiqahkan beliau. Tulisan Imam Muslim yang berbunyi "tsiqqah" diganti "bayyinah".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang sama dilakukan oleh Goldzier,yang mengatakan bahwa seorang periwat Hadist yang bernama Ziyad bin Abdullah Al Bukai sebagai seorang pendusta menurut Al Waqi'.Akibatnya Hadist yang diriwayatkan beliau tertolak.Padahal sebaliknya dalam Tarikh AL Kabir,milik Imam Bukhari,Al Waqi' mengatakan,"Dia(Ziyad) jauh dari perbuatan dusta".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walhasil,jika kaum orientalis dengan gigih mengkaji karya para ulama kita,mestinya kita lebih gigih dari mereka.Kalau kita tak peduli dan membiarkan Barat menguasainya,bagaimana kita bisa mentransfer peradaban Islam terdahulu ke zaman kini? dan kalau mereka memberikan sebuah informasi yang dinisbatkan kepada karya seorang ulama,padahal informasinya itu tidak benar,bagaimana kita bisa menunjukan bukti,jika tulisan tangan para ulama berada di tangan mereka? Wallahu'alam bi as shawab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Hidatullah Edisi 12/XX/April 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-8124073709119028923?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/8124073709119028923/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/kita-tak-peduli-mereka-memburunya-ii.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8124073709119028923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8124073709119028923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/kita-tak-peduli-mereka-memburunya-ii.html' title='Kita Tak Peduli, Mereka Memburunya II'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-5751585236885835997</id><published>2008-05-16T13:29:00.005+07:00</published><updated>2008-05-16T13:41:26.137+07:00</updated><title type='text'>Kitab-Kitab Tafsir al-Qur'an III</title><content type='html'>Kitab Tafsir Kontemporer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Kitab Tafsir al-Manar, karya Muhammad Rasyid Ridha (1282-1345 H)&lt;br /&gt;Menjelang dewasa, Muhammad Rasyid bin Ali bin Muhammad Syamsudin hijrah dari tanah kelahirannya, Tripoli ke Mesir untuk berguru pada Muhammad Abduh, tokoh pergerakan di Mesir. Dengan tekun ia mengikuti pengajian tafsir Muhammad Abduh di Universitas al-Azhar, Mesir. Selama itu, ia mempublikasikan pelajaran tafsir yang ia dapatkan di majalah al-Manar, sebuah majalah yang menjadi corong pemikiran dan dakwah Muhammad Abduh.Sepeninggal sang guru, debut dakwah Rashid Ridha terus berjalan dengan lahirnya kitab tafsir al-Manar. Dalam penulisannya, tafsir al-Manar memiliki uslub yang fasih. Ia juga menafsirkan al-Quran dengan bahasa yang jelas dan mudah dicerna. Rashid juga menghindari riwayat Israilliyat (riwayat yang tidak jelas) terutama berkenaan dengan kisah para Nabi dan umat terdahulu.Bermula dari awal al-Qur'an, Rasyid Ridha memulai tafsirnya hingga surat Yusuf:101. Sayang sang ajal keburu menjemput Rasyid Ridha,ia tak sempat menyempurnakan tafsirnya hingga 30 juz. Selanjutnya penulisannya ini dituntaskan oleh Bahjat al-Baithar. Meski demikian kitab tafsir al-Manar tetap memakai nama Rasyid Ridha. Ia dicetak dalam bentuk 12 jilid besar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Kitab Tafsir Fi Zilal al-Quran, karya Sayyid Quthb (1326-1386 H)&lt;br /&gt;Awal penulisan kitab ini ketika majalah Muslimun di Mesir memintanya menulis.Cikal bakal tafsir Fi Zilal al-Qur'an itu diterbitkan secara berkala oleh pihak majalah di Kairo. Namun baru mencapai 16 juz, pemilik nama lengkap Sayyid Quthb Ibrahim Hasan Syadzuli ini keburu mendekam di penjara rezim pemerintahan kala itu.&lt;br /&gt;Selama dalam penjara, semangat dakwah Quthb yang lahir di Mesir pada Oktober 1906 ini makin bergelora. Ia merasa menyatu dengan apa yang ia tulis dalam tafsirnya itu. Dalam muqaddimah kitabnya, Sayyid Quthb menulis, bahwasannya tidak ada kebaikan di muka bumi, tiada kesenangan dan ketenangan bagi manusia, tiada keberkahan,tiada kesucian, tiada keseimbangan antara Sunnah kauniyah dengan fitrah kehidupan kecuali satu. Hanya kembali kepada ajaran dan tuntunan Allah Ta'ala.Lulusan Universitas Dar al-Ulum tahun 1933 dengan gelar License (Lc) di bidang sastra ini menorehkan ilmunya dengan menafsirkan al-Quran dalam gaya bahasa indah. Tutur kata yang puitis, susunan kata yang apik membauat kitab ini sangat mudah dinikmati pemabaca. Dar as-Syuruq,  mencetak kitab tafsir Fi Zilal al-Qur'an ini dalam enam jilid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Sumber : Majalah Hidayatullah Edisi II/XX Maret 2008 &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-5751585236885835997?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/5751585236885835997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/kitab-kitab-tafsir-al-quran-iii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5751585236885835997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5751585236885835997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/kitab-kitab-tafsir-al-quran-iii.html' title='Kitab-Kitab Tafsir al-Qur&apos;an III'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-364159124045084710</id><published>2008-05-16T13:16:00.003+07:00</published><updated>2008-05-16T13:25:22.710+07:00</updated><title type='text'>Kitab-Kitab Tafsir al-Qur'an II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Kitab Tafsir karya Ibnu Katsir (705-774 H)Murid Syaikh al-Islam Ibnu Taimiyah ini memiliki nama lengkapnya Imaduddin Abu al-Fida Ismail bin Amru bin Katsir. Karyanya telah tersebar ke berbagai bahasa dunia.Lazimnya para ulama, Ibnu Katsir adalah seorang muarrikh (ahli sejarah), faqih (ahli fikih), muhaddits dan mufassir.Dalam tafsirnya, Ibu Katsir memanjakan pembacanya dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.Ibnu Katsir juga mengambil pendapat para sahabat dalam menjelaskan penafsiran ayat. Tak sekedar itu, namun ia menjelaskan pendapat yang rajih (kuat) di antara beberapa pendapat tersebut. Hukum-hukum fikih diterangkan secara detil. Oleh penerbit Dar at-Thayyibah,Riyadh kitab tafsir Ibnu Katsir dicetak dalam delapan jilid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Kitab Tafsir Fathu al-Qadir, karya Imam as-Syaukani (1173-1250 H).&lt;br /&gt;Sejak kecil, Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah bin as-Syaukani telah dididik oleh beberapa orang guru. Pada usia muda as-Syaukani telah terampil dan menguasai beberapa cabang ilmu, seperti ilmu tafsir, Hadist, fikih, ushul fikih, dan sejarah.Berbeda dengan tafsir lain, as-Syaukani berhasil menggabungkan dua metodelogi penulisan tafsir dalam Fathu al-Qadir. Yakni antara tafsir bi al-ma'tsur (berdasarkan riwayat Hadits dan atsar sahabat) dan tafsir bi ar-ra'yi dengan akal dan ijtihad.Di antara ulama besar yang menjadi sandaran as-Syaukani adalah an-Nuhas, Ibnu Athiyah, at-Thabari, al-Qurthubi, dan Imam as-Suyuti. Seleuruh ulama tersebut adalah para pakar dibidang ilmu tafsir.Kitab Fathu al-Qodir dicetak dalam tampilan standar. Bentuk kitabnya tidak terlalu besar dan juga tidak teramat tipis. Oleh penerbit Dar al-Hadist, Kairo, kitab Fathu al-Qadir dicetak dalam bentuk lima jilid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Hidayatullah Edisi II/XX Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-364159124045084710?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/364159124045084710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/kitab-kitab-tafsir-al-quran-ii.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/364159124045084710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/364159124045084710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/kitab-kitab-tafsir-al-quran-ii.html' title='Kitab-Kitab Tafsir al-Qur&apos;an II'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-1015029733564143264</id><published>2008-05-08T11:26:00.004+07:00</published><updated>2008-05-14T13:09:42.823+07:00</updated><title type='text'>Kitab-Kitab Tafsir al-Qur'an Lokal II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. An-Nur karya Hasbi Ash-Shiddqi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tafsir an-Nur adalah tafsir karangan Tengku Muhammad Hasbi ash-Shiddiqi, seorang ulama asal Aceh. Ia menulis tafsirnya sejak tahun 1952 hinggatahun 1961 di sela-sela kesibukannya mengajar, menjadi dekan fakultas Syariah IAIN dan menjadi anggota konstituente dari partai Masyumi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Latar belakang penulisan tafsir ini, karena ia melihat banyak umat Islam Indonesia yang mulai tertarik untuk mendalami ajaran Islam, termasuk tafsir al-Qur'an. Tapi sayang , kebanyakan di antara mereka tidak menguasai bahasa Arab, padahal kitab-kitab tafsir umumnya berbahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sistem penulisan tafsir ini pertama-tama menyajikan pengantar umum bagi setiap surat. Dengan menghubungkan hal-hal yang menghubunngkan sebuah surat  dengan surat sebelumnya. Kemudian menyebutkan satu , dua, atau tiga ayat al-Qur'an yang mengandung satu pembahasan. Kemudian ayat tersebut diterjemahkan maknanya dengan cara yang mudah dipahami. Setelah itu barulah Hasbi menafsirkan inti dari ayat-ayat tersebut.Selanjutnya ia menyebutkan ayat-ayat lain yang mengandung pembahasan yang sama. Terakhir untuk lebih memudahkan memahami maksud ayat-ayat itu ia menyebutkan asbabun-nuzulnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam menulis tafsirnya, Hasbi merujuk kepada kitab-kitab tafsir induk, terutama: tafsir Ibnu Katsir, tafsir al-Mannar, tafsir al-Qasimy, tafsir al-Maraghy,dan tafsir al-Wadlih. Sementara dalam menerjemahkan ayat ke dalam bahasa Indonesia ia berpedoman pada tafsir Abu Su'ud, tafsir Shiddieq Hasan Khan dan tafsir al-Qasimy. Materi tafsir yang terdapat dalam An-nur, Hasbi sarikan dari tafsir-tafsir mu'tabar, terutama dari tafsir al-Maraghy. Sementara dalam menerangkan ayat-ayat yang sedang ditafsirkan Hasbi berpedoman pada tafsir Ibnu Katsir, karena Ibnu Katsir banyak menafsirkan ayat dengan ayat.Tahun 1995 tafsir an-Nur diterbitkan oleh Pustka Rizki Putra Semarang dalam lima jilid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Al-Misbah karya Quraish Shihab&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tafsir al-Misbah adalah karya Quraish Shihab, seorang Doktor Tafsir lulusan Al-Azhar, Mesir. Tafsir ini mulai ditulis pada tanggal 04 Rabi'ul Awwal tahun 1420 H, bertepatan dengan tanggal 18 Juni tahun 1999. Maka dibanding dengan tiga tafsir sebelumnya, al-Misbach adalah tafsir terkini. Saat itu Quraish sedang bermukim  di Mesir sebagai Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Somalia dan Jibuti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tafsir al-misbach terdiri dari 15 volume, setiap volumenya terdiri dari beberapa surat. Dalam pengantarnya tafsirnya, Quraish menjelaskan mengenai makna dan pentingnya tafsir bagi seorang Muslim. Ia juga menjelaskan bahwa tafsir yang ia tulis tidak sepenuhnya hasil ijtihad dirinya. Akan tetapi merupakan saduran dari beberapa tafsir terdahulu, seperti tafsir Tanthawi, tafsir Mutawali' Sya'rawi, tafsir fi dzilalil qur'an, tafsir Ibnu 'Asyur, dan tafsir Thabathaba'i. Namun menurut Quraish,tafsir yang paling berpenagruh dan banyak dirujuk dalam al-Misbach adalah tafsir Ibrahim Ibn 'Umar al-Biqa'i, seorang mufasir asal Lebanon yang meninggal pada tahun 1480 M. Tafsir inilah yang menjadi bahan disertasinya ketika ia menyelesaikan Doktornya&lt;br /&gt;di Al-Azhar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam menulis tafsirnya,Quraish memberikan pengantarnya lebih dahulu pada awal setiap surat yang berisi tujuan dan tema pokok surat tersebut.Karena menurutnya jika seseorang sudah mampu memahami tema pokok sebuah surat, maka secara umum ia dapat memahami pesan utama setiap surat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian ia membagi surat kepada beberapa kelompok ayat. Al-Fatihah umpamanya ia bagi menjadi kedua kelompok ayat,kelompok pertama ayat 1-4 sedangkan kelompok kedua ayat  5-7, pembagian ayat itu didasarkan kepada adanya keterkaitan antar ayat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tafsir al-Misbach mendapat respon yang bagus dari masyarakat. Bulan September 2007 tafsir ini mengalami delapan kali cetak ulang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : Majalah Hidayatullah Edisi I /XXI / MEI 2008      &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-1015029733564143264?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/1015029733564143264/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/kitab-kitab-tafsir-al-quran-lokal-ii.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/1015029733564143264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/1015029733564143264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/kitab-kitab-tafsir-al-quran-lokal-ii.html' title='Kitab-Kitab Tafsir al-Qur&apos;an Lokal II'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-1714051076930305891</id><published>2008-05-08T11:14:00.002+07:00</published><updated>2008-05-08T11:23:07.362+07:00</updated><title type='text'>Kitab-Kitab Tafsir al-Qur'an Lokal I</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama ini tafsir al-Qur'an yang dikenal umat Islam Indonesia adalah kitab tafsir karangan ulama luar.Sebut misalnya kitab tafsir Ibnu Katsir, kitab tafsir at-Thabari, kitab tafsir al-Mannar karya Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha, dan tafsir fi dzilalil qur'an tulisan Sayyid Qutb. Semuanya berbahasa arab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesia sebetulnya memiliki kitab-kitab tafsir yang ditulis oleh ulama nusantara, dengan memakai bahasa Indoensia diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Al-Furqan karya Ahmad Hasan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;A.Hasan salah seorang tokoh pembaharu Islam di awal abad ke-20,menulis tafsir yang diberi nama tafsir al-Furqan.Tokoh Persis ini menulis tafsirnya dari tahun1920 hingga 1950. Beberapa juz yang telah selesai ditafsirkan lalu diterbitkan pertama kali tahun 1928. Atas desakan anggota Persis, ia kembali menerbitkan tafsirnya tahun 1941, tidak lengkap 30 juz hanya sampai surat Maryam. Barulah pada tahun 1956 tafsir al-Furqan diterbitkan lengkap dari juz pertama sampai juz 30.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam menyusun tafsirnya, A.Hasan memulai dengan menuliskan pendahuluan yang terdiri dari 34 pasal. Di dalamnya dijelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan al-Qur'an dan tafsirnya. Di antaranya ia menjelaskan mengenai beberapa istilah dalam bidang&lt;br /&gt;tafsir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Metode tafsir yang dipakai A.Hasan adalah mula-mula ia menrjemahkan ayat-ayat al-Qur'an dengan menggunakan metode harfiah,yaitu penerjemahan kata demi kata. Kecuali terhadap beberapa kata yang tidak memungkinkan untuk diterjemahkan dengan metodeini , maka ia menggunakan metode maknawiyah. Selanjutnya ia memberikan kesimpulan bahasan setiap akahir surat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 2006, tafsir al-Furqan kembali diterbitkan oleh Pustaka Mantiq bekerjasama dengan Universitas al-Azhar dalam satu jilid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Al-Azhar karya Hamka&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahun 1958 Hamka mengadakan pengajian ba'da shubuh di mesjid al-Azhar Kebayoran Baru Jakarta. Materi yang disampaikan dalam pengajian itu adalah tafsir dari ayat-ayat al-Qur'an. Ia memulainya dengan membahas tafsir surat al-Kahfi. Kemudian sejak tahun 1962 - 1964 materi yang disampaikan Hamka di pengajian itu ditulis secara rutin di majalah Gema Islam. Lalu pada tahun 1966 terbitlah untuk pertama kalinya tafsir al-Azhar,walaupun lengkap 30 juz. Baru pada tahun 1981, Hamka menerbitkan tafsirnya secara lengkap 30 juz.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pengantarnya tafsirnya, Hamka menjelaskan bahwa tafsirnya dinamakan al-Azhar karena ia berasal dari materi pengajian shubuh di Masjid al-Azhar. Yang menarik, proses penulisan tafsirnya ini sebagian diselesaikan di dalam penjara, saat ia dibui oleh rezim Orde Lama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerima gelar Ustadziyah Fakriyah (Doktor Honoris Causa) dari Universitas al-Azhar, Mesir ini menjelaskan bahwa mazhab penafsiran yang ia pakai adalah mazhab salafi, yaitu mazhab Rasullah dan sahabat-sahabatnya serta ulama-ulama mengikuti jejak mereka. Sebagai pedoman bagi para pembaca, ia menyebut sumber-sumber yang ia rujuk dalam menafsirkan sebuah ayat. Sumber-sumber itu antara lain :tafsir at-Thabari, tafsir fi dzilalil qur'an, karya-karya berbahasa Melayu, juga koleksi dan syarah kitab Hadist dan karya-karya standar dalam fiqih maupun tasawuf.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tafsir al-Azhar telah mengalami cetak ulang berkali-kali. Juga pernah diterbitkan di Singapura dan beredar di Malaysia, Brunei hingga Thailand. Bahkan sebuah sumber mengatakan bahwa tafsir ini sudah dibaca orang dari mulai Mesir hingga London.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-1714051076930305891?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/1714051076930305891/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/kitab-kitab-tafsir-al-quran-lokal-i.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/1714051076930305891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/1714051076930305891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/kitab-kitab-tafsir-al-quran-lokal-i.html' title='Kitab-Kitab Tafsir al-Qur&apos;an Lokal I'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-6049831191430372403</id><published>2008-05-07T09:42:00.014+07:00</published><updated>2008-05-07T11:03:02.160+07:00</updated><title type='text'>Perpustakaan Digital Kitab-Kitab Berbahasa Arab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perpustakaan yang kita sering lihat adalah kumpulan banyak buku yang tertata rapi dengan berbagai macam tema. Seperti kalau kita berkunjung ke Perpustakaan Nasioanal Jakarta., disana banyak sekali buku yang tertata rapi di rak-rak buku.Bukan itu saja,tapi juga tersimpan berbagai dokumen dari mikro-film, majalah, jurnal dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sayapun pernah mengenal seorang Mu’alim Betawi yan sangat alim yakni Almarhum K.H. Muhammad Syafe’i Hazami yang memiliki l4 (empat belas) lebih lemari. Hampir seluruh lemarinya berisi kitab-kitab kuning berbahasa Arab, khususnya kitab-kitab mengenai keislaman seperti Tafsir al-Quran, Fiqih, Ushul-Fiqih, Hadist dan lain sebagainya. Kitab-kitab tersebut Mu’alim kumpulkan sejak beliau remaja  ketika belajar dengan guru-guru  seputar Jakarta  hingga belajar dengan Habib Ali Alatas , Bungur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Perpustakaan seperti yang dimiliki oleh Perpustakaan Nasional maupun Perpustakaan milik Mu’alim Syafe’i Hazami  perlu perawatan yang khusus. Agar  buku-buku tidak mudah rusak. Karena buku-buku yang telah lama tersimpan dilemari itu mudah rusak karena dimakan rayap, udaranya lembab dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya sendiri punya pengalaman , kitab “Syiyarus Shalihin” yang saya beli  21 (dua puluh satu) tahun lalu itu sudah rusak. Seperti &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;kertasnya yang sudah pada berlobang karena dimakan rayap, juga ada halamannya yang hilang karena lepas dari penjilidnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah sisi kelemahan dari perpustakaan konvesional, perlu perawatan extra untuk merawat semua buku-buku tersebut. Berlainan dengan Perpustakaan digital , tak perlu tempat buku ,tak ada tambahan biaya perawatan kusus. Hanya dengan sekeping DVD mampu menyimpan dua puluh ribu buku, alangkah mudahnya bukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada saat ini untuk memiliki ribuan buku ataupun kitab-kitab kuning tak perlu repot lagi, karena sudah banyak website di dunia maya membagikannya secara gratis (lihat juga : http://muh-ali.blogspot.com/2008/02/mendownload-kitab-kitab-berbahasa-arab.html).&lt;br /&gt;Dan kalau anda tak mau repot-repot bisa membelinya, saya pada beberapa waktu lalu menyempatkan diri pergi ke sebuah agen buku-buku Islam di Kwitang Jakarata. Disana saya melihat buku yang berjudul “Panduan Al-Maktabah As-Syamilah”, yang isinya ada sebuah DVD. Setelah membaca sebentar ternyata buku tersebut adalah buku panduan pengoperasian Perpustakan Digital, yang isinya terdapat 5505 kitab dari berbagai disiplin ilmu. Mulai dari Tafsir al-Quran, Hadist, Syarah Hadist, Fiqih, Ushul-Fiqih, Tarikh dan lain sebagainya, dan kalau ditotal jumlah bukunya semua ada sekitar  dua puluh ribu jilid.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi anda yang mau memiliki juga bisa menghubungi, di UD Saudara di belakang toko Gunung Agung Kwitang, Jakarta. Saya membelinya seharga Rp 22.000. Atau bagi anda yang tinggal di luar Jakarta bisa menghubungi penerbitnya langsung di Solo yakni Penerbit Pustaka Ridwana, JL. Slamet Riyadi 441, Telp (0271) 7909447.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-6049831191430372403?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/6049831191430372403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/perpustakaan-digital-kitab-kitab.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6049831191430372403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6049831191430372403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/05/perpustakaan-digital-kitab-kitab.html' title='Perpustakaan Digital Kitab-Kitab Berbahasa Arab'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-6460377809192991756</id><published>2008-04-18T09:19:00.011+07:00</published><updated>2008-05-16T11:52:42.013+07:00</updated><title type='text'>Kita Tak Peduli, Mereka Memburunya I</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Para orientalis giat mengkaji manuskrip Islam,Katanya untuk dialog peradaban.Padahal mereka sering tidak jujur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika umat Islam tak peduli manuskrip,para orientalis dan ilmuwan Barat malah memburunya.Dan nyatanya,mereka memetik manfaat yang besar dari karya para ulama itu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ilmuwan Rusia misalnya,mereka serius mengkaji manuskrip para ulama yang berhubungan dengan ilmu astronomi,yang disimpan di Perpustakaan Petersburg.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah satu manuskrip yang mereka kaji adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;al Madhal ila Shina'ah Ahkam an Nujum&lt;/span&gt;,karya Kusyar bin Lubban,salah satu ulama Persia.Kitab ini ditulis pada tahun 1130 Masehi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perputakaan Petersburg,memang menjadi pusat rujukan banyak orientalis.Mereka dengan bergairah mengkaji karya-karya ulama yang tersimpan di situ,terlepas tujuan mereka mengkaji.Mestinya,umat Islam sebagai penerus ilmu para ulama,lebih giat dari mereka.&lt;/div&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak hanya mengkaji dan mengambil pengetahuan,lebih dari itu,mereka bisa menikmati karya-karya ulama tersebut.Simak perkataan Dr. Olga Frolova,seorang profesor dalam bidang kajian Islam dan kebudayaan Arab."Karena saya tidak menikah dan tidak memiliki keluarga,maka hidup saya tidak bisa lepas dari manuskrip.Saya merasa seperti bercakap-cakap dengan para ulama yang hidup pada zaman dahulu.Saya seperti mendengar langsung perkataan generasi lampau itu.Ini kenikmatan yang saya rasakan dan mungkin ini kesuksesan bagi saya,karena saya bisa berkomunikasi dengan para cendekiawan yang hidup di masa lalu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mereka juga menyadari posisi manuskrip,hingga tidak melepaskan begitu saja,apalagi dikembalikan kepada umat Islam.Dr. Mikhail Abiyatrosvy,Ketua Institut of Orientalism Rusia mengatakan,"Saya yakin,keberadaan manuskrip Arab di perpustakaan-perpustakaan Rusia amat penting,karena Barat perlu memahami pentinya paradaban Arab.Dan hanya dengan manuskrip,kita memperoleh informasi yang valid,karena benda itu adalah rujukan awal.Dengan begitu,dialog antar peradaban bisa tercipta.Inilah salah satu tujuan studi orientalisme".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber : Majalah Hidatullah Edisi 12/XX/April 2008&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-6460377809192991756?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/6460377809192991756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/04/kita-tak-peduli-mereka-memburunya.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6460377809192991756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/6460377809192991756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/04/kita-tak-peduli-mereka-memburunya.html' title='Kita Tak Peduli, Mereka Memburunya I'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-2321918427210798488</id><published>2008-03-31T15:07:00.000+07:00</published><updated>2008-03-31T15:26:07.223+07:00</updated><title type='text'>Bocor Ginjal</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bocor ginjal adalah protein yang keluar melalui urine melebihi  batas normal.  Batas normal  ini bisa diketahui  melalui  pemeriksaan urine  selama 24 jam di laboratorium, yang menghasilkan nilai kurang 150 mg. Bocor ginjal bukan berarti ginjal tersebut bocor, tapi ini hanyalah istilah yang mudah dimengerti untuk orang awam saja. Karena kalau ginjal tersebut di endoscopy juga tidak akan terlihat bagian mana yang bocor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala penyakit ginjal di indikasikan dengan adanya bocor ginjal dan kreatine dalam darah yang tidak normal. Nilai normal untuk kreatine dalam darah berkisar 0.4 - 1.5 mg. Jadi kalau dua kriteria ini ada pada diri anda maka dipastikan  ginjal anda bermasalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Memang penyakit ginjal tidak terasa bagi pengidapnya. Tapi akan terasa jika fungsi ginjal sudah menurun dengan dratis. Seperti kaki bengkak, muntah-muntah, kepala pusing, panas-dingin,sering buang air kecil. Oleh karena itu jagalah ginjal anda, dengan banyak minum, tidak menahan air kencing dan juga sering chek-up.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-2321918427210798488?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/2321918427210798488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/03/bocor-ginjal.html#comment-form' title='20 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2321918427210798488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2321918427210798488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/03/bocor-ginjal.html' title='Bocor Ginjal'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>20</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-3908729286922263133</id><published>2008-03-20T08:40:00.000+07:00</published><updated>2008-03-31T15:30:04.631+07:00</updated><title type='text'>Pameran Komputer yang tidak gratis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke pameran komputer di JCC (Jakarta Convention Center) Senayan Jakarta. Pameran yang diselenggarakan secara serentak di beberapa kota besar : Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Makasar dari tanggal 12-16 Maret 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pameran kali ini, saya merasa heran karena para pengunjung diharuskan membayar tiket sebesar Rp 5000,-  per  orang. Padahal pameran-pameran komputer sebelumnya tidak bayar alias gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memtuskan membeli 2 tiket untuk saya sendiri dan istri,ternyata yang ikut pameran bukan hanya produk komputer saja tapi juga ada produk lain yakni kamera digital dan juga ada pertunjukan musik. Mungkin hal ini yang menyebabkan pengunjung tidak gratis lagi. Walaupun demikian saya perhatikan pengunjung tetap tak berkurang. Mungkin hampir sama ketika pameran yang tidak memungut biaya dari pengunjung (gratis).&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan itu, saya sempat mengunjungi beberapa stand komputer dan menerima begitu banyak brosur. Kebanyakan peserta pameran menjajakan barang dagangannya berupa laptop dari harga 5 jutaan lebih sampai 12 jutaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada stand kamera digital, begitu banyak produk yang ditawarkan dari berbagai merek. Begitu juga dengan pernak pernik untuk para Photograper pun tersedia. Dan harga yang ditawarkan untuk kamera digital bervariasi, mulai dari Rp 700 ribuan sampai Rp 3 jutaan. Buat saya sebagai pemula,memutuskan untuk membeli kamera yang harganya kurang  satu jutaan dengan spesipikasi nya sbb : 7 mb pixel, total zoom 12x  (3x optical zoom, 4x digital zoom), LCD 2.5", memory 1 GB (max 2GB).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera yang saya beli merupakan produk dari Fuji Film dengan merek " MPIK" seri SEMO Z7. Kata penjualnya harganya di toko sekitar 1,2  jutaan.  Hal ini belum saya cek langsung  untuk membuktikannya.  Karena biasanya para pedagang  memikat para pembelinya dengan membandingkan harga dijual dengan harga sesungguhnya di toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga pameran tidak selalu semurah dari harga normalnya di toko. Saya punya pengalaman ketika membeli USB 2 GB seharga Rp 105.000,- sedangkan harga pameran seharga Rp 98.000,-. Harga ini tidak cukup murah. Dalam hati saya, berkata mungkin berbeda barang-barang komputer dengan kamera digital. Ini masih perlu dibuktikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-3908729286922263133?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/3908729286922263133/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/03/pameran-komputer-yang-tidak-gratis.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/3908729286922263133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/3908729286922263133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/03/pameran-komputer-yang-tidak-gratis.html' title='Pameran Komputer yang tidak gratis'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-8439377005286594224</id><published>2008-03-13T16:25:00.009+07:00</published><updated>2008-05-16T11:33:12.051+07:00</updated><title type='text'>Kitab-Kitab Tafsir  al-Qur'an I</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ulama adalah pewaris para Nabi. Demikian nasihat yang disampaikan oleh Rasullah Shallahu'alaihi wa sallam (SAW). Dengan perantara para ulama kita masih bisa menemukan kilauan mutiara-mutiara ilmu.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Berbagai disiplin ilmu telah disajikan dalam kitab-kitab mereka. Salah satunya, ilmu tafsir. Dengan mempelajarinya, kita mampu memahami, menghayati, dan mempermudah kita dalam menerapkan apa sesungguhnya maksud Allah Ta'ala dengan firman-Nya tersebut.&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa nama kitab tafsir beserta pengarang dan penjelasannya secara singkat.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kitab Tafsir Klasik&lt;br /&gt;1. Kitab Tafsir Jami' al-Bayan fi Tafsir al-Qur'an, karya Imam at-Thabari&lt;br /&gt;Nama aslinya adalah Muhammad bin Jarir bin Yazid at-Thabari. Nama at-Thabari sendiri adalah nisbah kepada daerah asal, yaitu negeri Thabaristan. Selain mufassir(ahli tafsir), ulama yang lahir di Baghdad (224 H) ini juga dikenal sebagai muhaddist (ahli Hadist) dan mahir dalam ilmu sejarah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sebagai pecinta ilmu, at-Thabari telah berkelana menurut ilmu ke berbagai negeri, seperti Iran, Iraq, Suriah, dan Mesir. Terakhir ia menetap di Baghdad hingga akhir hayatnya (310 H).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Karya at-Thabari sering dijadikan rujukan utama para ahli tafsir dalam menafsirkan al-Quran. Imam an-Nawawi pernah memuji kitab ini. "Seluruh umat telah sepakat bahwasannya tiada kitab tafsir yang sebanding dengan tafsir at-Thabari", puji an-Nawawi.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Selain keistimewaan lengkap 30 juz, kitab at-Thabari memiliki gaya yang khas dalam menafsirkan ayat . Di antaranya adalah bersandar kepada riwayat para sahabat dan tabi'in. Dari segi bahasa , at-Thabari mempermudah pembaca dengan menjelaskan nahwu dan sharf (tata bahasa). Berkaitan dengan ayat-ayat ahkam (hukum), at-Thabari menjelaskan hukum-hukum fikih disertai dalil para mahzhab. Oleh penerbit Dar al-Hijr, Kairo (cet.2001) kitab Tafsir at-Thabari dicetak 25 jilid.&lt;/p&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;p align="justify"&gt;2. Kitab Tafsir al-Jami'li Ahkam al-Qur'an karya al-Qurthubi (671 H)&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Abu Abduallh Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar al-anshari al-Qurthubi adalah seorang mufassir dan ahli fikih. Menilik nama terakhirnya al_Qurthubi, bisa diketahui jika beliau berasal dari kota Cordova, Spanyol.Tafsir karya al-Qurthubi yang mu'tabar (diakui) di kalangan mufassir ini menghilangkan beberapa kisah yang tidak jelas periwatannya. Dalam tafsirnya, al-Qurthubi sebaliknya, ia menekankan istinbath (metodologi pengambilan hukum) dari dalil-dalil dalam al-Qur'an. Termasuknya di dalamnya menyebutkan berbagai hukum nasakh dan mansukh (hukum yang dihapus dan yang menggantikannya), menerangkan jenis qira'ah (bacaan al-Qur'an) disertai nahwu dan sharf (tata bahasa) dan i'rabnya (uraian bahasa).&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kitab tafsir al-Qurtubi banyak mengangkat masalah hukum-hukum fikih. Olehnya, ia dianggap sebagai rujukan utama disamping tafsir khusus tentang ayat ahkam (masalah hukum). Tafsir al-Qurthubi ini oleh Penerbit Dar Ihya wa at-Turats, Beirut dicetak dalam 20 jilid.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumber : Majalah Hidayatullah Edisi II/XX Maret 2008&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-8439377005286594224?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/8439377005286594224/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/03/kitab-kitab-tafsir-al-quran.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8439377005286594224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8439377005286594224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/03/kitab-kitab-tafsir-al-quran.html' title='Kitab-Kitab Tafsir  al-Qur&apos;an I'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-8109601292704450041</id><published>2008-02-29T09:20:00.000+07:00</published><updated>2008-03-05T15:36:37.301+07:00</updated><title type='text'>Mendownload kitab-kitab berbahasa Arab</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagi anda yang haus akan ilmu pengetahuan khususnya ilmu pengetahuan tentang keislaman atau siapa saja yang ingin menambah wawasannya di bidang tertentu tentang Islam seperti bidang tafsir al-Quran, Hadist,Fiqih dan lain sebagainya.Maka wajib memiliki kitab-kitab yang berkaitan dengan apa yang akan dipelajarinya itu.Pada saat ini hal tersebut tidaklah sulit untuk mendapatkannya, karena semua kitab-kitab berbahasa Arab telah tersedia di beberapa website.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih menggairahkan lagi semua kitab yang kita butuhkan sangat lengkap.Bayangkan saja hampir semua kitab tafsir al-Quran yang populer sudah ada, seperti tafsir Ibnu Khasir, Jalain, Qurthubi,At-Thabari dan lain-lain.Jumlahnya sekitar 52 buah kitab.Begitu juga dengan kitab-kitab Hadist dan Syarahnya [penjelasannya] seperti kitab Shahih Bukhari, Muslim, Ibnu Majah,Sunan An-Nasa'i , fathul Bari [penjelasan kitab Shahih Bukhari]dan lain-lainya juga tersedia.Belum lagi kitab-kitab fiqih dan kitab-kitab shirah dan karya ulama lainnya seperti karya Ibnu Taimiyah, pokoknya semuanya lengkap deh.&lt;br&gt; &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa alamat website yang penulis pernah kunjungi :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;www.shamela.ws&lt;/li&gt;&lt;li&gt;www.waqfeya.net&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: left;"&gt;www.saaid.net/book/index.php&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Kendala yang akan anda hadapi dalam mendowload kitab-kitab tersebut adalah terbatasnya bandwith dan file-file yang sangat besar yang sedang/akan kita download. Tapi semua itu bisa diatasi dengan sebuah software yang bernama "Download Acelelator". Dengan software ini semua kendala dalam mendownload kitab-kitab yang  diingini  akan teratasi, seperti koneksi internet yang tiba-tiba putus  maka otomatis file yang sedang kita downloadpun terputus.Tapi dengan software ini  file yang sudah kita download tidaklah sia-sia,karena dilain waktu (ketika koneksi internet aktif kembali)  bisa di lanjutkan kembali tanpa perlu mendownload ulang file tersebut.Contoh kasus ketika kita sedang mendownload file sebesar 30 MB tiba-tiba listrik padam atau koneksi internet putus padahal saat itu file yang sedang kita download sudah sekitar 24 MB dengan software ini kita tak perlu download dari awal lagi ,tapi langsung meneruskan hasil terakhir tadi yang berjumlah 24 MB. Berbeda kalau kita tidak menggunakan software ini, harus memulai download dari awal lagi, betapa sia-sia nya waktu itu.Dan keuntungan lainnya dengan software ini waktu download lebih cepat, karena file yang didownload langsung dari 4-5 jalur secara simultan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat memburu kitab-kitab berbahasa Arab, sehingga dapat meningkatkan pemahaman kita tentang agama Islam yang kita anut ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-8109601292704450041?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/8109601292704450041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/02/mendownload-kitab-kitab-berbahasa-arab.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8109601292704450041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/8109601292704450041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/02/mendownload-kitab-kitab-berbahasa-arab.html' title='Mendownload kitab-kitab berbahasa Arab'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-2175071073939388181</id><published>2008-01-21T09:06:00.013+07:00</published><updated>2008-11-21T10:44:06.643+07:00</updated><title type='text'>Ebook Gratis Tafsir Al-Quran, Hadist</title><content type='html'>Tafsir Ibnu Katsir&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2710824/Ibnu-kasir01.doc.html" target="_blank"&gt;Jilid 1&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2710845/Ibnu-kasir02.doc.html" target="_blank"&gt;Jilid 2&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2710866/Ibnu-kasir03.doc.html" target="_blank"&gt;Jilid 3&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2710831/Ibnu-kasir04.doc.html" target="_blank"&gt;Jilid 4&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2711633/Ibnu-kasir05.doc.html" target="_blank"&gt;Jilid 5&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2711668/Ibnu-kasir06.doc.html" target="_blank"&gt;Jilid 6&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2711716/Ibnu-kasir07.doc.html" target="_blank"&gt;Jilid 7&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2711790/Ibnu-kasir08.doc.html" target="_blank"&gt;Jilid 8&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2711808/Ibnu-kasir09.doc.html" target="_blank"&gt;Jilid 9&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/2711852/Ibnu-kasir10.doc.html" target="_blank"&gt;Jilid 10&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-2175071073939388181?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/2175071073939388181/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/01/ebook-gratis-tafsir-al-quran-hadist.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2175071073939388181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/2175071073939388181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2008/01/ebook-gratis-tafsir-al-quran-hadist.html' title='Ebook Gratis Tafsir Al-Quran, Hadist'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3563289523876053918.post-5662876893118908412</id><published>2007-11-30T10:14:00.000+07:00</published><updated>2008-03-05T15:31:20.825+07:00</updated><title type='text'>Tafsir Imam Syafe'i</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Membaca kitab-kitab tafsir yang berbahasa Arab gundul bagi sebagian orang Islam di Indonesia menjadi hal yang sangat menyulitkan.Karena umumnya masyarakat Islam Indonesia tak banyak menguasainya apalagi bagi mereka yang tidak pernah sama sekali belajar di pesantren.Tapi sekarang bagi mereka yang ingin membaca kitab-kitab tafsir tidaklah menjadi masalah, karena banyak kitab-kitab tafsir yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indoensia seperti kitab tafsir Jalain, Kitab Tafsir Ibnu kasir, Kitab Tafsir Al Baghawi, Kitab Tafsir Fi Zhilalil Quran. Dan juga bisa membaca buku-buku tafsir karya orang-orang Indonesia sendiri seperti Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka, Tafsir Al Misbah karya Prof Quraisy Shihab dan masih banyak lagi.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Tafsir Imam Syafe'i ini merupakan karya seorang yang sangat di kenal di dunia Islam khususnya dalam bidang fiqih.Imam Syafe'i adalah seorang mujtahid mutlaq yang mampu mengeluarkan hukum-hukum berdasarkan Alquran dan Hadist. Dan umumnya masyarakat mengenal karya beliau seperti kitab Al Umm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertengahan bulan November lalu, saya sempatkan melihat pameran buku dan diantaranya  yang saya lihat buku terbaru dari penerbit Almahira yakni buku Tafsir Imam Syafe'i. Pada kesempatan itu saya melihat covernya yang cukup bagus dan penerbit Almahira mengeluarkan 3 Juzu langsung dalam suatu kotak. Sayangnya buku ini dalam proses percetakan dan seandainya ada yang berminat untuk membelinya maka sang marketing memberikan selembar kertas yang berisi nama, alamat dan lain sebagainya kepada calon pembeli yang nanti dikirimkan pada tiap orang yang memesannya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3563289523876053918-5662876893118908412?l=muh-ali.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://muh-ali.blogspot.com/feeds/5662876893118908412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2007/11/tafsir-imam-syafei.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5662876893118908412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3563289523876053918/posts/default/5662876893118908412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://muh-ali.blogspot.com/2007/11/tafsir-imam-syafei.html' title='Tafsir Imam Syafe&apos;i'/><author><name>Muhamad Ali</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08942346168071698073</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://farm3.static.flickr.com/2004/2074869233_4eaf50bb6b_s.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
